Berencana Kuliah di Luar Negeri? Ini Negara Paling Diminati dan Oleh Pelajar Indonesia

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 14:10 WIB
Berencana Kuliah di Luar Negeri? Ini Negara Paling Diminati dan Oleh Pelajar Indonesia
Ilustrasi mahasiswa kuliah di luar negeri. (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Kuliah di luar negeri kerap jadi pilihan bagi sejumlah orang untuk melanjutkan pendidikan. Seiring waktu, minat kuliah di luar negeri para pelajar Indonesia ternyata terus naik.

Berdasarkan data Global Flow of Tertiary-Level Students yang dikeluarkan Institut Statistik UNESCO, sebanyak 53.604 siswa Indonesia melanjutkan studi di luar negeri pada tahun 2021. 

Selain dengan biaya sendiri, kuliah di luar negeri juga bisa lebih hemat finansial bila bisa mendapatkan program beasiswa. Tentu saja tidak mudah untuk bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri. 

Selain karena berbagai persyaratan serta kemampuan akademis yang baik, jumlah saingan yang banyak juga tentu menjadi tantangan untuk lolos beasiswa. Semakin Universitas tersebut populer dan banyak diminati, tentu saingannya semakin banyak.

ilustrasi berkuliah di luar negeri (pexels.com/Anastasiya Gepp)
ilustrasi berkuliah di luar negeri (pexels.com/Anastasiya Gepp)

Menurut mentor Study Abroad Academy Schoters Haniswita Korea Selatan, Singapura, dan Jepang jadi negara tujuan yang paling diminati pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah S1 hingga S3. 

Selain itu, Haniswita menambahkan bahwa minat khusus dari pelajar Indonesia untuk  melanjutkan S2 di Australia dan Inggris. Sedangkan untuk jenjang S3 banyak juga yang tertarik melanjutkan studi di Australia, Belanda, dan Malaysia.

Sedangkan negara yang belum terlalu banyak diminati pelajar Indonesia, menurut Haniswita, ialah wilayah Skandinavia atau utara Eropa yang terdiri dari Finlandia, Islandia, Swedia, Denmark, dan Norwegia. 

Meski sebenarnya kualitas pendidikan di negara-negara itu terkenal bagus. Menurut Haniswita, belum banyak pelajar Indonesia berminat lanjutkan kuliah di sana karen masih terbatas peluang beasiswa yang tersedia serta proses seleksi yang lebih ketat.

"Qatar, dengan rata-rata kualitas pendidikan yang jauh di atas Indonesia, juga memiliki peminat yang relatif rendah jika dibandingkan negara Timur Tengah lainnya seperti Turki, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi terkait kampus dan beasiswa di Qatar," ujarnya.

baca juga

Persiapan akademik yang matang menjadi faktor penting untuk menentukan keberhasilan lolos di kampus luar negeri. Beberapa tes akademik yang perlu disiapkan misalnya, tes masuk kuliah (ACT, SAT, A-level, dst) dan tes kemampuan bahasa sesuai negara tujuan (IELTS, TOEFL, TOPIK, dan lainnya). 

Namun, persiapan nonakademik juga tak kalah penting. Haniswita menyampaikan beberapa tips persiapan nonakademik yang perlu dilakukan siswa sedini mungkin:

  1. Mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang beasiswa dan universitas tujuan. Mulai dari yang sifatnya nonformal, seperti tips dari alumni, hingga informasi formal seperti berkas yang dibutuhkan dan tanggal pendaftaran.
  2. Mengalokasikan waktu yang cukup untuk menyusun dokumen pendaftaran seperti esai, CV, dan surat rekomendasi. Dokumen-dokumen tersebut berfungsi sebagai lembar promosi diri yang akan dinilai oleh pihak penyeleksi, sehingga harus dipersiapkan sebaik mungkin. 
  3. Melakukan persiapan wawancara, misalnya dengan mempelajari materi yang sering ditanyakan serta berlatih sesering mungkin.
  4. Mempersiapkan keperluan keberangkatan, seperti deposit, akomodasi, visa, mencari tips dan trik hidup di negara tujuan, dan sebagainya.
  5. Riset yang mendalam saat menyusun future plan. Hampir semua syarat program beasiswa atau universitas akan meminta rencana kontribusi yang akan dilakukan siswa setelah selesai studi. Menurut Hasniwati, future plan atau rencana kontribusi termasuk salah satu faktor penting yang dapat menentukan hasil seleksi.
  6. Menyesuaikan visi misi personal dengan visi misi beasiswa yang dituju. Beberapa beasiswa memiliki fokus terhadap bidang tertentu. Contohnya, beasiswa AAS (Australia Awards Scholarships) yang dua tahun terakhir ini berfokus pada Covid-19 Development Response Plan. Maka, siswa yang ingin mendapatkan beasiswa tersebut perlu memastikan rencana studinua sejalan dengan visi misi beasiswa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Lakukan 5 Hal Ini jika Ingin Presentasi Sempurna

Jangan Lakukan 5 Hal Ini jika Ingin Presentasi Sempurna

Your Say | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 13:40 WIB

4 Keunggulan Merantau ke Pulau Jawa, Pernah Merasakan?

4 Keunggulan Merantau ke Pulau Jawa, Pernah Merasakan?

Your Say | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 11:25 WIB

Terpopuler Kemarin: Pembunuh Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya Terancam Hukuman Mati

Terpopuler Kemarin: Pembunuh Mahasiswa Kedokteran Universitas Brawijaya Terancam Hukuman Mati

Malang | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 08:42 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×