Produksi Berlimpah, Peneliti Ungkap Penyebab Sebenarnya Minyak Goreng Langka di Pasaran

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 10 Maret 2022 | 13:18 WIB
Produksi Berlimpah, Peneliti Ungkap Penyebab Sebenarnya Minyak Goreng Langka di Pasaran
Ilustrasi minyak goreng. [Istimewa]

Suara.com - Minyak goreng masih menjadi komoditi yang langka di pasar ataupun di supermarket. Pemandangan ibu-ibu antri membeli minyak goreng pun begitu mudah ditemui di berbagai daerah. Ironis, memang. Padahal Indonesia disebut sebagai negara penghasil minyak sawit terbanyak dunia.

Lantas, kenapa minyak goreng bisa langka? Benarkah hal ini terjadi karena produksi minyak sawit menurun?

Fakta menarik diungkap Peneliti Muda Balai Penelitian Tanaman Palma Kementerian Pertanian (Balit Palma Kementan), Patrick M. Pasang, yang menegaskan bahwa produksi minyak sawit di Indonesia sangatlah melimpah.

"Jadi sebenarnya untuk produksi minyak sawit kita sebetulnya berlebih, untuk kebutuhan dalam negeri," ujar Patrick dalam acara diskusi khusus dengan Suara.com beberapa waktu lalu.

Peneliti Muda Balit Palma Kementan, Patrick M. Pasang. (Dok. pribadi)
Peneliti Muda Balit Palma Kementan, Patrick M. Pasang. (Dok. pribadi)

Patrick menjelaskan, melimpahnya produksi minyak sawit terlihat dari jumlah pabrik sawit di Indonesia, yang totalnya mencapai 165.

Perlu diketahui, mayoritas minyak sawit di Indonesia bukanlah hasil produksi rumahan, karena memerlukan teknologi dan alat khusus untuk mengolah buah sawit. Itulah sebabnya banyak berdiri pabrik sawit yang tersebar di beberapa daerah Indonesia.

Dengan sumber produksi minyak sawit yang melimpah, maka menurut Patrick, penyebab dari minyak sawit langka ada di masalah distribusi.

"Kalau masalah langka, ini terkendala distribusi. Kalau dari sisi produksi kebutuhan minyak dalam negeri, kita berlebih, dan produsen tidak ada masalah," ungkap Patrick.

Sayangnya, sebagai peneliti, ia tidak mengetahui lebih jauh apa kendala distribusi minyak sawit hingga sulit diakses masyarakat, dan menyebabkan harganya melonjak drastis.

baca juga

Perlu diketahui, mencegah harga minyak goreng melonjak tak terkendali, pemerintah sudah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng, yakni minyak goreng curah Rp 11.500 dan Rp 14.500 untuk minyak kemasan atau premium.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Goreng Langka dan Mahal di Kampar karena Stok Subsidi Belum Masuk dari Pemerintah

Minyak Goreng Langka dan Mahal di Kampar karena Stok Subsidi Belum Masuk dari Pemerintah

Riau | Kamis, 10 Maret 2022 | 11:51 WIB

Demi Minyak Goreng, Antrean Lautan Manusia Membludak Hingga Buat Emak-emak Nyaris Pingsan

Demi Minyak Goreng, Antrean Lautan Manusia Membludak Hingga Buat Emak-emak Nyaris Pingsan

Hits | Kamis, 10 Maret 2022 | 10:16 WIB

Akun Instagram Official Pemprov Kaltim Diserang Warganet, Bertanya Stok Minyak yang Disebut Aman Tapi Tak Kelihatan

Akun Instagram Official Pemprov Kaltim Diserang Warganet, Bertanya Stok Minyak yang Disebut Aman Tapi Tak Kelihatan

Kaltim | Kamis, 10 Maret 2022 | 08:30 WIB

Terkini

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Enam Dekade Menunggu, UU Reforma Agraria Disahkan: Akankah Tanah Kembali ke Petani?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:48 WIB

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Tak Hanya Sopir, Pelaku Usaha Juga Dapet Sanksi Jika Truk Langgar ODOL

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:44 WIB

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

×