Syahrini Melahirkan Anak Pertama, Bagaimana Status Kewarganegaraan WNI Lahir di Singapura?

Vania Rossa

Rabu, 07 Agustus 2024 | 13:08 WIB
Syahrini Melahirkan Anak Pertama, Bagaimana Status Kewarganegaraan WNI Lahir di Singapura?
Syahrini melahirkan di Singapura. (Instagram)

Suara.com - Syahrini dan Reino Barack baru saja dikaruniai anak pertama. Diketahui, Syahrini melahirkan pada tanggal 1 Agustus 2024 lalu lewat operasi Caesar di sebuah rumah sakit swasta di Singapura. Hal ini pun  menimbulkan pertanyaan, bagaimana status kewarganegaraan WNI lahir di Singapura? Berikut ini penjelasannya.

Diketahui, Singapura memang dikenal memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terbaik di dunia, termasuk perawatan untuk persalinan. Selain itu, Singapura juga menawarkan banyak pilihan dokter professional.

Lantas, bagaimana denvan status kewarganegaraan bayi yang lahir di Singapura? Nah untuk mengetahuinya, simak penjelasannya berikut ini.

Status Kewarganegaraan WNI Lahir di Singapura

Melansir dari laman Kemenlu (Kementrian Luar Negeri), WNI yang tidak tinggal di Singapura namun ingin melahirkan di Singapura, maka dapat mengajukan surat permohonan yang menyatakan bahwa anak yang akan lahir tersebut akan menjadi WNI.

Untuk mengajukan surat permohanan menjadi WNI bagi anak yang lahir di luar negeri ini ada beberapa persyaratan dokumen yang perlu dipersiapkan. Adapun beberapa syarat dokumennya sebagai berikut:

  1. Surat Keterangan dari Dokter Singapura (Asli) yang menyatakan tanggal jatuh tempo melahirkan
  2. Surat Keterangan ditujukan ke Embassy of the Republic of Indonesia,  7 Chatsworth Road Singapore 249761
  3. Fotocopy Paspor Suami dan Isteri
  4. Fotocopy Akta Perkawinan

Untuk pengajuan surat permohonan keterangan menjadi WNI bagi anak yang melahirkan di Singapura ini tidak dipungut biaya alias gratis. Untuk proses pembuatan menjadi WNI ini memakan waktu dua hari kerja saja.

Untuk pelayanan bagi yang ingin mengajukan surat permohonan keterangan menjadi WNI yaitu dibuka dari hari Senin hingga Jumat dan tutup saat hari libur. Untuk pengajuan dilakukan dari pukul 09.00-12.00 siang dan pengambilan dilakukan pada pukul  15.00-17.00.

Sebagai informasi tambahan, pakai pakaian yang sopan saat melakukan pengajuan surat permohonan keterangan menjadi WNI. Dilarang menggunakan sandal, baju tak berlengan, celana pendek, kaca mata hitam, topi, helm, dan jaket.

baca juga

Selain itu dilarang juga membawa kamera, memotret, membawa koper atau tas besar, membawa hewan peliharaan, bersuara keras, bawa makanan minuman, merokok, bawa senjata tajam, bawa senjata api, dan peledak.

Demikian ulasan mengenai status Kewarganegaraan WNI Lahir di Singapura yang perlu diketahui. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Mount Elizabeth Novena Singapura, Tempat Syahrini Melahirkan Anak Pertamanya

Profil Mount Elizabeth Novena Singapura, Tempat Syahrini Melahirkan Anak Pertamanya

Health | Rabu, 07 Agustus 2024 | 10:29 WIB

Biaya Melahirkan di Singapura, 4 Artis Pilih Bersalin di Sana

Biaya Melahirkan di Singapura, 4 Artis Pilih Bersalin di Sana

Lifestyle | Rabu, 07 Agustus 2024 | 10:18 WIB

Diisukan Tak Akur, Interaksi Syahrini dan Ibu Mertua sebelum Melahirkan Bikin Haru

Diisukan Tak Akur, Interaksi Syahrini dan Ibu Mertua sebelum Melahirkan Bikin Haru

Entertainment | Rabu, 07 Agustus 2024 | 08:53 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×