facebook

Perjalanan Cantika Abigail untuk Mencintai Diri Sendiri, Naik Turun Bagai Roller Coaster

Vania Rossa
Perjalanan Cantika Abigail untuk Mencintai Diri Sendiri, Naik Turun Bagai Roller Coaster
Cantika Abigail [Supermusic]

Ada saatnya ia bisa melihat sisi baik dari dirinya, tapi ada juga saatnya ia lebih mendengarkan perkataan orang lain.

Suara.com - Bagi penyanyi Cantika Abigail, mencintai diri sendiri atau self love membutuhkan proses yang panjang dan tidak pernah berhenti. Perasaan menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya, yang ia rasakan saat ini, tidaklah datang begitu saja. Ia bahkan mengibaratkan proses itu seperti roller coaster yang kadang kala naik dan turun.

“Itu benar-benar seperti roller coaster. Ada saatnya aku bisa melihat sisi baik dari diriku, tapi ada juga perkataan orang atau perkataan diri sendiri yang jauh lebih menguasai pikiran,” kata Cantika dalam sesi bincang-bincang virtual bersama Shopee pada Rabu (26/1/2022).

Ia bercerita bahwa tahun 2020, ketika pandemi mulai terjadi, merupakan titik balik dalam hidupnya untuk kembali menyadari hal-hal sederhana yang ternyata dapat bermakna.

Pada tahun itu Cantika mengaku akhirnya ia bisa berdamai dengan penyakit autoimun yang ia derita sejak 2011. Penyakit ini sempat menimbulkan rasa ketidakpercayaan pada dirinya sendiri, terlebih ketika sedang muncul kemerahan pada wajahnya.

Baca Juga: 3 Kebiasaan Buruk yang Membuatmu Sulit Mencintai Diri Sendiri, Segera Hindari!

Cantika mengunggah foto wajahnya yang kemerahan di media sosial. Dan ia mengaku terkejut karena tidak banyak orang yang terganggu atau mengkritiknya, seperti yang ia khawatirkan sebelumnya.

Pengalaman itu akhirnya membuat Cantika menjadi belajar mengenai makna mencintai diri sendiri meskipun ada kalanya menemui fase naik dan turun.

“Tahun 2020 itu salah satu turning point aku karena di situ tiba-tiba aku sudah capek banget dengan keadaan harus menutupi semua ini. Walaupun mungkin sudah ada beberapa orang yang tahu, tapi aku nggak terlalu berani untuk speak up,” ujarnya.

Menurut Cantika, tahun permulaan pandemi seolah-olah memaksa semua orang untuk kembali merenungkan hal-hal yang berharga dalam hidup selama berdiam diri di dalam rumah. Selama pandemi, ia banyak menemukan aktivitas dan kegemaran sederhana lain, seperti menyiram tanaman, olahraga, dan berjemur.

“Aku merasakan tahun itu ajaib banget untuk kita bisa re-connect dengan diri kita sendiri. Seperti memang dikasih waktunya dan dipaksa untuk kenal diri sendiri lagi, menerima diri sendiri lagi, dan mencoba untuk mencintai diri sendiri lagi,” katanya.

Baca Juga: Kenali 3 Bedanya Self-Love dengan Egois, Jangan Sampai Salah!

Mindset negatif menjadi tantangan terbesar bagi Cantika ketika menjalani dan melalui proses mencintai diri sendiri, terutama ketika singgah di platform media sosial yang memperlihatkan gambaran kehidupan orang lain sehingga rentan membanding-bandingkan diri sendiri.

“Ketika perasaan down, kadang aku mengingatkan diri sendiri dengan menulis perasaan di dalam buku atau hal-hal sederhana yang bisa disyukuri. Misalnya, ‘Oh, ternyata aku bisa bahagia dengan keadaan fisik atau kulit seperti ini. Ada hal lain yang ternyata aku sudah berkembang daripada aku yang dulu,” katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar