Hari Pangan Sedunia 2022, Momentum Atasi Kasus Kelaparan Dunia

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Minggu, 16 Oktober 2022 | 13:20 WIB
Hari Pangan Sedunia 2022, Momentum Atasi  Kasus Kelaparan Dunia
Ilustrasi panen. (pexels.com/Anna Tarazevich)

Suara.com - Pangan menjadi salah satu hal penting yang menunjang kehidupan. Melalui pangan, itu akan menghasilkan berbagai makanan yang berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia. Meski demikian, masih banyak orang yang kelaparan serta tidak memiliki kesempatan untuk konsumsi makanan.

Pentingnya pangan ini, dibuatlah Hari Pangan Sedunia untuk mengingatkan dan mengatasi masalah kelaparan di seluruh dunia. Pada tahun ini, tema Hari Pangan Sedunia yaitu “Leave No One Behind” atau “Tidak meninggalkan siapapun di belakang”.

Perwakilan FAO Indonesia, Dewi Fatmaningrum mengatakan, tema satu ini ditujukan untuk menghadapi tantangan dan masalah yang ada di dunia serta membuat sistem pengolahan pangan yang lebih baik.

Ilustrasi sayuran (Unsplash.com/ Iñigo De la Maza)
Ilustrasi sayuran (Unsplash.com/ Iñigo De la Maza)

Dewi menuturkan, fokus Hari Pangan Sedunia 2022 yaitu untuk menciptakan produksi yang lebih baik, tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga hidup dan masa depan.

“Kita ingin menuju lebih baik lagi dengan memperhatikan berbagai hal kayak produksi, akses pangan sehat. Intinya untuk better environment, terus better life, dan masa depan,” ungkap Dewi konferensi pers Road to Eathink Market Fest 2022, (11/10/2022).

Sejarah

Melansir News18, peringatan Hari Pangan Sedunia ditetapkan oleh Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) pada 1979. Peringatan ini juga bertepatan dengan hari lahirnya FAO.

Setiap tahunnya, Hari Pangan Sedunia memiliki tema khusus yang berbeda-beda. Hingga saat ini, peringatan ini dirayakan lebih dari 150 negara di seluruh dunia untuk meningkatkan kesadaran tentang krisis kelaparan global.

Tidak hanya itu, peringatan Hari Pangan Sedunia juga dimaksudkan untuk menyebarkan pesan bahwa makanan adalah hak asasi manusia yang mendasar.

baca juga

Diharapkan dengan adanya Hari Pangan Sedunia,  akan ada inisiatif kesadaran untuk memperhatikan pentingnya pangan terutama masalah kesehatan akibat kekurangan atau kelebihan gizi.

Untuk Indonesia sendiri masih memiliki masalah terkait food loss and waste. Bahkan, Indonesia masuk ke dalam tiga besar negara dengan angka limbah makanan terbesar di dunia. Oleh sebab itu, Dewi menjelaskan, penting untuk mengurangi food loss and waste agar bisa memberikan banyak manfaat bagi orang-orang.

“Selain itu, food loss and waste, Indonesia sendiri masuk 3 besar setelah arab dan AS. Kita harus memikirkan semuanya untuk masa depan. Jangan sampe menyisakan makanan karena dari situ sebenarnya kita bisa memberikan makan banyak orang, jadi jangan sampe tersisa gitu,” jelas Dewi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komunitas Nelayan Pendukung Ganjar Dorong Kemandirian Pangan dari Sektor Laut

Komunitas Nelayan Pendukung Ganjar Dorong Kemandirian Pangan dari Sektor Laut

Bisnis | Minggu, 16 Oktober 2022 | 12:03 WIB

16 Oktober Hari Pangan se Dunia, Ini Sejarahnya

16 Oktober Hari Pangan se Dunia, Ini Sejarahnya

Purwokerto | Minggu, 16 Oktober 2022 | 08:18 WIB

Tiga Sekawan yang Berpotensi Bantu 'Sembuhkan' Krisis Pangan

Tiga Sekawan yang Berpotensi Bantu 'Sembuhkan' Krisis Pangan

Poptren | Jum'at, 14 Oktober 2022 | 21:21 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×