Jangan Asal Minta! Ini Tata Krama Minta Angpao yang Benar Saat Imlek

Chyntia Sami Bhayangkara

Rabu, 29 Januari 2025 | 17:23 WIB
Jangan Asal Minta! Ini Tata Krama Minta Angpao yang Benar Saat Imlek
Cara Minta Angpao (freepik)

Suara.com - Salah satu tradisi Imlek adalah memberi uang kepada kerabat. Uang itu dimasukkan ke dalam amplop merah dan disebut Angpao. Rupanya ada cara tertentu saat akan minta Angpao.

Angpao dalam tradisi perayaan tahun baru China ini mencerminkan nilai-nilai kesopanan dan penghormatan, serta menjadi symbol keberuntungan hingga kemakmuran. Dalam sejarah budaya Tiongkok, terdapat aturan dalam memberikan atau meminta Angpao.

Pemberi dan penerima Angpao tidak bisa sembarang orang. Ada tata cara khusus yang secara turun temurun dilestarikan.

Etika dalam memberikan Angpao harus mendahulukan kesopanan dan ketulusan kepada penerima sebagai kunci Utama. Di sisi lain, minta angpao juga harus mengedepankan kesonan dan kerendahan hati.

Penerima angpai adalah anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda. Pemberi angpao adalah anggota keluarga yang sudah dewasa atau mampu secara finansial. Oleh karenanya,

Ketika akan minta angpao, tidak diperbolehkan meminta dengan cara terang-terangan. Terlebih dahulu harus menerapkan etika cara minta angpao sebagai berikut:

1. Mengucapkan salam hormat kepada pemberi dengan ucapan tradisional seperti, "Gong xi fa cai, hong bao na lai." Artinya semoga kekayaan dan kemakmuran berlimpah atasmu, berikan angpao.

2. Ketika menunjukkan rasa hormat, tidak hanya secara verbal tetapi diikuti pula dengan praktikal di mana penerima angpao melakukan kowtow, yakni Gerakan erutut, meletakkan tangan di lantai, dan menundukkan kepala di antara kedua tangan.

3. Ketika angpao sudah diberikan, penerima angpao harus menyimpannya dengan sopan, tidak boleh membuka langsung di depan pemberi. Mereka harus mengucapkan terima kasih dan menyimpan angpao dengan rapi di saku mereka sebagai tanda penghormatan.

baca juga

Tradisi Angpao

Berdasarkan sejarah budaya Tiongkok kuno, kata angpao berasal dari Bahasa Mandarin "hong bao" yang artinya amplop merah. Makna dari memberikan angpao adalah untuk membagikan energi, kebahagiaan, dan keberuntungan kepada penerimanya.

Ada sebuah legenda kuno Tiongkok yang mengisahkan angpao berkaitan dengan kisah Iblis Bernama Sui. Setiap malam tahun baru Imlek, Sui muncul dan menyentuh kepala anak-anak yang sedang tidur, menyebabkan mereka mimpi buruk sampai jatuh sakit dan meninggal.

Untuk melindungi anak-anak dari Sui, para orang tua membungkus koin dengan kertas merah di bawah bantal anak-anak. Ketika Sui dating, koin-koin tersebut berubah menjadi peri yang memancarkan cahaya terang. Sui takut pada cahaya sehingga ia meninggalkan anak-anak.

Kisah itu menjadi landasan amplop merah juga merupakan simbol perlindungan dan keberuntungan bagi anak-anak.

Tradisi ini berlangsung pada Dinasti Qin (sekitar 221-206 SM) dan dilestarikan sampai sekarang. Pada masa itu, angpao berisikan koin berlubang dengan benang merah disebut Yai Sui Qian, artinya uang penolak bala.

Seiring berjalannya Waktu, uang yang mengisi angpao berubah mengikuti perkembangan zaman. Uang yang dimasukkan ke alam amplop merah adalah uang yang diakui di masa kini.

Demikian itu informasi cara minta angpao dan sedikit informasi tentang sejarah yang melatarbelakanginya.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hukum Umat Muslim Menerima Angpao Imlek, Boleh atau Tidak?

Hukum Umat Muslim Menerima Angpao Imlek, Boleh atau Tidak?

Lifestyle | Rabu, 29 Januari 2025 | 16:49 WIB

Jodoh Berdasarkan Shio di Tahun Ular Kayu, Siap Menyambut Cinta di 2025?

Jodoh Berdasarkan Shio di Tahun Ular Kayu, Siap Menyambut Cinta di 2025?

Lifestyle | Rabu, 29 Januari 2025 | 16:20 WIB

Hukum Muslim Kasih Selamat Imlek, Richard Lee Diduga Ucap Gong Xi Fa Cai Walau Baru Mualaf

Hukum Muslim Kasih Selamat Imlek, Richard Lee Diduga Ucap Gong Xi Fa Cai Walau Baru Mualaf

Lifestyle | Rabu, 29 Januari 2025 | 15:52 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×