Diseret ke Mahkamah Internasional, Begini Serangkaian Pelanggaran Konvensi Genosida oleh Israel

Dany Garjito, Dyah Ayu Nur Wulan

Selasa, 16 Januari 2024 | 11:15 WIB
Diseret ke Mahkamah Internasional, Begini Serangkaian Pelanggaran Konvensi Genosida oleh Israel
Mahkamah Internasional di Den Haag, Belanda. (ANTARA/Cindy Frishanti)

Suara.com - Belakangan ini kabar Afrika Selatan turut memperjuangkan kebebasan Palestina masih ramai menjadi sorotan. Negara Afrika Selatan yang diwakili sejumlah pengacara, salah satunya Vaughan Lowe melayangkan gugatan genosida Israel ke Mahkamah Internasional alias ICJ. Ditegaskan Lowe, praktik genosida tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apapun.

Ditegaskan oleh Fouder Indonesia Halal Watch itu bahwa langkah Afrika Selatan tidak hanya menyelamatkan bangsa Palestina namun juga memperjuangkan kemanusiaan.

Langkah konkret Afrika Selatan juga menjadi bukti bahwa ketidakadilan ada dimana-mana. Apa yang dilakukan Afrika Selatan ini berdampak pada sistem internasional.

"Akan ada tensi atau tekanan yang dapat mempengaruhi pemerintah global," kata Katib Syuriyah PBNU itu.

Per tanggal 11 hingga 12 Januari menurut laporan Ikhsan di Mahkamah Internasional, majelis hakim ICJ telah mendengarkan laporan Afrika Selatan atas genosida yang dilakukan Israel terhadap Bangsa Palestina.

Inisiasi ini menjadi sangat penting untuk perlu didukung karena sebagai langkah awal yang legal untuk mulai mentracking kejahatan internasional dan Hukum Humanitarian Internasional yang dilakukan Israel terhadap Palestina dengan menghadirkan bukti-bukti untuk menjatuhkan sanksi dan embargo.

Israel Sudah Melanggar Konvensi Genosida

Afrika Selatan berpendapat Israel telah melanggar Pasal II Konvensi Genosida. Adapun pengacara yang mewakili Afrika Selatan, Adila Hassim memaparkan serangkaian pelanggaran Israel terkait Konvensi Genosida.

1. Pembunuhan massal warga Palestina di Gaza

baca juga

Lebih dari 23 ribu warga Palestina telah terbunuh dari jumlah tersebut, sekitar 9600 adalah anak-anak dan 6.750 adalah perempuan. Ada 7000 orang yang masih hilang.

2. Menyebabkan kerugian fisik dan mental yang serius

Serangan Israel telah melukai hampir 60.000 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak. Israel mengerahkan 6 ribu bom per-pekan. Setidaknya 200 kali, mereka telah mengerahkan bom seberat 2000 pon di Gaza Selatan.

3. Sengaja membuat kondisi yang tidak dapat menopang kehidupan

Israel telah memblokir makanan dan air hingga obat-obatan di jalur Gaza yang menyebabkan kelaparan meluas. Kondisi itu memaksa sekitar 85 persen warga Palestina di Gaza untuk mengungsi.

4. Mencegah kelahiran bayi di Gaza

Israel memblokir pengobatan penyelamat hiwa yang diperlukan untuk melahirkan bayi. Afrika Selatan menilai pemblokiran bertujuan untuk mencegah kelahiran dalam kelompok tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Seret Israel ke Mahkamah Internasional, Terima Kasih Afrika Selatan!

Seret Israel ke Mahkamah Internasional, Terima Kasih Afrika Selatan!

News | Senin, 15 Januari 2024 | 19:41 WIB

Ribuan Anak Tewas di Gaza, Ratusan Sepatu Mejeng di Depan Kedubes Amerika

Ribuan Anak Tewas di Gaza, Ratusan Sepatu Mejeng di Depan Kedubes Amerika

Foto | Senin, 15 Januari 2024 | 19:31 WIB

5 Timnas dengan Skuad Tertua di Piala Afrika 2023

5 Timnas dengan Skuad Tertua di Piala Afrika 2023

Your Say | Minggu, 14 Januari 2024 | 18:34 WIB

Terkini

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Polres Cimahi Musnahkan 150 Kilogram Tembakau Sintetis Hasil Penggerebekan di Batujajar

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Memetik Pelajaran Kehidupan dari Buku Harapan Semu untuk Sebuah Masalah

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Urutan Pemakaian Krim Pagi, Sunscreen, dan Air Mawar sebagai Setting Spray

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Pastikan Pelayanan Siap, Wali Kota Solo Cek Persiapan Haul Solo

Surakarta | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:58 WIB

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Nasib Apes Casriah Warga Sukabumi: Utangi Teman Miliaran Rupiah, Jaminan Sertifikat Malah Disita BNN

Jabar | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Anti-Breakout! 4 Hybrid Sunscreen Mugwort Redakan Kemerahan dan Iritasi

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

Bakom RI Bakal Manfaatkan AI untuk Sosialisasikan Program dan Pemikiran Presiden Prabowo

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Hadapi Persis Solo, Kendal Tornado FC Akui Jadi Ujian Mental di Stadion Manahan

Jawa Tengah | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:47 WIB

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

RI Mau Pakai Teknologi Norwegia Bangun PLTA

Bisnis | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 18:46 WIB

×