facebook

Apa Itu Embun Upas yang Terjadi di Dieng Jawa Tengah?

Farah Nabilla
Apa Itu Embun Upas yang Terjadi di Dieng Jawa Tengah?
Dataran Tinggi Dieng mulai diselimuti embun es. Hal itu disebut sebagai fenomena embun upas. (Antara)

Gubernur Jawa Tengah mengunggah foto di Instagram pribadinya memperlihatkan wilayah pegunungan Dieng yang mengalami suhu di bawah 1 derajat celcius.

Fenomena embun upas kerap terjadi di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Terbaru, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengunggah sebuah foto di akun Instagram pribadinya. Apa itu embun upas di Dieng?

Dalam unggahan tersebut, Ganjar memperlihatkan wilayah pegunungan Dieng yang mengalami suhu di bawah 1 derajat celcius. 

Dalam postingan Gubernur Jateng tersebut, terlihat suhu di Dieng Kulon mencapai -1.64 derajat celcius dengan latar belakang rumput yang terdapat butiran-butiran es. Unggahan tersebut mendapatkan berbagai respons dari warganet. 

Rumput yang tertutup dengan es tersebut memang kerap terjadi di wilayah Dieng, Jawa Tengah. Fenomena tersebut disebut dengan embun es atau embun upas. Fenomena embun upas diketahui cukup normal terjadi setiap tahunnya di daratan-daratan tinggi yang ada di Indonesia, tidak terkecuali Dieng, Jawa Tengah.

Baca Juga: Tak Seperti Tahun Sebelumnya, Dieng Culture Festival 2022 Bakal Digelar Bulan September, Ini Alasannya

Lantas, apa itu embun upas yang baru saja terjadi di Dieng tersebut? Simak informasi lengkapnya berikut ini.

Dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), embun upas atau bun upas menurut penduduk Dieng merupakan Embun Racun. Fenomena tersebut terjadi saat suhu menjadi sejuk, lantas turunlah embun-embun yang dingin dan membeku.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin menjelaskan bahwa peristiwa alam tersebut terjadi karena suhu yang cukup dingin untuk membentuk kristal es.

Fenomena embun upas tersebut juga terjadi karena kondisi meteorologis dan musim kemarau yang tengah berlangsung. Kondisi tersebut bisa menjadi faktor di beberapa daerah pegunungan atau dataran tinggi berpeluang mengalami kondisi udara kurang dari titik beku, dikarenakan molekul udara di daerah pegunungan lebih renggang dibandingkan dataran rendah.

Hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan terjadinya pendinginan dengan sangat cepat, terlebih saat cuaca cerah tidak tertutup awan atau hujan. Sehingga menyebabkan uap air yang ada di udara pada malam hari mengalami kondensasi yang akan mengembun, menempel jatuh di tanah, daun, maupun rumput.

Baca Juga: Embun Es di Dataran Tinggi Dieng Diperkirakan Muncul Selama 10 Hari

Air embun yang jatuh tersebut akan membeku dikarenakan suhu udara sangat dingin. Suhu udara kali ini cukup ekstrim hingga mencapai minus 1 derajat celcius.

Komentar