Ingin jaga Lingkungan Sambil Hasilkan Uang, Ternyata Begini Caranya

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 15 April 2022 | 13:50 WIB
Ingin jaga Lingkungan Sambil Hasilkan Uang, Ternyata Begini Caranya
Ilustrasi menjaga lingkungan (Pixabay/Pexels)

Suara.com - Dalam beberapa tahun belakangan, semakin banyak masyarakat, terutama generasi muda yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan juga isu seputar krisis iklim. Seperti diketahui, penggunaan sumber daya alam secara ekstensif seperti minyak, batu bara, dan kayu yang tersusun dari unsur karbon merupakan penyebab utama pemanasan global.

Ini karena terlalu banyak gas rumah kaca yang dihasilkan, seperti karbon dioksida, metana, dan berbagai senyawa lainnya yang paling banyak mengandung karbon.Oleh karena itu, diperlukan pengurangan emisi karbon atau disebut juga netralitas karbon demi menyelamatkan bumi dan seisinya.

Netralitas karbon merupakan istilah yang digunakan dalam upaya menyeimbangkan jumlah karbon dengan cara mengurangi emisi karbon yang dihasilkan selama periode waktu tertentu melalui metode atau cara tertentu.

Ilustrasi Hutan. (pixabay.com)
Ilustrasi Hutan. (pixabay.com)

Misalnya ialah sebuah pabrik yang menghasilkan satu juta ton karbon dioksida per tahun perlu menanam 2.000 pohon buah-buahan, yang mampu menyerap satu juta ton karbon dioksida setiap tahunnya, sehingga mengimbangi emisi karbon pabrik tersebut dan mencapai netralitas karbon.

Saat ini, ada metode baru untuk melakukan netralitas karbon yang bisa jadi peluang bisnis, yakni perdagangan karbon (carbon trading) yang merupakan kegiatan jual beli kredit karbon (carbon credit). Kredit karbon sendiri merupakan representasi dari ‘hak’ bagi sebuah perusahaan untuk mengeluarkan sejumlah emisi karbon atau gas rumah kaca lainnya dalam proses industrinya.

Jika emisi karbon yang dihasilkan melebihi kredit yang dimiliki, maka perusahaan harus mulai melakukan perlindungan lingkungan hijau atau teknologi ramah lingkungan lainnya. Namun jika sarana yang ada masih jauh dari cukup untuk melakukan netralisasi karbon, maka pembelian kredit karbon pun menjadi pilihan alternatif.

Hal tersebut tentunya bisa jadi peluang bisnis bagi yang memiliki hutan sendiri atau industri lainnya yang dapat membuat indeks netral karbon. Salah satunya dengan menggunakan KRBN-WORLD, platform marketplace asal Amerika Serikat untuk kegiatan jual beli kredit karbon secara global. 

Dengan platform ini, orang-orang yang memiliki indeks netral karbon seperti pemilik hutan atau kebun dapat memanfaatkan peluang netralitas karbon untuk menghasilkan uang, yakni dengan menerbitkan kredit karbonnya untuk dijual ke perusahaan yang membutuhkannya. Bahkan penjual kredit karbon dapat membeli saham perusahaan terkait dan menahannya untuk waktu yang lama.

Kegiatan jual beli kredit karbon ini melibatkan tiga pihak, yaitu pembeli, penjual, dan lembaga perdagangan karbon. Pembeli umumnya ialah pihak yang memproduksi gas rumah kaca, seperti pemilik pabrik, perusahaan manufaktur, dan lain-lain.

baca juga

Sedangkan penjual ialah pihak yang menjual kredit karbon, umumnya berasal dari proyek-proyek hijau. Kemudian, lembaga perdagangan karbon akan berperan dalam menghitung kemampuan penyerapan karbon oleh lahan hutan pada proyek tertentu yang dimiliki pihak penjual, dan menerbitkan kredit karbon yang berbentuk sertifikat.

Kimbal Musk selaku CEO KRBN-WORLD mengatakan, “KRBN-WORLD saat ini menjadi pilihan terbaik bagi orang awam untuk memasuki industri netralitas karbon. Penggunaannya yang mudah membuat setiap orang dapat dengan cepat belajar memproduksi dan memperdagangkan indikator netralitas karbon. Banyak orang sudah mulai menggunakan KRBN-WORLD untuk turut berkontribusi dalam netralitas karbon demi planet bumi yang lebih hijau.”

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Tips Belanja Ramah Lingkungan untuk Mahasiswa, Bisa Hemat Pengeluaran!

6 Tips Belanja Ramah Lingkungan untuk Mahasiswa, Bisa Hemat Pengeluaran!

Your Say | Jum'at, 15 April 2022 | 13:14 WIB

Tagar 'Let The Earth Breath' Menggema, Ini 10 Cara Menyelamatkan Bumi

Tagar 'Let The Earth Breath' Menggema, Ini 10 Cara Menyelamatkan Bumi

Your Say | Jum'at, 15 April 2022 | 10:41 WIB

Oknum Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Oknum Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Polisi Terkait Kasus Narkoba

Sumut | Kamis, 14 April 2022 | 18:12 WIB

Terkini

Gus Ipul Ajak Pemda Bangkitkan Agen dan Gerakkan ASN untuk Percepatan Perlinsos Digital

Gus Ipul Ajak Pemda Bangkitkan Agen dan Gerakkan ASN untuk Percepatan Perlinsos Digital

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:32 WIB

Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Batal Hadapi Yordania, PSSI Siapkan Plan B

Erick Thohir Pastikan Timnas Indonesia Batal Hadapi Yordania, PSSI Siapkan Plan B

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 12:30 WIB

Begadang Demi Me Time: Hati-hati Jeda Palsu Revenge Bedtime Procrastination

Begadang Demi Me Time: Hati-hati Jeda Palsu Revenge Bedtime Procrastination

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 12:30 WIB

Rahasia di Balik Secangkir Kopi Enak, Brewer Harus Paham Suhu hingga Ekstraksi

Rahasia di Balik Secangkir Kopi Enak, Brewer Harus Paham Suhu hingga Ekstraksi

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:23 WIB

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Ekspor Makanan Olahan Meningkat, Indonesia Bidik Peluang Bisnis di Pasar Internasional

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

Ratusan Tersangka Ditetapkan, Tapi Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak ke Masyarakat

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

Strategi Pemprov DKI Tangkal Copet dan Narkoba di Halte Transjakarta

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:17 WIB

Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup

Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 12:16 WIB

Kembali Menggema di Sidang Ijazah Jokowi, Dari Mana Asal-usul Julukan 'Roy Panci' untuk Roy Suryo?

Kembali Menggema di Sidang Ijazah Jokowi, Dari Mana Asal-usul Julukan 'Roy Panci' untuk Roy Suryo?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:16 WIB

Apakah Foto Ijazah Boleh Pakai Kacamata? Ini Ketentuannya

Apakah Foto Ijazah Boleh Pakai Kacamata? Ini Ketentuannya

News | Jum'at, 06 November 2026 | 12:14 WIB

×