Pandemi Bikin Anak Alami Learning Loss, Bagaimana Cara Kemendikbudristek untuk Memulihkannya?

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:45 WIB
Pandemi Bikin Anak Alami Learning Loss, Bagaimana Cara Kemendikbudristek untuk Memulihkannya?
Sejumlah siswa mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SDN Pasar Baru 1, Kota Tangerang, Banten, Senin (25/10/2021). [Suara.com/Hilal Rauda Fiqry]

Suara.com - Learning loss alias kemunduran capaian pembelajaran rentan dialami oleh anak-anak semala masa pandemi COVID-19. Apakah ada cara memulihkannya?

Menurut Direktur Sekolah Dasar Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih, salah satu cara yang diyakini bisa memulihkan learning loss adalah menggunakan kurikulum prototipe.

Opsi kebijakan kurikulum prototipe yang ditawarkan Kemendikbudristek diyakini bisa membantu untuk pemulihan kehilangan atau kemunduran capaian pembelajaran (learning loss) akibat kondisi pandemi.

“Ini salah satu upaya untuk mendorong tidak terjadinya demotivasi bagi anak-anak dan orang tua,” ujarnya, mengutip ANTARA.

Sekolah di masa pandemi. (Shutterstock)
Sekolah di masa pandemi. (Shutterstock)

Ia menjelaskan bahwa kurikulum prototipe merupakan lanjutan dari kurikulum masa khusus pandemi COVID-10 atau kurikulum darurat (KD) yang telah diperbaiki dan disempurnakan yang isinya jauh lebih sederhana dan esensial dibandingkan kurikulum 2013.

Kurikulum prototipe, lanjut Sri, mendorong pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar.

Keyakinan bahwa kurikulum prototipe dapat memulihkan learning loss didukung oleh hasil evaluasi oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) yang menyebutkan bahwa sekolah yang menerapkan kurikulum darurat mendapat capaian belajar yang lebih baik daripada sekolah dengan kurikulum 2013.

“Ada 30 persen lebih satuan pendidikan yang menggunakan kurikulum khusus dan alhamdulillah penurunan capaian belajar tidak begitu ekstrem,” kata Sri.

Opsi kurikulum prototipe ditawarkan Kemendikbudristek untuk diimplementasikan pada tahun ajaran baru 2022/2023. Sri mengatakan saat ini pihaknya baru mewajibkan kepada sekitar 2.500 sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB yang terpilih dari 111 Kabupaten/Kota sebagai sekolah penggerak.

baca juga

“Di tahun 2022 ini, kami memberi kesempatan kepada seluruh sekolah yang memang sudah siap untuk menggunakan kurikulum prototipe yang lebih simpel, sederhana, dan berisi KD yang esensial,” ujarnya.

Selain menawarkan opsi kurikulum prototipe, Kemendikbudristek juga mendorong sekolah untuk mengoptimalkan kembali pembelajaran tatap muka (PTM) sesuai dengan kebijakan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri sebagai upaya lain untuk memulihkan learning loss.

Sri mengatakan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang terlalu lama telah menimbulkan dampak kemunduran kualitas capaian pembelajaran. Selain itu, terjadinya kenaikan angka putus sekolah selama masa pandemi juga mengkhawatirkan.

Ia menambahkan masalah-masalah dalam dunia pendidikan lainnya selama pandemi juga turut muncul termasuk penurunan kualitas karakter dan kedisiplinan peserta didik hingga tingginya kasus kekerasan pada anak selama berdiam diri di dalam rumah.

“Kami juga mendorong PTM ini dalam rangka memperbaiki keadaan kualitas pendidikan dan kualitas pembelajaran yang harus kita kejar setelah dua hingga empat semester ini kita melakukan PJJ,” kata Sri. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Ketika Data PISA Berbicara, Narasi Keberhasilan Pendidikan Dipertanyakan

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 18:55 WIB

Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja

Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 20:00 WIB

Kejagung Siap Ladeni Kasasi Ibrahim Arief di Kasus Chromebook

Kejagung Siap Ladeni Kasasi Ibrahim Arief di Kasus Chromebook

News | Senin, 14 September 2026 | 14:01 WIB

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Nilai PISA Rendah, Mengapa Kita Masih Sibuk Mengganti Kurikulum?

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 06:23 WIB

Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia, 5 Jilid Capai Ribuan Halaman

Kemenbud Luncurkan Buku Sejarah Indonesia, 5 Jilid Capai Ribuan Halaman

Your Say | Jum'at, 04 September 2026 | 11:44 WIB

Menyongsong Transformasi Buku Pelajaran Nasional: Dari Ergonomi Fisik hingga Kualitas Kurikulum

Menyongsong Transformasi Buku Pelajaran Nasional: Dari Ergonomi Fisik hingga Kualitas Kurikulum

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 10:41 WIB

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 07:40 WIB

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Pendidikan Berstandar Internasional Semakin Dibutuhkan, Bekali Anak dengan Keterampilan Masa Depan

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Kurikulum, Diajarkan Mulai Kelas 4 SD

Materi Pencegahan LGBTQ Masuk Kurikulum, Diajarkan Mulai Kelas 4 SD

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 10:56 WIB

Kurikulum Pendidikan Baru Bakal Ajarkan Bahaya LGBTQ Sejak SD hingga SMA

Kurikulum Pendidikan Baru Bakal Ajarkan Bahaya LGBTQ Sejak SD hingga SMA

News | Minggu, 19 Juli 2026 | 12:02 WIB

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×