Begini Cara Menyimpan Bahan Masakan MPASI Agar Awet dan Tak Terbuang ala Chef Devina Hermawan

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Senin, 20 Juni 2022 | 17:59 WIB
Begini Cara Menyimpan Bahan Masakan MPASI Agar Awet dan Tak Terbuang ala Chef Devina Hermawan
Chef Devina Hermawan (Suara.com/ Dini Afrianti)

Suara.com - Food waste atau sampah makanan yang terbuang jadi salah satu tantangan dalam membuat Makanan Pendamping ASI atau MPASI.

Apalagi umumnya, menu MPASI untuk anak dengan makanan untuk orang dewasa cenderung berbeda. Ditambah jumlah bahan makanan untuk MPASI lebih sedikit dibanding untuk bahan makanan orangtuanya.

Lantas, bagaimana cara menyimpan bahan MPASI agar tidak terbuang?

Dikatakan Chef Devina Hermawan, orangtua harus pintar merencanakan menu makan MPASI dengan baik. Misalnya pastikan dalam MPASI mengandung karbohidrat, tinggi protein hewani, tinggi lemak tak jenuh seperti margarin dan hanya sedikit sayur atau buah sebagai serat.

Ilustrasi MPASI (Elements Envato)
Ilustrasi MPASI (Elements Envato)

"Porsinya itu harus terukur, misalnya karbohidrat nasi dua sendok makan, sayurannya bisa bersihkan dulu setelah dibeli dari pasar, sebagian kecil dimasukkan saat membuat makanan, sisanya dicuci bersih dan disimpan," ujar Chef Devina dalam peluncuran Twistshake Mothercare, di Cikini, Jakarta Pusat, Senin (20/6/2022).

Chef yang juga ibu tiga anak ini mengingatkan sebelum sayur disimpan sebaiknya dipotong berukuran sedang lebih dulu, dimasukkan dalam wadah kotak plastik dialasi kertas atau paper towel di bagian bawah kotak, lalu disimpan di lemari pendingin.

Hal yang sama berlaku juga untuk daging sapi atau daging ayam. Ia menyarankan setelah daging segar tiba di rumah, untuk daging ayam baiknya dicuci dengan air garam, lalu digiling baru kemudian di simpan.

"Kalau daging sapi aku biasanya gak dicuci karena takut bikin bakteri jadi berkembangbiak kalau terkena air, biasanya aku langsung masuk freezer," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk daging ini juga baiknya dibagi per porsi sesuai jadwal makan MPASI anak, sehingga saat akan membuatnya lebih mudah disatukan dengan bahan lainnya.

baca juga

"Ada bisa pakai wadah silikon plastik, setelah tertata di lemari pendingin, kemudian diplanning. Sebaiknya gunakan alat masak MPASI yang memadai, seperti baby cooker atau peralatan masak lainnya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter: Diare dan Sembelit Adalah Reaksi Wajar Saat Anak Pertama Kali MPASI

Dokter: Diare dan Sembelit Adalah Reaksi Wajar Saat Anak Pertama Kali MPASI

Health | Senin, 20 Juni 2022 | 17:27 WIB

Alice Norin Pompa ASI di Lokasi Syuting: Perjuangan Seorang Ibu

Alice Norin Pompa ASI di Lokasi Syuting: Perjuangan Seorang Ibu

Entertainment | Minggu, 19 Juni 2022 | 17:26 WIB

Hukum Suami Minum ASI Istri Menurut Islam, Boleh atau Haram?

Hukum Suami Minum ASI Istri Menurut Islam, Boleh atau Haram?

News | Kamis, 16 Juni 2022 | 16:42 WIB

Terkini

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Tak Bisa Dibantah! STY Masih Jadi Pelatih Terbaik bagi Timnas Indonesia

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:10 WIB

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

Melon 'Berwajah' Pejuang di Sleman, Cara Petani Muda Rayakan Kemerdekaan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:01 WIB

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

Diduga Ada Siswi Tertabrak di Jurangmangu, KRL Palmerah-Rangkasbitung Alami Gangguan

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:59 WIB

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

Mensesneg Buka Suara soal Isu Reshuffle Kabinet Jelang 17 Agustus

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:58 WIB

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Promo Khusus KPR Renovasi BRI dengan Suku Bunga Spesial

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Stok Beras Bulog Capai 5,25 Juta Ton, Tersebar di Berbagai Gudang Indonesia

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:57 WIB

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek

Jabar | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:56 WIB

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Tak Perlu Transit, TransNusa Buka Penerbangan Langsung Jakarta-Bangkok 2 Kali Sehari

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

WALHI: Sebutan "Bencana Alam" Tak Boleh Menutupi Kerusakan Ekologis

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:55 WIB

×