Waspada! Risiko Kesehatan yang Sering Terjadi Selama Ramadan

Suhardiman Suara.Com
Selasa, 25 Februari 2025 | 12:00 WIB
Waspada! Risiko Kesehatan yang Sering Terjadi Selama Ramadan
ilustrasi puasa. (jannoon028/Freepik)

Suara.com - Bulan Ramadan 2025 tinggal menghitung hari. Umat Islam akan menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Selama bulan ini, umat Islam menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam.

Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, Ramadan juga menjadi kesempatan untuk memperhatikan kesehatan. Perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas selama puasa seringkali menimbulkan risiko kesehatan yang tidak bisa diabaikan.

Mulai dari maag, dehidrasi, hingga kelelahan, risiko ini bisa mengganggu kelancaran ibadah puasa. Berikut beberapa masalah kesehatan yang sering muncul selama Ramadan:

Maag dan Gangguan Pencernaan

Selama Ramadan, pola makan kita mengalami perubahan signifikan, seperti tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Kondisi ini dapat memicu naiknya asam lambung, yang berpotensi menyebabkan maag atau gangguan pencernaan, terutama saat berbuka puasa kita langsung mengonsumsi makanan berat atau pedas dalam porsi besar.

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan saat berbuka agar ibadah puasa tetap lancar dan tubuh tetap sehat.

Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan selama berpuasa, terutama di daerah dengan iklim panas atau cuaca terik, dapat memicu terjadinya dehidrasi. Kondisi ini terjadi karena tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat, sementara asupan air selama sahur dan berbuka seringkali tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian.

Dehidrasi ringan hingga berat biasanya ditandai dengan gejala seperti pusing, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, dan bahkan penurunan produktivitas.

Jika tidak segera diatasi, dehidrasi dapat mengganggu kelancaran ibadah puasa dan aktivitas sehari-hari, sehingga penting untuk memastikan kecukupan cairan dengan minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka.

Kelelahan

Kurang tidur akibat bangun sahur dini hari dan aktivitas ibadah di malam hari, seperti shalat Tarawih, dapat menyebabkan tubuh mengalami kelelahan yang signifikan. Ini terjadi karena waktu istirahat yang terpotong membuat tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memulihkan energi.

Jika tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup, sistem kekebalan tubuh dapat melemah, sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit. Selain itu, kelelahan yang berkepanjangan juga dapat memengaruhi konsentrasi, mood, dan produktivitas sehari-hari, yang pada akhirnya dapat mengganggu kelancaran ibadah puasa.

Untuk itu penting mengatur pola tidur dengan baik. Misalnya dengan tidur lebih awal atau memanfaatkan waktu siang untuk beristirahat singkat, agar tubuh tetap fit dan ibadah selama Ramadan dapat dijalani dengan optimal.

Gula Darah Tidak Stabil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI