Riset Terbaru: 50 Persen Orang Indonesia Overthinking karena Ekonomi Politik Tak Pasti!

Yasinta Rahmawati, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 26 Februari 2025 | 13:32 WIB
Riset Terbaru: 50 Persen Orang Indonesia Overthinking karena Ekonomi Politik Tak Pasti!
Ilustrasi perempuan overthinking (pexels/deucefleur)

Suara.com - Penelitian terbaru menunjukan 1 dari dua orang atau 50 persen anak muda Indonesia alami overthinking karena situasi sosial, politik dan ekonomi di tanah air.

Kesimpulan ini berhasil direkam Health Collaborative Center (HCC) melalui penelitian yang dilakukan terhadap 1.061 orang berusia 20 hingga 49 tahun dari 29 provinsi di Indonesia, selama Januari hingga Februari 2025.

"Penelitian ini menunjukan bahwa overthinking terjadi pada 50 persen orang Indonesia yang diwakili oleh responden penelitian. Jadi kami dengan percaya diri mengatakan bahwa 1 dari 2 orang Indonesia saat ini mengalami overthinking," ujar Pendiri sekaligus Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH di Jakarta Selatan, Senin (24/2/2025).

Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH saat merilis penelitian 50% orang Indonesia overthinking di Jakarta Selatan, Senin (25/2/2025)
Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH saat merilis penelitian 50% orang Indonesia overthinking di Jakarta Selatan, Senin (25/2/2025)

Ada banyak sebab mengapa setengah penduduk Indonesia sedang mengalami overthinking. Dari banyaknya alasan yang ditanyakan dalam penelitian, Dr. Ray menyebut kenaikan bahan pokok, sulit dapat kerja, berobat semakin mahal, penyakit baru hingga konflik politik dan golongan jadi sebab terbanyak dan terbesar orang di Indonesia alami overthinking.

"Faktor pemicu palig tinggi berhubungan sama ekonomi. Kita buat pertanyana terbuka, jadi orang overthinking karena faktor ekonomi paling tinggi 71 persen, ketika ditanya kenapa overthinking bahan pokok terus naik, terus khusus yang tidak bekerja itu 70 persen, berobat makin mahal itu 60 persen, penyakit baru 68 persen sampai banyak konflik politik itu 53 persen," papar Dr. Ray.

Overthinking adalah pemikiran negatif dan kekahwatiran yang terus berulang yang mencakup masa lalu hingga mencemaskan masa depan.

Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH saat merilis penelitian 50% orang Indonesia overthinking di Jakarta Selatan, Senin (25/2/2025)
Peneliti Utama Health Collaborative Center (HCC), Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH saat merilis penelitian 50% orang Indonesia overthinking di Jakarta Selatan, Senin (25/2/2025)

Meski terdengar sepele, kondisi masyarakat yang alami overthinking ini tidak boleh diabaikan atau dibiarkan, karena jika berlarut-larut bisa merugikan negara karena menganggu produktivitas masyarakat. Apalagi overthinking bisa menular dari satu orang ke orang lain, dan dari satu kelompok ke kelompok lainnya.

"Pemerintah lakukan kebijakan yang bisa menekan overthinking. Harus ada studi skala besar level nasional, kenapa? karena ini dari 1.000 orang aja 50 persennya overthinking, kebayang kalau ada 10 juta orang overthinking itu bisa nular secara komunitas," saran Dr. Ray.

Menariknya, lelaki yang juga Inisiatus Kaukus Kesehatan Jiwa itu mengingatkan adanya fenomena tren #KaburAjaDulu yang tengah viral. Menurutnya, tren ini terbentuk dari pola pikir pessimistic fixation yang ajdi bagian dari overthinking.

baca juga

Inilah sebabnya tren #KaburAjaDulu sebaiknya tidak dibiarkan karena bisa berbahaya dan merugikan negara. Apalagi tren ini digaungkan oleh anak muda Indonesia usia produktif, yang sama-sama jadi respoonden penelitin ini yaitu usia 20-49 tahun.

"Kabur Aja Dulu harus dimodifikasi, karena harus diredam dengan kebijakannya, jangan dijabanin karena itu bentuk refleksi overthinking masyarakat. Ini nggak bagus, bikin nggak produktif, apatis, dan menulari komunitas. Ketika komunitas tertular overthinking jadi makin apatis," pungkas Dr. Ray.

Adapun overthinking bisa berbahaya untuk kesehatan mental karena bisa memicu kecemasan, yang akhirnya orang itu cenderung memikiran hal buruk tanpa alasan jelas.

Selain itu overthinking juga bisa membuat stres. Nah, kalau sudah di tahapo stres kronis orang tersebut bisa alami depresi, gangguan tidur hingga penurunan konsentrasi.

Terakhir, overthinking juga bisa memicu rasa kurang percaya diri papda kemampuan. Hasilnya ia cenderung takut pada kegagalan dan trauma alami penolakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Negara Abai! Tekanan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial Picu Lonjakan Angka Bunuh Diri

Negara Abai! Tekanan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial Picu Lonjakan Angka Bunuh Diri

Liks | Selasa, 25 Februari 2025 | 15:56 WIB

Mengenal Fenomena Lipstick Effect, Kembali Ramai Dibicarakan di Tengah Kondisi Ekonomi sedang Susah

Mengenal Fenomena Lipstick Effect, Kembali Ramai Dibicarakan di Tengah Kondisi Ekonomi sedang Susah

Lifestyle | Kamis, 20 Februari 2025 | 18:57 WIB

Lagu Eunhyuk 'Up and Down': Hidup Santuy Nggak Usah Terlalu Overthinking

Lagu Eunhyuk 'Up and Down': Hidup Santuy Nggak Usah Terlalu Overthinking

Your Say | Kamis, 13 Februari 2025 | 09:23 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:35 WIB

×