Minim Empati, Bisakah Orang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik Mencintai Orang Lain?

Vania Rossa Suara.Com
Kamis, 25 April 2024 | 05:30 WIB
Minim Empati, Bisakah Orang dengan Gangguan Kepribadian Narsistik Mencintai Orang Lain?
Ilustrasi gangguan kepribadian narsisme. (Shutterstock).

Suara.com - Gangguan kepribadian narsistik atau narcissistic personality disorder (NPD) adalah salah satu gangguan mental yang membuat pengidapnya merasa sangat penting dan harus dikagumi. 

Orang awam kerap menyebutnya sebagai narsis, dan memang pada kenyataannya, orang dengan NPD memiliki kadar cinta yang berlebihan terhadap dirinya sendiri. Hal ini karena mereka merasa dirinya lebih baik daripada orang lain di sekitarnya. 

Lalu yang menjadi pertanyaan, bisakah orang dengan NPD mencintai orang lain, seperti pasangan atau anaknya?

Menjawab pertanyaan tersebut, Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Zulvia Oktanida Syarif, SpKJ mengatakan bahwa orang dengan NPD tidak punya kemampuan untuk mencintai. 

"Dia minim sekali kemampuan mencintainya. Jadi dia tidak mengerti rasanya mencintai seseorang, sehingga dia juga tidak mengerti bagaimana berkorban untuk orang lain. Karena memang dia tidak punya kemampuan itu," kata dr. Zulvia dalam acara KEB Intimate Session with di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Mencintai seseorang, menurut dr. Zulvia, adalah tentang berusaha memahami dan berkorban. Namun, bagi orang dengan NPD, mereka tidak bisa melakukan kedua hal itu.

Namun yang harus diwaspadai, orang dengan NPD kerap 'menipu' pasangannya dengan berperilaku manis di awal perkenalan. Tapi, ini bukanlah bentuk cinta, melainkan seperti 'perangkap' kepada seseorang yang akan menjadi supply pujian, pengaguman, dan pemujaan yang dibutuhkan olehnya.

"Kenapa dia bisa menunjukkan love bombing dari awal dia berkenalan, karena dia merasa orang ini yang akan menjadi 'korban', yang bisa memberikan supply untuk narsismenya dia," kata dr. Zulvia. 

Tak hanya kepada pasangan, orang dengan NPD juga akan berlaku sama kepada anaknya, di mana ia berpikir kalau anak bisa menjadi suplai juga baginya. 

Baca Juga: Meski Bukan Psikopat, Jessica Wongso Disebut Mengalami Kombinasi Dua Gangguan Kejiwaan!

"Bahkan kalau anak berprestasi, dia akan klaim bahwa itu adalah pencapaiannya. 'Ini anak gue, nih gue yang besarin gue'. Jadi dia akan menganggap bahwa anak adalah investasinya yang kelak akan menjadi supply baginya," kata dr. Zulvia lagi.

Jadi, apakah orang dengan NPD bisa mencintai? Menurut dr. Zulvia, mereka mencintai dengan caranya sendiri, tapi cintanya mereka berbeda dengan orang kebanyakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI