Sejarah Cincin Nelayan Paus Fransiskus, Ini Alasan Harus Dihancurkan Setelah Wafat

Agatha Vidya Nariswari

Rabu, 23 April 2025 | 09:51 WIB
Sejarah Cincin Nelayan Paus Fransiskus, Ini Alasan Harus Dihancurkan Setelah Wafat
Cincin Nelayan Paus Fransiskus [Britannica]

Suara.com - Kematian Paus Fransiskus pada 21 April 2025 menandai berakhirnya sebuah era yang kemudian dimulainya serangkaian tradisi kuno. Salah satu tradisi yang paling menarik perhatian adalah penghancuran Fisherman's Ring atau Cincin Nelayan yang dikenakan oleh Paus Fransiskus pada acara-acara seremonial selama 12 tahun masa kepemimpinannya.

Sebagai informasi, Cincin Nelayan dan liontin yang disebut bulla secara tradisional berfungsi sebagai meterai resmi untuk surat dan dokumen resmi yang dikenal sebagai surat Kepausan. Setiap Paus yang baru menjabat menerima cincin dan liontin yang baru. Kedua benda ini akan dihancurkan dengan palu setelah Paus meninggal untuk menghindari pemalsuan surat atau dekrit.

Tradisi tersebut terjadi dari tahun 1521 hingga 2013. Lantas bagaimana sejarah cincin nelayan Paus Fransiskus dan kenapa harus dihancurkan setelah kematiannya? Simak penjelasan berikut ini.

Sejarah Cincin Nelayan Paus Fransiskus

Paus Fransiskus (Instagram/@franciscus)
Paus Fransiskus (Instagram/@franciscus)

Situs Britannica menjelaskan bahwa Cincin Nelayan adalah sebuah cincin stempel yang diberikan kepada Paus, kepala Gereja Katolik Roma, ketika dilantik menjadi Paus. Ciri khas desainnya, yakni adanya ukiran Santo Petrus sang Rasul dan nama Paus yang sedang memimpin pada bagian atas cincin.

Dulu, cincin ini digunakan sebagai segel untuk surat-surat pribadi Paus dan surat-surat Kepausan yang lebih singkat, dan merupakan salah satu dari dua segel kepausan, yang lainnya adalah bula timah (bulla). Meskipun Cincin Nelayan sendiri tidak lagi digunakan sebagai segel, setiap Paus yang baru terpilih menerima cincinnya sendiri sebagai simbol otoritas uskupnya.

Setelah seorang Paus meninggal, cincinnya dihancurkan oleh Kardinal Camerlengo (perwakilan pribadi Kolegium Kardinal dalam administrasi gereja) menandakan berakhirnya otoritas Paus yang telah meninggal.

Makna dan Penggunaan Cincin

Paus Fransiskus (Instagram/franciscus)
Paus Fransiskus (Instagram/franciscus)

Nama cincin ini merujuk kepada Santo Petrus, seorang nelayan yang merupakan salah satu murid Yesus dan yang dianggap oleh gereja sebagai Paus pertama. Meskipun cincin stempel beberapa Paus menampilkan Petrus yang sedang menjala ikan dari perahu, yang lain menggambarkan Santo Petrus memegang kunci-kunci Kerajaan Surga,  menandakan otoritas yang secara tradisional diyakini telah diberikan oleh Kristus kepada Petrus sebagai uskup Roma pertama.

Oleh karena itu, ketika seorang Paus baru dilantik, pemberian cincin melambangkan tugas yang dipercayakan kepadanya sebagai salah satu penerus Petrus dan pemimpin gereja. Umumnya, cincin nelayan ini tersemat di jari manis tangan kanan seorang Paus.

Kebiasaan memberikan cincin kepada para uskup pada penahbisan uskup mereka setidaknya berasal dari abad ke-6 Masehi, kemungkinan sebagai ritual untuk menandakan pertunangan dan kesetiaan seorang uskup kepada keuskupannya sebagai "pasangannya". Dengan demikian, Cincin Nelayan tersebut melambangkan kesetiaan Paus dengan Gereja Katolik Roma.

baca juga

Penggunaan Cincin Nelayan sebagai segel lilin untuk surat-surat pribadi Paus sudah dipraktikkan pada pertengahan abad ke-13, menurut catatan dalam surat yang ditulis oleh Paus Klemens IV (memerintah 1265–1268) kepada keponakannya. Segel Kepausan yang lain yaitu bula, khusus digunakan untuk bula Kepausan atau dokumen-dokumen resmi gereja.

Penggunaan cincin ini sebagai segel untuk surat-surat kepausan yang kurang resmi dimulai pada abad ke-15, tetapi dihentikan pada tahun 1842 dan digantikan oleh stempel. Meskipun umumnya terbuat dari emas, Cincin Nelayan yang diberikan kepada Paus Fransiskus (2013-2025) menggunakan perak berlapis emas.

Alasan Cincin Nelayan Dihancurkan Usai Paus Meninggal

Cincin Nelayan Paus Fransiskus [Britannica]
Cincin Nelayan Paus Fransiskus [Britannica]

Setelah seorang Paus meninggal, cincin dan bula miliknya secara tradisional dihancurkan dengan palu khusus oleh Kardinal Camerlengo. Praktik ini tidak hanya melambangkan berakhirnya kekuasaannya, tetapi juga mencegah penyalahgunaannya, seperti cincin atau bula yang digunakan untuk memalsukan dokumen.

Usai pengumuman resmi wafatnya Paus, diadakan ritual penghancuran cincinnya. Kardinal Camerlengo menyampaikan kabar duka, lalu mengambil cincin dan bula untuk dimusnahkan di hadapan para kardinal.

Proses ini terjadi sebelum dimulainya konklaf kepausan untuk memilih Paus yang baru. Sebuah pengecualian terjadi pada tahun 2013 ketika Paus Benediktus XVI mengundurkan diri setelah menjabat sejak 2005. Alih-alih dihancurkan, cincinnya ditandai dengan pahatan salib yang dalam oleh Kardinal Camerlengo.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Paus Fransiskus Meninggal, Ini 3 Film tentang Pemilihan Paus Baru

Paus Fransiskus Meninggal, Ini 3 Film tentang Pemilihan Paus Baru

Entertainment | Selasa, 22 April 2025 | 21:06 WIB

Bagaimana Prosesi Pemilihan Paus dalam Film Conclave?

Bagaimana Prosesi Pemilihan Paus dalam Film Conclave?

Entertainment | Selasa, 22 April 2025 | 20:47 WIB

Siapa Pengganti Paus Fransiskus? Simak 5 Daftar Calon Kardinal Kuat yang Jadi Penerus Berikutnya

Siapa Pengganti Paus Fransiskus? Simak 5 Daftar Calon Kardinal Kuat yang Jadi Penerus Berikutnya

News | Selasa, 22 April 2025 | 19:48 WIB

Profil 8 Kardinal Calon Pengganti Paus Fransiskus, 3 Nama Ini Terfavorit

Profil 8 Kardinal Calon Pengganti Paus Fransiskus, 3 Nama Ini Terfavorit

Lifestyle | Selasa, 22 April 2025 | 13:21 WIB

Apa Itu Konklaf dan Tata Cara Memilih Paus?

Apa Itu Konklaf dan Tata Cara Memilih Paus?

Lifestyle | Selasa, 22 April 2025 | 12:38 WIB

Terkini

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Dibungkam Vietnam 0-3, Peluang Indonesia ke Semifinal AFF 2026 Kian Berat

Foto | Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:45 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:21 WIB

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 00:09 WIB

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3

Bola | Senin, 03 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 22:41 WIB

×