Isi Ceramah KH Zainuddin MZ yang Dikutip Rieke Diah Pitaloka Sindir Hakim Kasus Harvey Moeis

Husna Rahmayunita

Minggu, 05 Januari 2025 | 10:30 WIB
Isi Ceramah KH Zainuddin MZ yang Dikutip Rieke Diah Pitaloka Sindir Hakim Kasus Harvey Moeis
Almarhum Zainuddin MZ. (YouTube.com)

Suara.com - Vonis yang dijatuhkan hakim Eko Aryanto terhadap terdakwa korupsi Harvey Moeis menuai kritik tajam. Bahkan anggota DPR RI sekaligus politikus Rieke Diah Pitaloka turut memberikan sindiran dengan mengutip ceramah KH Zainuddin MZ.

Hakim menyatakan kasus korupsi komoditas timah yang menyeret nama Harvey Moeis menyebabkan kerugian negara sebesar Rp300 triliun. Namun, suami Sandra Dewi itu hanya dijatuhi hukuman 6,5 tahun penjara dan denda Rp1miliar subsider enam bulan kurungan.

Vonis ini dianggap terlalu ringan, tak sebanding dengan kerugian yang dialami negara. Rieke Diah Pitaloka pun membagikan video sentilan lewat media sosial pribadinya.

Video itu menampilkan sosok Hakim Eko Aryanto, si pemberi vonis ke Harvey. Namun, latar audionya merupakan suara dari cuplikan ceramah mendiang KH Zainuddin MZ tentang penegak hukum yang bermental seperti anjing.

Lantas seperti apa isi ceramah tersebut?

Suara.com mencoba menelusuri audio serupa dengan yang ditampilkan dalam postingan Rieke di YouTube. Ditemukan sejumlah video tentang ceramah KH Zainuddin dengan versi lebih panjang.

Ditilik dari YouTube Belajar Islam TV, isi khotbah Kiai Haji Zainuddin MZ itu dinarasikan membahas tentang Pemimpin Seperti Singa. 

Pendakwah kondang tersebut awalnya mengutip hadist Rasulullah yang memiliki arti pada suatu saat akan muncul di tengah masyarakat pemimpin yang bertingkah laku seperti singa hingga memberikan imbas kepada para bawahannya termasuk penegak hukum yang juga memiliki perilaku bagai binatang.

Eko Aryanto dan Harvey Moeis dalam persidangan (Kolase Instagram)
Eko Aryanto dan Harvey Moeis dalam persidangan (Kolase Instagram)

Berikut isi lengkap videonya:

baca juga

Saudara-saudara kenal singa? kalian boleh periksa, di mana ada hutan singa selalu menjadi raja. Padahal hutan belum pernah bikin pemilihan umum, tapi yang namanya singa tidak pernah peduli, ada pemilihan umum atau tidak, raja hutan tetap singa.

Kenapa? karna singa jadi raja hutan bukan karena kebenaran, tapi karena kuat. Maka dia naik jadi raja, soal benar atau tidak, soal lain. Akibatnya, setelah naik jadi raja hutan, singa tidak melindungi rakyatnya tapi malah makan rakyatnya. Coba kalian lihat, kambing, ayam, sapi rakyat hutan dimakan singa.

Inilah akibatnya kalau singa naik berdasarkan kekuatan. Bukan melindungi malah makan rakyatnya. Mental seperti inilah yang dimiliki oleh Raja Namrud laknatullahalaihi. Cuma karena ketakutan akan datang orang yang menumbangkan kekuasaannya, maka seluruh bayi laki-laki dibunuh tanpa dosa.

Kalau yang jadi pemimpin sudah seperti singa, yang wazir, yang jadi menteri kata Nabi lakunya seperti serigala. Nyetel ini. Apa serigala itu? saudara tahu dalam bayangan anak-anak serigala binatang paling licik, untuk terang-terangan dia tak berani karena tak memiliki kekuatan seperti singa, maka dia pakai ilmu kelicikannya

Serigala itu kalau makan daging ayam nyaru pakai bulu ayam, mau makan kambing nyaru pakai bulu kambing. Serigala adalah binatang yang menghalalkan segala cara asal tujuannya tercapai. Itulah serigala lambang dari sifat kelicikan. Lempar batu sembunyi tangan.

Ini akibat pemimpin seperti singa, menteri seperti serigala. Efeknya yang menyusul apa? akan muncul penegak hukum yang mentalnya seperti anjing. Innalillahi wainna ilahi rajiun.

Saudara lihat, anjing akan setia kepada siapa saja yang memberinya daging. Kalau dia disuruh jaga rumah, dia tidak bisa membedakan mana yang maling, mana yang tamu.

Biar yang datang tamu tapi tak bawa apa-apa pasti digonggong. Biar yang datang maling, kalau bawa daging, anjing kalem. Pokoknya 'Siapa yang memberi daging, itu majikan saya. Apa yang dikatakan majikan saya, itu yang saya laksanakan'. Maka hilang kebenaran hukum, hancur norma-norma keadilan oleh karena anjing dapat daging.

Lalu dalam kondisi semacam itu, rakyat bagaimana? Kata Nabi: "Adapun kebanyakan orang pada masa itu, lakunya sudah seperti kambing".

Kambing itu binatang yang menang keroyokan dan tidak punya altenatif. Namanya kambing, digiring ke lapangan, digiring ke kuali, dikasih makan rumput mbek. Sampai mau dipotong masih mbek juga.

Tidak punya pilihan atau alternatif lain si kambing ini. Kondisi inilah yang terjadi di masa pemerintahan Raja Namrud laknatullah alaihi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Agama Rieke Diah Pitaloka? Mantap Syahadat di Usia 23 Tahun

Apa Agama Rieke Diah Pitaloka? Mantap Syahadat di Usia 23 Tahun

Lifestyle | Minggu, 05 Januari 2025 | 06:15 WIB

6 Fakta Menarik Eko Aryanto, Hakim yang Ringankan Vonis Harvey Moeis

6 Fakta Menarik Eko Aryanto, Hakim yang Ringankan Vonis Harvey Moeis

Lifestyle | Sabtu, 04 Januari 2025 | 17:57 WIB

Punya Warisan Rp1 T, Harvey Moeis Malah Jual Kesedihan: Ngutang Tiap Bulan demi Nafkahi Keluarga

Punya Warisan Rp1 T, Harvey Moeis Malah Jual Kesedihan: Ngutang Tiap Bulan demi Nafkahi Keluarga

Lifestyle | Sabtu, 04 Januari 2025 | 19:52 WIB

Terkini

Cara Tepat Memilih Shade Cushion Supaya Anti-Belang dan Anti-Abu-Abu, Dijamin Natural!

Cara Tepat Memilih Shade Cushion Supaya Anti-Belang dan Anti-Abu-Abu, Dijamin Natural!

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:53 WIB

17 Siswa SD di Medan Mual-Muntah Usai Santap MBG,  SPPG Ditutup

17 Siswa SD di Medan Mual-Muntah Usai Santap MBG, SPPG Ditutup

Sumut | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Bye Kusam dan Penuaan! 4 Sunscreen Formula Pollustop Buat Aktivitas Outdoor

Bye Kusam dan Penuaan! 4 Sunscreen Formula Pollustop Buat Aktivitas Outdoor

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Bukan Musim Semi, Mengapa Bunga-Bunga Bermekaran Serentak di Jalanan Kota?

Bukan Musim Semi, Mengapa Bunga-Bunga Bermekaran Serentak di Jalanan Kota?

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:48 WIB

8 Cara Memudarkan Flek Hitam dengan Minyak Zaitun dan Kunyit menurut Medis

8 Cara Memudarkan Flek Hitam dengan Minyak Zaitun dan Kunyit menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Puskesmas Pasar Minggu Viral: Pasien Diusir, Petugas Kepergok Makan Gelar Tikar di Ruang Poli

Puskesmas Pasar Minggu Viral: Pasien Diusir, Petugas Kepergok Makan Gelar Tikar di Ruang Poli

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:39 WIB

7 Cara Membedakan Nike Air Jordan Ori dan KW untuk Dapatkan Sepatu Asli

7 Cara Membedakan Nike Air Jordan Ori dan KW untuk Dapatkan Sepatu Asli

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:27 WIB

DKI Siapkan LPDP untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kuliah ke Luar Negeri Mulai 2027

DKI Siapkan LPDP untuk Anak Berkebutuhan Khusus, Kuliah ke Luar Negeri Mulai 2027

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:20 WIB

Review Film Colony: Teror Zombi Cerdas dengan Naluri Koloni Semut

Review Film Colony: Teror Zombi Cerdas dengan Naluri Koloni Semut

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:20 WIB

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

YLKI Ingatkan Aplikasi Ojol Tak Pindahkan Beban Biaya Platform ke Konsumen

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:15 WIB

×