facebook

Pengguna TikTok Belanja 3.5 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Pengguna Lain Selama Mega Sales

Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati
Pengguna TikTok Belanja 3.5 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Pengguna Lain Selama Mega Sales
Ilustrasi belanja online (Freepik.com/benzoix)

Perubahan dari pandemi menjadi endemi tentu berdampak pada strategi pemasaran brand.

Suara.com - Mega Sales atau festival belanja akhir tahun di tanggal kembar 10.10, 11.11, dan 12.12, kerap dimanfaatkan oleh brand untuk menjangkau audiens dengan cara baru dan efektif, termasuk di TikTok

Namun, momen festival belanja tahun ini akan berbeda dari tahun sebelumnya, mengingat saat ini Indonesia memasuki masa endemi, yang membuat semakin banyak orang mulai melakukan kegiatan fisik, termasuk berbelanja. 

Perubahan dari pandemi menjadi endemi tentu berdampak pada strategi pemasaran brand. Pelanggan memang sudah bisa kembali berbelanja di toko offline, namun kebiasaan untuk mencari dan mendapatkan informasi produk ataupun promo secara online masih tetap ada. 

"Oleh karena itulah, perlu ada perputaran informasi yang seimbang dan memadai  antara online dan offline," ungkap Managing Director, Wavemaker Indonesia, Amir Suherlan, sebuah global media agency yang berpengalaman membantu brand di seluruh dunia untuk strategi pemasaran beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Viral Bapak Tua Cari Nafkah Bermodal Timbangan, Rela Dibayar Seikhlasnya

Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja daring di salah satu situs belanja daring di Jakarta, Rabu (15/6/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Warga menggunakan perangkat elektronik untuk berbelanja daring di salah satu situs belanja daring di Jakarta, Rabu (15/6/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Penemuan informasi mengenai produk dan brand juga kerap terjadi di periode festival belanja atau Mega Sales. Dari hasil survei TikTok terhadap ratusan pengguna dan non-pengguna TikTok di Indonesia, 71 persen dari responden menemukan brand atau produk baru pada periode ini.

Bahkan sebagian dari mereka juga mencari informasi lebih jauh tentang brand tersebut. Sebanyak 7 dari 10 responden juga mendapatkan informasi ini dengan menonton konten yang me-review produk incaran mereka. 

Di fase pencarian informasi ini, brand yang masuk dengan konten menghibur, baik melalui kolaborasi dengan kreator ataupun iklan, bisa mendorong pengguna untuk melakukan pembelian. 

Dari survei yang sama, terlihat bahwa 3 dari 10 pengguna melakukan pembelian setelah melihat iklan yang menghibur di TikTok. Momen Mega Sales yang dipenuhi promo juga memicu lebih banyak pembelian, tepatnya 3.5 kali lipat lebih banyak, dan bahkan hampir sebagian adalah pembelian yang tidak direncanakan. 

Engagement pengguna saat momen Mega Sales bertahan lama

Baca Juga: Hasil Riset: Ecommerce Bikin Laki-Laki Kini Lebih Sering Belanja Online Daripada Perempuan

Pengalaman pengguna TikTok yang merasa terhibur dengan konten pemasaran dan berbelanja selama Mega Sales tidak berhenti setelah periode selesai, seperti yang diungkapkan 80 persen responden survei. 

Komentar