Ramai Istilah Overclaim di Dunia Skincare, Apa Sih Artinya?

Yasinta Rahmawati Suara.Com
Kamis, 30 Januari 2025 | 14:25 WIB
Ramai Istilah Overclaim di Dunia Skincare, Apa Sih Artinya?
ilustrasi skincare (freepik.com)

Suara.com - Belakangan media sosial tengah gaduh perihal skincare yang overclaim. Fenomena itu semakin disorot setelah kemunculan sosok Dokter Detektif alias Doktif yang membedah dan mengkritisi klaim produk skincare yang tidak sesuai dengan fakta ilmiah.

Dalam konten yang dibagikan lewat media sosial, Doktif membongkar komposisi produk, menjelaskan mekanisme kerja bahan aktif, hingga mengungkapkan apakah klaim suatu produk didukung oleh penelitian ilmiah atau sekadar strategi pemasaran.

Lantas, apa sih arti dari overclaim ini?

Arti Overclaim di Dunia Skincare

Overclaim berasal dari kata dalam bahasa Inggris yang berarti "klaim berlebihan". Mengutip dari laman Merriam Webster, "overclaim" berarti membuat pernyataan atau mengklaim sesuatu secara berlebihan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta atau salah.

Ilustrasi skincare satu paket lengkap berbahan ceramide (Freepik/Wasabi)
Ilustrasi skincare. (Freepik/Wasabi)

Overclaim dapat terjadi dalam berbagai bidang, termasuk periklanan dan pemasaran produk. Dalam konteks dunia skincare, overclaim merujuk pada klaim manfaat atau keunggulan suatu produk dilebih-lebihkan.

Ini terjadi ketika suatu merek atau produsen menyatakan bahwa produknya memiliki efek yang lebih kuat, lebih cepat, atau lebih ampuh dari yang sebenarnya dapat dibuktikan secara ilmiah.

Contoh overclaim yang sering ditemukan dalam industri kecantikan, berhubungan dengan persentase kandungan bahan yang tidak sesuai dengan klaim yang tertera pada kemasan. Misalnya produk Y menjual serum atau moisturizer dengan kandungan niacinamide 10 persen, tapi saat diuji lab ternyata hanya 5 persen.

Contoh lainnya seperti mengklaim produk bisa "memutihkan kulit secara permanen dalam 3 hari" tanpa bukti ilmiah. Atau menggunakan istilah medis atau ilmiah yang menyesatkan, seperti menyebut produk sebagai "botox dalam botol" tanpa bukti bahwa efeknya sebanding dengan prosedur botox asli.

Baca Juga: Doktif Sengaja Lakukan Uji Laboratorium untuk Skincare Premium Maia Estianty, Hasilnya ...

Tentunya, aksi Doktif yang membongkar skincare overclaim ini menimbulkan pro dan kontra. Bahkan dokter dan profesional di bidang dermatologi serta farmasi turut mengkritik atau meragukan beberapa pernyataan Doktif.

Salah satunya, Doktif dinilai sering menyederhanakan isu skincare sehingga seolah-olah ada produk yang 100% buruk atau 100% baik. Padahal, dalam dunia dermatologi, efektivitas suatu produk sangat tergantung pada jenis kulit, kondisi individu, dan faktor lain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI