Lebih Ramah Lingkungan, Pembalut Sekali Pakai Ini Terbuat dari Tumbuhan Tebu

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Sabtu, 04 Juni 2022 | 14:17 WIB
Lebih Ramah Lingkungan, Pembalut Sekali Pakai Ini Terbuat dari Tumbuhan Tebu
Ilustrasi tebu (pixabay/Joseph Mucira)

Suara.com - Menggunakan pembalut ramah lingkungan adalah salah satu langkah kecil yang bisa dilakukan perempuan untuk ikut menjaga bumi.

Pasalnya, perempuan menjadi penyumbang sampah terbanyak akibat penggunaan pembalut sekali pakai setiap kali menstruasi.

Isu lingkungan jugalah yang membuat PT Uni-Charm Indonesia Tbk akhirnya turut meluncurkan produk pembalut pertama yang menggunakan bio material, yang tentunya ramah bagi lingkungan.

Tak seperti pembalut biasa yang dibuat menggunakan plastik yang berbahan dasar minyak bumi, pembalut ramah lingkungan ini terbuat dari tumbuhan tebu.

"Minyak bumi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun, karena energi ini tidak dapat diperbarui, penggunaannya pn terbatas, dan diperkirakan akan habis sekitar 50 tahun mendatang," jelas President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk., Yuji Ishii, dalam peluncuran produk pada Jumat (3/6/2022).

Menyadari hal tersebut, pihaknya pun ingin terus melakukan kebaikan kecil dalam upaya untuk membentuk lingkungan yang berkelanjutan dengan menggunakan sumber daya yang dapat diperbarui.

Maka, dibuatlah pembalut yang menggunakan bio material di kemasan luar, kemasan individual, dan top sheet untuk pertama kalinya di Unicharm Group.

Pada bagian top sheet, yaitu bagian yang bersentuhan langsung dengan kulit, pembalut ini menggunakan bio material yang dibuat dari saringan serat tebu, dalam edisi terbatas.

Sementara untuk back sheet, kemasan individual dan kemasan luarnya juga menggunakan bio material. Upaya ini, kata Yuji Ishii, diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan plastik berbahan dasar minyak bumi.

baca juga

Walaupun dihadirkan dari bahan dasar tebu, tekstur dan tampilannya sama dengan produk pembalut reguler. Tidak hanya tebu, pembalut ini juga memiliki kandungan 5 herbal alami, yaitu daun sirih, kunyit, manjakani, aloe vera, dan jahe yang berfungsi mencegah bau tak sedap.

"Untuk meluncurkan pembalut menggunakan bio material, departemen R&D kami melakukan riset selama kurang lebih 4 tahun, dan bekerjasama dengan badan riset dalam dan luar negeri untuk melakukan trial and error berulang kali," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hadirkan Inovasi di Balap Formula E, Michelin Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

Hadirkan Inovasi di Balap Formula E, Michelin Gunakan Bahan Ramah Lingkungan

Otomotif | Kamis, 02 Juni 2022 | 13:12 WIB

Pentingnya Asupan Nutrisi Sehat dan Pemeliharaan Lingkungan Lewat Pertanian Organik

Pentingnya Asupan Nutrisi Sehat dan Pemeliharaan Lingkungan Lewat Pertanian Organik

Lifestyle | Kamis, 02 Juni 2022 | 10:43 WIB

Desainer Jeny Tjahyawati Sebut Perilaku Konsumen Busana Muslim Tanah Air Berubah, Pilih Produk Ramah Lingkungan

Desainer Jeny Tjahyawati Sebut Perilaku Konsumen Busana Muslim Tanah Air Berubah, Pilih Produk Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 01 Juni 2022 | 09:41 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×