facebook

Profil Ismail Fajrie Alatas, Suami Tsamara Amany yang Jadi Dosen di New York University

Nur Afitria Cika Handayani
Profil Ismail Fajrie Alatas, Suami Tsamara Amany yang Jadi Dosen di New York University
Politisi Tsamara Amany beberapa tahun silam sempat menjadi viral karena menjadi kader PSI. Bukan hanya karirnya, namun kisah cintanya juga sempat jadi sorotan. (instagram.com/tsamaradki)

Politisi Tsamara Amany beberapa tahun silam sempat menjadi viral karena menjadi kader PSI. Bukan hanya karirnya, namun kisah cintanya juga sempat jadi sorotan.

Suara.com - Suami Tsamara Amany, Ismail Fajrie Alatas merupakan seorang akademisi dengan sejuta pengalaman di bidang akademik dan menjadi sekarang berprofesi sebagai dosen di New York University

Perawakannya yang terlihat berkharisma ditambah menjadi seorang suami dari aktivis politik Tsamara Amany membuatnya sering menjadi sorotan warganet. Pada tahun 2019 lalu, keputusannya untuk menikahi wanita yang berusia 13 tahun lebih muda darinya ini membuat publik bertanya-tanya.

Tak hanya soal usia yang terpaut cukup jauh, namun seserahan yang Tsamara terima dari Ismail juga menjadi perbincangan. Bagaimana tidak, Ismail memilih buku risalah BPUPKI sebagai tanda cintanya terhadap Tsamara. 

Berikut profilnya.

Baca Juga: Fahri Hamzah Sebut Keputusan Tsamara Amany Mundur dari PSI Sangat Tepat

1. Tumbuh besar di luar negeri

Siapa sangka, Ismail pernah mengenyam pendidikan di luar negeri sejak masih SMA. Ia diketahui bersekolah di SMA Khalid Islamic College of Victoria, Australia dan melanjutkan pendidikan sarjananya di University of Melbourne di jurusan Sejarah.

Tak hanya itu, Ismail pun meneruskan pendidikan masgister sejarah di National University of Singapore dan mengambil gelar doktor di University of Michigan Amerika Serikat.

2. Menjadi seorang profesor dan dosen

Pendidikan tingginya membuat Ismail menjadi seorang dosen antropologi dan sejarah di New York University. Bukan hanya sebagai dosen, Ismail juga diketahui sempat menulis beberapa buku dan aktif menjadi dosen riset di New York University. Ia bahkan menjadi salah satu jajaran profesor di jurusan Middle East & Islamic Studies di universitas yang sama.

Baca Juga: Alasan Tsamara Amany Undur Diri dari PSI

3. Aktif dalam riset sejarah Islam

Komentar