Demi Ritual Seba, Uniknya Tradisi Suku Baduy yang Rela Berjalan Kaki Sejauh Ratusan Kilometer

Arendya Nariswari

Kamis, 10 Maret 2022 | 10:07 WIB
Demi Ritual Seba, Uniknya Tradisi Suku Baduy yang Rela Berjalan Kaki Sejauh Ratusan Kilometer

Suara.com - Sudah sejak lama kita ketahui bahwa Suku Baduy, tak mudah tergoda dan terusik dengan rayuan perkembangan zaman serta teknologi.

Melestarikan tradisi kuno warisan leluhur, ketangguhan Urang Kanekes atau Suku Baduy ini bahkan sering mencuri perhatian.

Dikenal dengan kesederhanaan mereka, beberapa orang masih awam akan fakta-fakta unik Suku Baduy.

Dihimpun dari laman Hops.id---Jaringan Suara.com, Suku Baduy ini tinggal di Pegunungan Kendeng Banten.

Warga Suku Baduy Luar menggelar tradisi Ngaseuk atau penanaman huma di Desa Bojong Menteng, Lebak, Banten, Senin (1/11/2021). [Antara]
Warga Suku Baduy Luar menggelar tradisi Ngaseuk atau penanaman huma di Desa Bojong Menteng, Lebak, Banten, Senin (1/11/2021). [Antara]

Warga Suku Baduy juga tak sulit dikenali dengan pakaian dan atribut etnik yang selalu dikenakan, seperti baju kurung hingga ikat kepala.

Perkampungan adat masyarakat Baduy berjumlah 56, luasnya 5.000 hektar-an. 53 kampung itu dihuni masyarakat Baduy Luar, dan selebihnya Baduy Dalam.

Lalu, soal rumah, mereka menyebutnya sulah nyanda, sebuah tempat tinggal berukuran tidak terlalu besar.

Bentuknya pun masih mempertahankan tradisi dengan empat persegi panjang, julang ngapak namanya, dan tanpa jendela pula.

Sulah nyanda dibangun menggunakan bahan ramah lingkungan. Tiang dari kayu, dan dinding anyaman bambu. Atapnya cuma ditutupi ijuk di atas kerangka dari bambu.

Keunikan lain rumah Baduy Dalam yaitu tempat berdirinya disesuaikan dengan kontur tanah.

Tak heran, kalau tiang-tiang rumah tersebut tingginya beda-beda. Jadi jelasnya, sulah nyanda adalah rumah panggung ditopang bebatuan sebagai fondasi.

Lalu, rumah mereka biasanya dibangun saling berhadapan, mengarah utara atau selatan. Dan, sering juga dilengkapi hiasan pada bagian atapnya.

Ruang dalam sulah nyanda dirancang simpel banget. Ada ruang depan atau sosoro, difungsikan buat ruang tamu, nyantai, atau kegiatan menenun.

Lalu, tepas atau ruang tengah untuk tidur dan kumpul keluarga. Terakhir, ipah, atau dapur. Selain buat memasak, ipah difungsikan untuk menyimpan beras plus hasil ladang.

Yang juga unik, ada lubang di lantai yang terbuat dari anyaman bambu, dan lubang itu merupakan saluran udara atau ventilasi.

Beda banget kan dengan rumah pada umumnya yang ventilasi di bagian atas rumah.
 Model rumah itu sudah menunjukkan kalau Suku Baduy enggak silau oleh godaan modernisasi.

Tetap menyatu dengan ritme kehidupan dalam frame tradisi masa silam yang tak lekang oleh waktu.

Yang juga tak terpisahkan dalam hidup mereka tak ada sentuhan teknologi pada peralatan rumah tangga.

Enggak ada yang namanya lampu listrik. Untuk penerangan, mereka memakai pelita. Lalu masak dengan tungku kayu bakar.

Tentang alat makan-minum, Suku Baduy memakai somong, potongan bambu yang dijadikan gelas. Sendoknya dari batok kelapa dan piring dari keramik disebut panjang.

Untuk mencari nafkah dilakukan kaum lelaki, dengan berladang atau bertani. Peralatannya pun terbilang sederhana banget, koret (arit), kayu buat bikin lubang dan etem (ani-ani). Dan, tanpa bantuan lainnya, termasuk hewan kerbau atau sapi.
Jenis tanamannya selain kopi, ada juga umbi-umbian serta padi. Dan, hasil panennya enggak cuma buat mereka saja. Tapi sebagian diberikan juga ke penguasa setempat lewat ritual Seba.

Seba, tradisi yang dihelat pasca panen, yang didahului tradisi kawalu, atau puasa selama tiga bulan. Tujuannya untuk menghormati plus menjalin silaturahmi dengan penguasa.

Demi mentaati tradisi itu, masyarakat Suku Baduy, termasuk Baduy Luar berduyun-duyun menuju kantor pusat pemerintahan.

Khusus Baduy Dalam, mereka lakoni itu dengan berjalan kaki ratusan kilometer dari kampung mereka, Cibeo, Cikertawana dan Cikeusik. Wah, menarik sekali ya fakta unik dan tradisi yang masih dijalani Suku Baduy ini. 

Sumber : https://www.hops.id/travel/pr-2942901102/tradisi-suku-baduy-yang-enggak-lekang-oleh-waktu-rela-jalan-kaki-ratusan-kilometer-demi-ritual-seba

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Nakes Kesulitan Suntik Vaksin Anak Suku Baduy, Mereka Dibekali Ilmu Kebal

Viral Nakes Kesulitan Suntik Vaksin Anak Suku Baduy, Mereka Dibekali Ilmu Kebal

Banten | Minggu, 06 Maret 2022 | 12:32 WIB

Viral Video Bocah Kebal Disuntik Saat Vaksinasi, Satgas Covid-19 Cisimeut Buka Suara Ungkap Fakta!

Viral Video Bocah Kebal Disuntik Saat Vaksinasi, Satgas Covid-19 Cisimeut Buka Suara Ungkap Fakta!

Health | Minggu, 06 Maret 2022 | 11:00 WIB

Provinsi Paling Barat di Pulau Jawa: Sekilas Tentang Provinsi Banten

Provinsi Paling Barat di Pulau Jawa: Sekilas Tentang Provinsi Banten

Jogja | Kamis, 17 Februari 2022 | 16:12 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×