Polusi Udara Jakarta Berdampak Negatif Pada Pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno: Kita Aktifkan Kembali WFH

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Selasa, 15 Agustus 2023 | 10:30 WIB
Polusi Udara Jakarta Berdampak Negatif Pada Pariwisata, Menparekraf Sandiaga Uno: Kita Aktifkan Kembali WFH
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI) Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan materi dalam kegiatan International Tourism Investment Forum (ITIF) di Badung, Bali, Rabu (26/7/2023). [ANTARA/Naufal Fikri Yusuf ]

Suara.com - Masalah polusi udara di Jakarta kini kian mengkhawatirkan. Pasalnya, dari polusi udara tersebut, banyak masyarakat mengalami masalah kesehatan, khususnya pada pernapasan. Tidak hanya itu, dengan tingginya polusi ini secara tidak langsung memengaruhi pariwisata yang ada di Jakarta.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno mengatakan, tingginya polusi ini harus dikontrol karena sangat memengaruhi kesehatan. Oleh karena itu, pihaknya dan pemerintah kini menjadikan polusi di Jakarta sebagai pusat perhatian yang harus diatasi.

“Nah tentunya ini akan berdampak sangat negatif terhadap pariwisata kita, jadi harus kita kontrol agar ini segera ada tindak lanjutnya. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut. Dan ini adalah hal yang akan menjadi top of mind, menjadi pusat perhatian kita,” ucap Sandiaga Uno dalam Weekly Briefing with Sandiaga Uno, Senin (14/8/2023).

aplikasi cek polusi udara (Freepik)
aplikasi cek polusi udara (Freepik)

Lebih lanjut, dalam mengatasi polusi tersebut, pihaknya nantinya akan menerapkan sistem kerja work from home (WFH) kepada masyarakat, khususnya di lingkup Kemenparekraf. Hal ini difokuskan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat.

Pasalnya, transportasi ini menjadi salah satu penyebab tingginya polusi di Jakarta. Oleh sebab itu, menurut Sandiaga Uno, dengan menerapkan WFH ini akan membantu kurangi penggunaan kendaraan yang sebabkan tingginya polusi.

“Nah ini yang tadi keseriusan pemerintah langsung kita ratas, langsung diputuskan dalam seminggu ada jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang. Salah satu yang menjadi penyumbang terbesar adalah transportasi, makanya tadi langsung kita putuskan mengaktifkan kembali work from home (WFH) dan kita mengurangi penggunaan kendaraan pribadi untuk beralih ke transportasi umum dalam lingkup Kemenparekraf,” jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk penggunaan mesin-mesin yang mengeluarkan emisi tidak ramah juga dianjurkan untuk dikonversikan ke listrik. Hal ini dalam rangka memastikan tidak ada emisi karbon yang membahayakan masyarakat.

“Yang kedua adalah, bagaimana kita melakukan konversi seperti yang kita lakukan di destinasi untuk mesin-mesin yang menggunakan energi yang tidak ramah lingkungan dikonversi ke listrik. Dan juga industri-industri yang ada di sekeliling Jakarta ini untuk menerapkan penerapan scrubber atau memastikan tidak ada emisi karbon yang membahayakan masyarakat,” sambungnya.

Sebagai sosok yang hobi untuk olahraga, Sandiaga Uno mengaku merasakan langsung dampak polusi pada pernapasannya. Ia mengatakan, rupanya udara pagi di Jakarta justru lebih parah dibandingkan siang hari. Sebab dampaknya yang kurang baik ini menurutnya perlu dilakukan penanganan segera.

baca juga

“Saya sendiri terdampak karena, saya kan suka lari diluar hampir 5 atau 6 kali seminggu saya lari diluar dan ternyata pagi itu adalah yang terparah. Jadi pagi itu 100 sampai 190 dan kadang-kadang ada yang 200, baru agak siang itu turun sedikit. Jadi kayak 13 Agustus lalu pagi jam 7 Jakarta itu adalah kota terburuk kualitas udaranya di dunia,” kata Sandiaga Uno. 

Untuk penerapan WFH sendiri, kemungkinan akan dimulai pada satu hingga dua minggu ke depan. Sementara itu, sistem ini akan dilakukan dengan 4 hari WFH, 1 hari WFO. Namun, saat ini masih dirundingkan untuk keputusannya.

“Nanti dalam satu dua minggu kedepan, tapi di lingkup kemenparekraf saya langsung putuskan tadi kita akan kembali dan kita akan rundingkan internal tapi panduannya itu antara lima hari ini 4 WFH dan 1 hari WFO,” pungkas Sandiaga Uno.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Batuk Selama Empat Minggu Gegara Polusi Udara, Sudah Separah Itu?

Jokowi Batuk Selama Empat Minggu Gegara Polusi Udara, Sudah Separah Itu?

Lifestyle | Selasa, 15 Agustus 2023 | 08:41 WIB

Jangan Sampai Kena ISPA, Ini 10 Tips Kesehatan untuk Jaga Diri Saat Polusi Udara Tinggi

Jangan Sampai Kena ISPA, Ini 10 Tips Kesehatan untuk Jaga Diri Saat Polusi Udara Tinggi

Health | Selasa, 15 Agustus 2023 | 08:24 WIB

Pengamat: Solusi Atasi Polusi Udara di Jakarta Konteks Jangka Pendeknya Bukan WFH

Pengamat: Solusi Atasi Polusi Udara di Jakarta Konteks Jangka Pendeknya Bukan WFH

Jakarta | Selasa, 15 Agustus 2023 | 06:10 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×