Minyak Goreng Langka dan Mahal: Waspada Minyak Curah Palsu dan Oplosan, Ini Ciri-Cirinya!

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 10 Maret 2022 | 14:33 WIB
Minyak Goreng Langka dan Mahal: Waspada Minyak Curah Palsu dan Oplosan, Ini Ciri-Cirinya!
Ilustrasi minyak goreng. (Pixabay/DominicSchraudolf)

Suara.com - Minyak minyak goreng langka di Indonesia mengakibat harga minyak goreng kemasan melonjak drastis. Akhirnya, banyak masyarakat yang akhirnya memilih beralih ke minyak curah.

Sayangnya, hal ini malah membuat banyak pelaku bisnis nakal yang memanfaatkan momen ini untuk memasarkan minyak curah palsu atau minyak curah oplosan. Banyak masyarakat menjadi korban karena tidak bisa mengenali ciri-ciri minyak curah oplosan.

Modus pedagang nakal, seperti yang ditemukan di Jawa Tengah beberapa waktu lalu, yaitu mencampur air dengan pewarna kuning sehingga tampak seperti minyak.

Menanggapi hal ini, peneliti ertama Balai Penelitian Tanaman Palma Kementerian Pertanian (Balit Palma Kementan), Jerry Wungkana, meminta masyarakat untuk memperhatikan wadah saat membeli minyak goreng.

Melihat berita yang beredar, menurut Jerry, pedagang minyak nakal menjual minyak curah palsu ini menggunakan drum berukuran besar, maupun drum berwarna pekat sehingga sulit bagi kita untuk mengenali minyak asli.

"Kalau dilihat dari beritanya, kemasannya drum ya. Jadi kemasan itu makanya nggak kelihatan," ujar Jerry dalam acara diskusi khusus dengan suara.com beberapa waktu lalu.

Selain waspada pada wadah yang digunakan, ia mengatakan jika minyak sangat tidak mungkin dioplos dengan air, karena air dan minyak tidak bisa bersatu. Dan hal ini sebenarnya akan mudah terlihat oleh mata, di mana ada batasan antara minyak dan air.

Sehingga jikapun air dicampur dengan pewarna kuning, lalu dicampur minyak, tetap akan terlihat batasannya antara minyak dan air.

Tapi, kata Peneliti Teknologi Pangan Komoditas Tanaman Palma itu, akan berbeda jika jumlah airnya lebih banyak dibanding minyaknya.

baca juga

"Kalau lebih banyak air, biasanya bentuk minyaknya seperti kuah yang diatasnya ada percikan minyak, jadi minyaknya kelihatan sedikit," ungkap Jerry.

Selain itu, minyak yang dioplos dengan air juga terlihat lebih cair sebagaimana air yang terkena percikan minyak, dan akan lebih terlihat di bagian atas.

"Kalau di kemasan yang diikat, bakal kelihatan banyak air, lebih cair, bakal kelihatan sangat jelas," tutupnya.

Sekedar informasi, beberapa waktu lalu di Jawa Tengah ditemukan beberapa penjual nakal minyak goreng oplosan yang modusnya dijual dari door to door (rumah ke rumah) atau dijual online, dengan dalih minyak goreng murni premium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Warga Antre Minyak Murah di Pasar Flamboyan Pontianak, Netizen: Lucunya Negeriku

Ratusan Warga Antre Minyak Murah di Pasar Flamboyan Pontianak, Netizen: Lucunya Negeriku

Kalbar | Kamis, 10 Maret 2022 | 14:18 WIB

Minyak Goreng Langka, Yuk Ganti Ke Minyak Kelapa yang Lebih Sehat!

Minyak Goreng Langka, Yuk Ganti Ke Minyak Kelapa yang Lebih Sehat!

Lifestyle | Kamis, 10 Maret 2022 | 14:10 WIB

Terjadi Lagi, Antrean Emak-emak Demi Minyak Goreng Membeludak, Warganet Ramai Sindir Pemerintah

Terjadi Lagi, Antrean Emak-emak Demi Minyak Goreng Membeludak, Warganet Ramai Sindir Pemerintah

News | Kamis, 10 Maret 2022 | 13:28 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×