Tak Kalah dengan Turki, Dokter Ini Kembangkan Transplantasi Rambut dengan Metode FUE Pertama di Indonesia

Dinda Rachmawati Suara.Com
Jum'at, 19 Januari 2024 | 14:00 WIB
Tak Kalah dengan Turki, Dokter Ini Kembangkan Transplantasi Rambut dengan Metode FUE Pertama di Indonesia
dr. Auda Fadhlina Mbiomed, AAM Jadi Pembicara di World Congress FUE Asia 2024 di India, Mumbai (Dok. Istimewa)

Suara.com - Transplantasi rambut atau hair transplant menjadi salah satu perawatan yang banyak diminati saat ini untuk mengatasi kebotakan. Meski dipopulerkan di Turki, kini, layanan yang dikenal sebagai cangkok rambut tersebut juga hadir di Indonesia dengan kualitas terbaik. 

Salah satunya di KAI Clinic yang sudah memiliki pengalaman di bidang transplantasi rambut sejak 7 tahun lalu. Disebutkan dr. Auda Fadhlina Mbiomed, AAM, klinik satu ini menjadi yang pertama dan satu-satunya dokter yang menggunakan teknik transplantasi rambut long hair follicular unit extraction (FUE) di Indonesia.

"Hair transplant di KAI Clinic memiliki hasil yang natural, 96-98% keberhasilan rambut tumbuh alami, non invasif, tanpa bekas luka, jarak antar rambut yang alami," jelas dia dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.

Long hair FUE sendiri kata dia dilakukan dengan rambut langsung panjang menggunakan teknologi kombinasi FUE with Implanter di mana penanaman rambut dibuat serapat dan senatural mungkin dengan penggunaan implanter.

Untuk melakukan perawatan ini, kata dr. Auda, pasien perlu melakukan check lab di h-3 sebelum prosedur, selain itu tidak perbolehkan minum kopi, teh, dan semua multivitamin, menghentikan penggunaan produk rambut h-7 seperti miinoxidil, finasteride, dan hair tonic. 

"Lalu sesudah transplantasi rambut pasien di KAI Clinic harus menghabiskan obat yang diberikan pasca tindakan," kata dia.

Selain itu, pasien juga tidak boleh mencuci rambut sampai h+3, dilarang menggunakan penutup kepala seperti topi dan helm.

Pasien juga tidak boleh langsung terpapar sinar matahari secara langsung, berenang dan menghindari aktivitas yang menyebabkan berkeringat berlebih selama kurang lebih satu bulan dan yang terakhir menghindari shampoo yang menggandung SLS dan paraben.

Dengan pengalaman tersebut, baru-baru ini dr. Auda turut menghadiri World Congress FUE Asia 2024 di India, pada Mumbai 13 Januari 2024 lalu untuk memberikan speech mengenai Pre and Post Operative Care saat Hair Transplant.

Baca Juga: Karier dr Tirta, Dari Dokter Puskesmas Beralih Jadi Pengusaha sampai Influencer

"Kunci keberhasilan KAI Clinic dalam masalah penanganan after hair transplant kepada pasien notabenenya harus dilakukan dengan cara-cara yang tepat sehingga dapat menghasilkan hasil rambut yang maksimal," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI