Beda Tingkat Gangguan Jiwa Pria dan Wanita, Mana yang Paling Berisiko Stres?

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 24 Oktober 2024 | 15:16 WIB
Beda Tingkat Gangguan Jiwa Pria dan Wanita, Mana yang Paling Berisiko Stres?
Ilustrasi stres (freepik.com/creativeart)

Suara.com - Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Institute for Environmental Medicine (IMM) di Karolinska Institutet menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat gangguan kejiwaan antara pria dan wanita sepanjang hidup mereka.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal The Lancet Regional Health – Europe, yang dirilis oleh Medical Express pada Rabu (23/10/2024).

Studi ini mengungkapkan bahwa faktor seperti usia, jenis gangguan kejiwaan, periode kalender, dan status sosial ekonomi sangat memengaruhi perbedaan ini. Menurut hasil penelitian, laki-laki cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap gangguan perkembangan saraf, sementara perempuan lebih rentan mengalami depresi dan gangguan kecemasan.

Namun, banyak penelitian sebelumnya hanya berfokus pada prevalensi tanpa membedakan antara kasus baru dan yang berulang, sehingga kurang memberikan gambaran lengkap tentang waktu yang tepat untuk skrining dan intervensi.

Kesenjangan penelitian mengenai perbedaan jenis kelamin dalam kejadian gangguan kejiwaan sepanjang hidup menjadi salah satu fokus tim peneliti.

Mereka mengadopsi pendekatan siklus hidup dengan menggunakan data registrasi nasional Swedia untuk menggambarkan atlas komprehensif mengenai tingkat kejadian gangguan kejiwaan yang didiagnosis secara klinis.

Penelitian ini menekankan pentingnya analisis perbedaan jenis kelamin berdasarkan berbagai jenis gangguan kejiwaan, status sosial ekonomi, dan periode kalender.

Hasil penelitian menegaskan bahwa perbedaan jenis kelamin dalam gangguan kejiwaan terlihat hampir di seluruh rentang hidup, yang menunjukkan perlunya strategi pencegahan kesehatan mental yang mempertimbangkan gender.

Variasi dalam perbedaan ini menurut usia dan status sosial ekonomi menunjukkan bahwa informasi saat ini dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan data tersebut.

Temuan ini juga memberikan landasan bagi strategi skrining dan intervensi yang lebih fokus pada kelompok usia tertentu dan populasi yang kurang beruntung secara sosial, di mana kesenjangan gender dalam gangguan kejiwaan sangat nyata.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan kebijakan kesehatan mental yang lebih efektif di masa depan. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI