Lesti Kejora Cabut Laporan Kasus KDRT Untuk Rizky Billar, Ketahui Apa Itu Siklus Kekerasan dan Dampaknya untuk Korban

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 09:05 WIB
Lesti Kejora Cabut Laporan Kasus KDRT Untuk Rizky Billar, Ketahui Apa Itu Siklus Kekerasan dan Dampaknya untuk Korban
Rizky Billar, Lesti Kejora serta Baby L. [rizkybillar / Instagram]

Pelaku akhirnya melepaskan ketegangan ini pada orang lain, mencoba untuk mendapatkan kembali kekuasaan dengan membangun kontrol. Penyalahgunaan mungkin melibatkan: penghinaan atau pemanggilan nama, ancaman bahaya atau perusakan properti, mencoba mengendalikan perilaku pasangan, kekerasan seksual atau fisik, hingga manipulasi emosi.

Mereka mungkin menuduh korban membuat mereka marah atau menyalahkan pasangan mereka atas masalah hubungannya. Ingatlah bahwa orang memilih untuk melecehkan orang lain. Ketegangan apa pun yang mereka alami dapat membantu menjelaskan kekerasan tersebut, tetapi hal itu sulit untuk diterima.

3. Rekonsiliasi

Setelah insiden kekerasan, ketegangan secara bertahap mulai memudar. Dalam upaya untuk melewatinya, pelaku sering menggunakan kebaikan, hadiah, dan gerakan penuh kasih untuk sampai pada tahap "bulan madu".

Perilaku setia ini dapat memicu pelepasan dopamin dan oksitosin, membantu korbam merasa lebih terikat dan membuat pasangan percaya bahwa hubungan "asli" dan "normal" mereka telah kembali.

4. Tenang

Untuk menjaga perdamaian dan harmoni, kedua belah pihak umumnya harus memberikan semacam penjelasan atau pembenaran atas pelanggaran tersebut.

Pasangan yang kasar mungkin meminta maaf sambil menyalahkan orang lain, menunjuk ke faktor luar untuk membenarkan perilaku mereka, meminimalkan penyalahgunaan atau menyangkal hal itu terjadi, menuduh korban memprovokasi mereka.

Serta tentu saja, pelaku akan menunjukkan banyak penyesalan, meyakinkan morbam bahwa itu tidak akan terjadi lagi. Di sinilah korban mungkin mulai menerima alasan mereka, bahkan meragukan ingatan sendiri tentang kekerasan itu. Mungkin itu benar-benar bukan apa-apa, seperti yang mereka katakan.

Penangguhan hukuman ini menawarkan kelegaan dari ketegangan dan rasa sakit baik secara fisik dan emosional. Korban mungkin merasa yakin bahwa apa pun yang membuat mereka kesal dan memicu kekerasan telah berlalu. Tentu saja mereka percaya bahwa pasangan kasar mereka akan melakukan hal seperti itu lagi.

Baca Juga: Selain Suka Sewa Mobil demi Konten, Sales Supercar Ngaku Rizky Billar Genit padanya

Siklus Kekerasan Akan Berulang

Nanun, ketahuilah, jika siklus ini kemudian akan berulang dari waktu ke waktu. Lamanya waktu antara setiap pengulangan dapat bervariasi. Seiring berjalannya waktu, periode tenang bisa menjadi sangat singkat atau bahkan hilang sama sekali dari siklus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI