Wacana Gibran Rakabuming Larang Pedagang di CFD Solo Ditentang Pakar Lingkungan: Tak Selesaikan Masalah!

Rabu, 02 November 2022 | 09:20 WIB
Wacana Gibran Rakabuming Larang Pedagang di CFD Solo Ditentang Pakar Lingkungan: Tak Selesaikan Masalah!
Sejumlah warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Duren Sawit, Jakarta, Minggu (5/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Viral Walikota Solo Gibran Rakabuming minta saran terkait sampah CFD (car free day) yang menggunung, ditanggapi Founder Waste4Change Muhammad Bijaksana Junerosano.

Beberapa waktu lalu cuitan Gibran di Twitter, menanyakan ide dan persetujuan CFD untuk melarang pedagang berjualan karena sampah yang menggunung.

"Sampah setelah car free day. Ada yang setuju CFD tanpa pedagang? Atau ada ide lain?," cuit @gibran_tweet dikutip suara.com, Selasa (1/11/2022).

Alih-alih melarang pedagang berjualan di CFD, lelaki yang akrab disapa Sano itu menyarankan Gibran untuk menegakan hukum larangan membuang sampah sembarangan.

Ini karena akar masalah dari sampah yang menggunung yaitu kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan, yang tidak cukup bisa diselesaikan dengan edukasi.

"Kebiasaan sehari-hari dimana-mana, akhirnya terjadi di CFD. Sebenarnya yang perlu dilakukan adalah penegakan hukum, dan kemudian membangun yang namanya event waste manajemen, sama saja kalau sehari-hari, walau bukan event, waste manajemennya harus dibangun," ujar Sano kepada suara.com, di Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2022).

Lelaki yang juga Founder Greeneration.id dan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik itu menjelaskan, melarang pedagang berjualan di CFD hanya akan sia-sia, karena mereka akan menerapkan membuang sampah sembarangan di tempat lain.

Suasana CFD di kawasan Taman Bungkul Kota Surabaya. Terhitung mulai November 2021, Pemkot Surabaya akan menggelar CFD di kawasan Kembang Jepun. [Beritajatim.com]
Suasana CFD di kawasan Taman Bungkul Kota Surabaya. Terhitung mulai November 2021, Pemkot Surabaya akan menggelar CFD di kawasan Kembang Jepun. [Beritajatim.com]

Daripada melarang, kata Sano, baiknya berikan pedagang dan pengunjung CFD aturan ketat saat berkegiatan, aturan ini harus dipatuhi. Ditambah jika aturan ini dilanggar ada konsekuensi yang harus diterima pedagang maupun pengunjung.

"Contoh aja, seperti Covid-19, itu kan tanpa masker, tidak vaksin, kita nggak bisa naik pesawat, nggak bisa ke mal, jadi ada konsekuensinya. Itu akhirnya membuat perubahan perilaku dalam diri kita, kita jadi nurut kan," terang Sano.

Baca Juga: Gibran Siap Disanksi Presiden, Tak Anggarkan Pembelian Mobil Listrik, dan Pilih Bangun Pasar untuk Warga Kota Solo

Sano mengingatkan, sanksi ini tidak bisa berupa marah atau dengan emosional, tapi perlu ketegasan serta digunakan dengan mekanisme yang benar. Bisa juga melibatkan anak muda sebagai agen perubahan.

"Lalu, mau nggak mau ngurusin sampah butuh biaya. Jadi harus dipikirkan mau nggak mau bagaimana pembiayaan baik supaya CFD benar-benar bersih," tutup Sano.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI