Kenapa Warna Emas dan Merah Identik dengan Imlek? Ternyata Ini Maknanya

Nur Khotimah

Rabu, 29 Januari 2025 | 17:27 WIB
Kenapa Warna Emas dan Merah Identik dengan Imlek? Ternyata Ini Maknanya
Ilustrasi Imlek. (Pexels/ Phil Nguyen)

Suara.com - Memasuki Tahun Baru Imlek, Anda pasti akan melihat hiasan perayaan yang identik dengan warna emas dan merah. Namun, adakah alasan khusus mengapa dua warna ini sangat identik dengan perayaan Imlek?

Tahun Baru Imlek itu sendiri merupakan hari raya yang sangat penting bagi masyarakat etnis Tionghoa. Ini merupakan momentum untuk menyambut musim semi dengan kebahagiaan dan syukur.

Dengan begitu, wajar jika etnis Tionghoa akan menghiasi rumah mereka dengan hiasan mewah dan juga makanan yang beragam.

Kenapa Warna Emas dan Merah Identik dengan Imlek?

Ilustrasi Imlek - 25 ucapan Imlek 2023 bahasa Inggris (Pixabay)
Ilustrasi Imlek. (Pixabay)

Melansir dari laman Royal Mint, di dalam etnis Tionghoa telah melekat kepercayaan bahwa warna emas dapat digunakan sebagai pengusir setan.

Selain itu, barang-barang emas juga merupakan lambang kekayaan dan kemakmuran. Ini berlaku untuk emas dalam bentuk perhiasan, koin, atau bahkan emas batangan.

Tak jarang, "emas" juga disajikan dalam makanan, seperti pangsit khas Tiongkok atau jiaozi yang bentuknya menyerupai batangan emas.

Karena itulah, pemberian hadiah emas yang berwarna merah berarti doa baik penuh keberuntungan bagi seseorang yang menerimanya.

Sementara itu, pemilihan warna merah dipercaya merupakan simbol dari pelindung untuk hal yang tidak diinginkan. Sebab, amplop merah yang identik dengan Imlek memang memiliki kisahnya sendiri.

baca juga

Kala itu, ada mitos tentang setan Sui yang sering mengganggu anak-anak di saat Tahun Baru Imlek. Ketika kepala anak-anak disentuh setan Sui, mereka bisa jatuh sakit dengan kondisi cukup buruk.

Sampai akhirnya, ada orang tua yang meletakkan kertas merah berisi koin di dekat tempat tidur sang anak. Malam itu, Sui memang datang, tetapi tidak bisa menyentuh kepala anak. Sejak saat itulah amplop merah menjadi salah satu tradisi selama Imlek.

Warna merah dalam bahasa china juga disebu hong yang merepresentasikan keberuntungan keuntungan. Ini seperti pada ungkapan China ‘kai men hong’ yang berarti awal mula yang baik. Karena itulah, warna merah kerap menghiasi Tahun Baru Imlek yang merupakan awal mula berbagai hal.

Selain saat Imlek, merah dan emas juga kerap dipilih dalam upacara besar lainnya, termasuk pada acara pernikahan.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sambut Imlek dengan Gembira, BRI Peduli Salurkan Dukungan di Kelenteng Tjo Su Bio

Sambut Imlek dengan Gembira, BRI Peduli Salurkan Dukungan di Kelenteng Tjo Su Bio

Bri | Rabu, 29 Januari 2025 | 14:21 WIB

Jadwal Operasional BRI saat Libur Imlek dan Isra Miraj 2025

Jadwal Operasional BRI saat Libur Imlek dan Isra Miraj 2025

Bri | Rabu, 29 Januari 2025 | 13:21 WIB

Imlek: Antara Tradisi Leluhur dan Keyakinan Islam

Imlek: Antara Tradisi Leluhur dan Keyakinan Islam

Video | Rabu, 29 Januari 2025 | 13:00 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×