Cara Mengatasi Rambut Kemaluan Tajam Setelah Dicukur Ala Dokter Kulit

Jum'at, 17 Maret 2023 | 05:16 WIB
Cara Mengatasi Rambut Kemaluan Tajam Setelah Dicukur Ala Dokter Kulit
Ilustrasi mencukur rambut kemaluan. (Shutterstock)

Suara.com - Mencukur rambut Miss V kini sudah jadi rutinitas sehari-hari bagi perempuan. Tapi beberapa orang mengalami rambut kemaluan tajam setelah dicukur, gimana ya cara mengatasinya?

Adapun rambut kemaluan tajam setelah dicukur terjadi karena akar rambut tidak sepenuhnya hilang dan masih tersisa, sehingga menimbulkan efek tajam. Umumnya rambut kemaluan tajam juga terjadi jika mencukur menggunakan gunting.

Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika RSPI Pondok Indah, dr. Suksmagita Pratidina, Sp.DVE mengatakan, solusi agar cukur rambut kemaluan tidak tajam disarankan untuk dicabut hingga akar rambut, salah satunya alih-alih memakai gunting disarankan menggunakan hair removal.

"Untuk kulit sensitif supaya tidak iritasi untuk merontokan rambut adalah hair removal, hair removal bisa denagn laser itu bagus untuk matiin si folikel rambut," jelas dr. Suksmagita dalam acara diskusi RSPI Group di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Vagina, organ intim, miss V (Pixabay/silviarita)
Rambut kemaluan, organ intim, miss V (Pixabay/silviarita)

Hair removal juga jadi salah satu perawatan untuk mencegah pertumbuhan rambut di sesi berikutnya tidak berlebihan atau tidak terlalu lebat dan tidak terlalu tajam. Bahkan kata dr. Suksmagita, rambut yang tumbuh di sesi berikutnya akan lebih halus dan lebih nyaman di kulit.

"Jadi yang kita lakukan adalah bagaimana caranya kita mengontrol menyetop produksi tumbuhnya rambut yang terlalu berlebihan. Nah, yang kita bicarakan membuat rambut beserta folikelnya," ujar dr. Suksmagita.

Lebih lanjut, dokter yang berpraktik di RSPI Pondok Indah itu menjelaskan salah satu contoh perawatan hair removal, bisa berupa laser yang langsung menyasar akar rambut agar tidak kembali tumbuh. Sinar laser nantinya akan secara fokus dan efektif, akan menghilangkan dan menghentikan pertumbuhan rambut secara permanen.

"Jadi konsepnya daerah di sana berbulu, emang begitu. Akan tetapi, kita tidak suka dengan rambut yang tebal yang rimbun, yang menyebabkan kondisi mudah lembab gatal, mudah jerawat dan infeksi bakteri," tutup dr. Suksmagita.

Baca Juga: Muncul Jerawat di Bibir Vagina Apakah Berbahaya? Ini Kata Dokter Kulit

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI