Sulit Dipercaya, Petani Selandia Baru Harus Bayar Pajak untuk Sendawa dan Gas Urin Sapi

Arendya Nariswari, Rafidah Raihany

Kamis, 13 Oktober 2022 | 17:04 WIB
Sulit Dipercaya, Petani Selandia Baru Harus Bayar Pajak untuk Sendawa dan Gas Urin Sapi
(Unsplash/James Hammond)

Suara.com - Sebuah kebijakan baru yang hendak diterapkan oleh pemerintah Selandia Baru berhasil membuat geleng-geleng. Pasalnya mulai tahu 2025, pemerintah setempat akan menarik pajak dari sendawa dan gas urin sapi.

Melansir dari laman The Guardian, perdana Menteri Jacinda Ardern mengungkapkan rencana ini berkaitan dengan perubahan iklim. Nantinya, para petani diminta untuk membayar emisi gas dari pertanian rumah kaca mereka, termasuk metana yang dikeluarkan oleh sapi dan dinitrogen oksida dari urin ternak.

"Belum ada negara lain di dunia yang mengembangkan sistem untuk menetapkan harga dan pengurangan emisi pertanian sehingga petani Selandia Baru akan menjadi yang pertama di dunia untuk mengurangi emisi pertanian," tutur Jacinda dalam sebuah pidato di peternakan sapi perah North Island.

Ilustrasi sapi makan rumput (Unsplash.com/Simon Maisch)
Ilustrasi sapi makan rumput (Unsplash.com/Simon Maisch)

Jacinda juga menambahkan bila rancangan ini nantinya akan membantu memenuhi target Selandia Baru untuk mengurangi gas metana sebesar 10% di tahun 2030. Mereka juga memiliki target emisi nol bersih untuk tahun 2050.

Menurut rancangan ini, semua pendapatan dari pungutan akan digunakan untuk teknologi baru, penelitian, dan pembayaran intensif pada petani yang menerapkan praktik ramah iklim.

Oleh karenanya pemerintah memberi waktu bagi kelompok industri yang berpartisipasi dalam kemitraan untuk mempertimbangkan rancangan ini hingga pertengahan November.

Jika rencana ini mendapatkan banyak dukungan makan dokumen rancangan akan ditandatangani oleh kabinet pada awal 2023.

Sebelumnya, Selandia Baru beberapa kali membuat kebijakan untuk mengurangi emisi terutama dari sektor pertanian. Sejak dimulai pada tahun 2003 oleh Perdana Menteri Helen Clark, kebijakan ini seringkali mendapatkan protes dari beberapa pihak karena dianggap memberatkan petani.

Rancangan kebijakan ini dianggap akan menjadi solusi akhir dari pertikaian yang telah berlangsung bertahun-tahun ini.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

500 Paus Pilot Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Selandia Baru

500 Paus Pilot Ditemukan Mati Terdampar di Pantai Selandia Baru

Foto | Kamis, 13 Oktober 2022 | 10:00 WIB

Tes IQ: Bisakah Anda Menemukan Peternak Sapi? Hanya 2 Persen yang Mampu Melihatnya dalam Waktu 10 Detik

Tes IQ: Bisakah Anda Menemukan Peternak Sapi? Hanya 2 Persen yang Mampu Melihatnya dalam Waktu 10 Detik

Tasikmalaya | Rabu, 12 Oktober 2022 | 12:24 WIB

Mitos Gunung Agung yang Tak Boleh Dilanggar, Sapi Hitam Hingga Dilarang Tekan Lutut

Mitos Gunung Agung yang Tak Boleh Dilanggar, Sapi Hitam Hingga Dilarang Tekan Lutut

Bali | Kamis, 22 September 2022 | 11:47 WIB

Terkini

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Asap TPA Jatibarang Membahayakan, Kualitas Udara Radius 2 Km Tak Layak

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:43 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Kasus Dugaan Korupsi Kupedes Rp1,24 Miliar Segera Masuk Pengadilan Tipikor Surabaya

Jatim | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:36 WIB

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp8,3 Juta, Diambil dari APBN

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Pencurian Kabel Traffic Light di Jalan Cipaganti, Pria di Bandung Diringkus Polisi

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

Gibran Makin Rajin Muncul di Krisis MBG, Respons Pemerintah atau Bangun Citra Politik?

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Pembesaran Prostat Tanpa Khawatir Fungsi Seksual Terganggu, Kenali Terapi Rezum

Health | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:23 WIB

×