Siapa yang Membentuk Rabithah Alawiyah? Pencatat Jejak Sejarah Hadhrami Ba'alawi di Indonesia

M. Reza Sulaiman

Sabtu, 14 September 2024 | 07:51 WIB
Siapa yang Membentuk Rabithah Alawiyah? Pencatat Jejak Sejarah Hadhrami Ba'alawi di Indonesia
Rabithah Alawiyah (tangkapan layar)

Suara.com - Rabithah Alawiyah adalah sebuah organisasi yang menaungi komunitas Hadhrami dari keturunan Ba'alawi. Organisasi ini menyelenggarakan diskusi yang membahas nasab Nabi, yang turut dihadiri oleh sosok Guru Gembul.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Rabithah Alawiyah dan dilaporkan berlangsung pada akhir pekan, Sabtu hingga Minggu, tanggal 7-8 September 2024, bertempat di Jakarta.

Dalam diskusi yang mengangkat tema "Membedah Tulisan yang Membatalkan Nasab Ba'alawi," beberapa tokoh turut diundang. Salah satu peserta yang hadir adalah Guru Gembul.

Pembahasan dalam Diskusi Rabithah Alawiyah dan Guru Gembul

Diskusi antara Rabithah Alawiyah dan Guru Gembul yang disiarkan melalui kanal Youtube Nabawi TV, menyoroti pendapat Guru Gembul tentang polemik nasab yang sering dikaitkan dengan klan Ba'alawi. Menurutnya, polemik ini lebih bersifat emosional daripada akademis.

"Di Indonesia, ada jutaan orang yang terlibat dalam perdebatan soal nasab, tapi berapa banyak dari mereka yang benar-benar bisa mengakses kitab-kitab Kiai Imad atau literatur Rabithah Alawiyah? Hanya segelintir saja," ungkap Guru Gembul.

Ia juga menambahkan bahwa polemik nasab ini tidak bermula dari Kiai Imaduddin Utsman al-Bantani melalui tesisnya. Menurutnya, polemik ini justru berasal dari sebagian kalangan habaib sendiri.

Lebih lanjut, Guru Gembul menjelaskan bahwa komunitas habaib sudah ada di Indonesia sejak lama, bahkan sebelum tahun 2000-an. Mereka bekerja di berbagai bidang, mulai dari menjual parfum hingga menjadi menteri luar negeri. Pada masa itu, belum ada permasalahan besar terkait nasab.

"Saya minta maaf, tetapi setelah reformasi muncul Habib Rizieq dengan FPI-nya. Latar belakang Habib Rizieq sebenarnya dari NU, namun entah bagaimana, mulai timbul konflik antara FPI dan sebagian kelompok NU," jelasnya.

baca juga

Guru Gembul melanjutkan bahwa banyak Muslim yang tidak setuju dengan gerakan radikal yang diusung oleh Habib Rizieq. Namun, mereka enggan melawan atau menentang karena rasa hormat terhadap kedudukan Habib sebagai keturunan Nabi.

Berdasarkan pengalaman dari berbagai konflik yang pernah terjadi, Guru Gembul menyampaikan kritik terhadap Rabithah Alawiyah. Menurutnya, organisasi ini gagal dalam menyampaikan pesan bahwa habib seharusnya menjadi teladan kebaikan, rahmat bagi seluruh alam, serta orang yang saleh dan rendah hati. Sebaliknya, Guru Gembul menilai bahwa yang muncul di permukaan adalah citra kekerasan, bahkan mengacu pada kasus Habib Bahar bin Smith di pengadilan, yang kerap menggunakan status nasabnya untuk membela diri.

Dalam diskusi itu, Habib Fikri Shahab yang bertindak sebagai moderator, menyetujui pendapat Guru Gembul. Ia mengakui bahwa memang ada sebagian habaib yang tidak menerima nasihat dari Rabithah Alawiyah, dan keresahan yang disampaikan Guru Gembul bisa dimaklumi.

"Beberapa habaib ada yang mendengarkan nasihat, ada yang tidak. Ada yang memperbaiki diri, ada juga yang mengabaikannya. Jumlah Alawiyin dari dulu hingga sekarang telah mengalami perubahan yang cukup signifikan," ujar Habib Fikri Shahab.

Ia juga menekankan bahwa nasab adalah hal yang penting karena masyarakat akan menilai perilaku keturunan Rasulullah. Keresahan yang disampaikan oleh Guru Gembul, menurutnya, sangat bisa dipahami.

Sejarah Rabithah Alawiyah

Rabithah Alawiyah merupakan sebuah organisasi Islam di Indonesia yang fokus pada gerakan sosial. Perkumpulan ini terbentuk dari kalangan eksklusif masyarakat Hadhrami, khususnya keluarga Ba'alawi, yang memiliki sejarah panjang dalam dunia Islam.

Pada awalnya, organisasi ini diberi nama "perkoempoelan Arrabitatoel-Alawijah", dan resmi didirikan setelah proses pengajuan pengesahan pada 8 Maret 1928. Permohonan tersebut diajukan kepada G.R. Erdbrink, seorang pejabat tinggi Hindia Belanda kala itu. Berdasarkan sumber dari situs resmi Rabithah Alawiyah, surat tersebut ditandatangani oleh Sayid Muhamad bin Abdulrahman bin Syahab selaku ketua, dan Sayid Achmad bin Abdullah Assagaf sebagai sekretaris.

Setelah menerima surat permohonan tersebut, pada 27 Desember 1928, G.R. Erdbrink akhirnya mengakui organisasi ini secara resmi sebagai perkumpulan yang sah di mata hukum. Dengan demikian, Rabithah Alawiyah telah memiliki dasar hukum yang kuat untuk melaksanakan misinya.

Beberapa sumber mencatat bahwa pendiri Rabithah Alawiyah adalah Habib Alwi bin Thahir Al-Haddad. Salah satu inisiatif penting yang diambil pada saat pendirian adalah melakukan pendataan terhadap Alawiyyin yang berada di Indonesia. Pendataan ini menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan antaranggota komunitas dan menjaga kesinambungan keturunan.

Sesuai dengan anggaran dasar atau (Statuten)yang disusun saat itu, tujuan utama dari organisasi ini adalah untuk memajukan komunitas Arab Hadrami secara fisik dan spiritual. Selain itu, mereka juga berupaya memperkuat ikatan persaudaraan, terutama di antara para sayyid dan masyarakat Arab Hadrami lainnya.

Rabithah Alawiyah juga berperan dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk mendidik anak yatim, membantu para janda, memberikan bantuan kepada kaum fakir miskin, serta melindungi keturunan sayyid dan segala hal yang berkaitan dengan warisan mereka. Selain itu, organisasi ini memiliki tujuan untuk menyebarkan dan mengajarkan agama Islam, bahasa Arab, serta berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Upaya untuk menjaga hubungan dengan tanah asal Hadramaut dan penduduknya juga menjadi salah satu fokus organisasi ini, demi tercapainya keamanan dan kesejahteraan bersama.

Rabithah Alawiyah mengklaim bahwa anggotanya merupakan keturunan Alawiyyin yang memiliki garis nasab langsung hingga kepada Rasulullah saw. melalui Sayyidatuna Fathimah Azzahra dan Imam Ali Almurtadha.

Hingga kini, Rabithah Alawiyah telah berkembang dan memiliki cabang di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka memiliki Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang tersebar di provinsi-provinsi seperti Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa Tengah, DIY, Jawa Barat, Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Selatan.

Tidak hanya itu, perwakilan mereka juga hadir di Lampung, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi. Bahkan, Rabithah Alawiyah juga memiliki cabang di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Maluku, menjadikan organisasi ini salah satu perkumpulan yang aktif secara nasional.

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saling Serang UAS vs Kiai Imad Soal Nasab Habib, Sampai Keluar Tuduhan Miring

Saling Serang UAS vs Kiai Imad Soal Nasab Habib, Sampai Keluar Tuduhan Miring

Lifestyle | Jum'at, 13 September 2024 | 21:18 WIB

Pesan Menohok UAS untuk Rhoma Irama cs yang Menolak Habib: Lihat Nanti 20 Tahun Lagi

Pesan Menohok UAS untuk Rhoma Irama cs yang Menolak Habib: Lihat Nanti 20 Tahun Lagi

Lifestyle | Jum'at, 13 September 2024 | 09:25 WIB

Kerap Bahas Pendidikan dan Agama, Guru Gembul Ternyata pernah Mengajar di Sekolah Ini

Kerap Bahas Pendidikan dan Agama, Guru Gembul Ternyata pernah Mengajar di Sekolah Ini

News | Kamis, 12 September 2024 | 19:07 WIB

Terkini

Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka, Bupati Gowa Sitti Husniah Keluar Diam-diam Hindari Wartawan

Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka, Bupati Gowa Sitti Husniah Keluar Diam-diam Hindari Wartawan

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:30 WIB

Kenapa Tas Jims Honey Cepat Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya

Kenapa Tas Jims Honey Cepat Mengelupas? Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:25 WIB

25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?

25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:24 WIB

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick

Bola | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:21 WIB

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

Jabat Kepala BRAN, Dedi Prasetyo Berharap Polri Bisa Lebih Baik di Kepemimpinan Suyudi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bayar Pakai BRI di Simpang Raya, Hadiah Eksklusif Ini Langsung Jadi Milik Anda!

Bri | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:17 WIB

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kulkas Tidak Dingin tapi Lampu Tetap Menyala? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:10 WIB

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

KP-KBP PSSI Jateng Tegas: Pemilihan 8 Oktober Harus Ditunda, Asprov Dilaporkan ke Komite Etik

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Luky Alfirman Ungkap Tiga Fokus Usai Dilantik Sebagai Wamenkeu

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

Air di Rawa Badak Kembali Mengalir Usai 2 Minggu Mati, Warga Wanti-wanti Soal Proyek Gorong-Gorong

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 20:00 WIB

×