Ternyata Ini Asal Usul Topeng Band Sukatani, Bukan Sembarangan Penutup Wajah!

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 21 Februari 2025 | 13:34 WIB
Ternyata Ini Asal Usul Topeng Band Sukatani, Bukan Sembarangan Penutup Wajah!
Asal Usul Topeng Sukatani (Instagram/sukatani.band)

Suara.com - Di media sosial tengah ramai perbincangan terkait Sukatani, sebuah band punk yang baru-baru ini viral karena lagunya yang berjudul "Bayar Bayar Bayar". Sukatani dikenal dengan aksi panggung yang unik, salah satunya adalah tampil mengenakan topeng. Lantas, bagaimana asal usul topeng Sukatani?

Band tersebut awalnya viral setelah dua personelnya, AL dan Ovi, menyampaikan klarifikasi melalui video yang diunggah pada Kamis (20/2/2025). Keduanya secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada Kapolri dan institusi kepolisian terkait viralnya lagu "Bayar Bayar Bayar".

Dalam pernyataan resminya, AL dan Ovi menegaskan bahwa lagu tersebut tidak ditujukan kepada institusi kepolisian secara keseluruhan, melainkan hanya mengkritik oknum yang menyalahgunakan wewenang.

Setelah video permintaan maaf itu dirilis, lagu "Bayar Bayar Bayar" dihapus dari berbagai platform resmi mereka. Meski demikian, kontroversi ini justru semakin memperkuat perhatian publik terhadap Sukatani dan karya-karyanya. Berikut ulasan selengkapnya tentang profil Sukatani, termasuk asal usul topeng mereka.

Profil Sukatani

Sukatani merupakan band punk asal Purbalingga, Jawa Tengah, yang mulai dikenal luas di kalangan pecinta musik underground. Band ini hanya beranggotakan dua orang, yakni Ovi alias Twister Angel (vokal) dan AI alias Alectroguy (gitar). Nama Sukatani dipilih sebagai gambaran desa yang asri dan makmur, mencerminkan akar budaya mereka.

Duo ini mengusung gaya musik yang terinspirasi dari anarcho-punk era 80-an serta pengaruh proto-punk awal. Tak jarang, pendengar mengasosiasikan suara mereka dengan genre post-punk atau new wave.

Lirik-lirik lagu Sukatani sering kali mengangkat isu sosial, terutama kegelisahan mereka terhadap kondisi di sekitar. Lagu-lagu mereka, termasuk dalam album debut "Gelap Gempita" yang dirilis pada Juli 2023, menyuarakan kritik terhadap berbagai permasalahan sosial.

Popularitas Sukatani semakin meningkat, tidak hanya di skena underground, tetapi juga di kancah musik nasional. Mereka telah tampil di berbagai festival besar seperti Synchronize Fest 2024, Pestapora 2024, Bukan Main, hingga Cherry Pop 2024. Kehadiran mereka juga mendapat sorotan dari beberapa pesohor, seperti Vincent Rompies yang pernah mengenakan merchandise Sukatani di depan publik.

baca juga

Meski baru berdiri sejak Oktober 2022, Sukatani berhasil menarik perhatian dengan konsep musik dan panggung mereka yang unik. Dengan lirik yang tajam, aksi panggung yang menggugah, serta penggunaan topeng sebagai simbol, Sukatani terus memperkuat posisinya sebagai salah satu band punk paling berpengaruh dalam skena musik alternatif Indonesia.

Kebiasaan Manggung Sukatani

Salah satu hal yang membuat Sukatani menonjol dalam skena musik adalah aksi panggung mereka yang unik. Saat tampil, mereka kerap membagikan hasil bumi berupa sayuran kepada penonton. Aksi ini bukan sekadar gimmick panggung, melainkan bentuk kepedulian mereka terhadap isu agraria dan sosial di daerah mereka.

Selain itu, keunikan lainnya adalah bagaimana mereka hanya tampil dengan dua personel tanpa tambahan anggota lain. Instrumen drum dan bass direkam secara digital oleh AI, sementara gitar dimainkan secara langsung, dan Ovi mengisi vokal. Saat manggung, mereka sering kali menggunakan synthesizer atau suara rekaman untuk memperkaya performa mereka.

Selain aksi panggung yang unik, Sukatani juga dikenal dengan topengnya yang ikonik, sehingga mereka tidak menunjukkan wajah asli ketika sedang tampil di panggung.

Asal Usul Topeng Sukatani

Identitas personel Sukatani sebelumnya menjadi misteri karena mereka selalu tampil mengenakan topeng balaclava. Namun, setelah kasus lagu "Bayar Bayar Bayar" menjadi viral dan mereka mengeluarkan pernyataan resmi, identitas mereka akhirnya terungkap. Ovi memiliki nama asli Novi Citra Indriyati, sedangkan AI bernama lengkap Muhammad Syifa Al Lutfi.

Banyak yang mengira topeng mereka adalah balaclava yang sering diasosiasikan dengan gerakan politik tertentu, seperti yang digunakan oleh grup p*ssy riot.

Namun, berdasarkan informasi yang beredar, topeng yang digunakan Sukatani sebenarnya merupakan masker kerja yang umum digunakan oleh para tukang bangunan di timur laut Thailand. Topeng ini kemudian menjadi identitas visual mereka, yang sekaligus menegaskan semangat perlawanan dan kepedulian mereka terhadap isu-isu agraria.

Demikianlah asal usul topeng Sukatani, band punk yang baru-baru ini viral karena video permintaan maafnya terkait lagu "Bayar Bayar Bayar".

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daftar Musisi yang Berani Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Iwan Fals hingga Sukatani

Daftar Musisi yang Berani Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Iwan Fals hingga Sukatani

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 13:28 WIB

Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!

Menggema usai Band Sukatani Dibredel, "Bayar Polisi" Trending di X: Kok Takut Sama Lagu, Cemen!

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 12:22 WIB

Beda Nasib dari Pandji Pragiwaksono, Komika Ini Malah Kena Kritik saat Bersimpati ke Sukatani

Beda Nasib dari Pandji Pragiwaksono, Komika Ini Malah Kena Kritik saat Bersimpati ke Sukatani

Entertainment | Jum'at, 21 Februari 2025 | 12:14 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×