Letakkan pot di area yang mendapatkan sinar matahari langsung minimal 6 jam per hari.
5. Perawatan Rutin
- Penyiraman: Lakukan penyiraman dua kali sehari pada pagi dan sore hari, terutama saat cuaca panas.
- Pemupukan: Berikan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 10 gram yang dilarutkan dalam 1 liter air, kemudian siramkan 200 ml larutan per pot setiap 10 hari sekali.
- Pengendalian Hama: Periksa tanaman secara rutin untuk mendeteksi hama seperti kutu daun, ulat, atau trips. Gunakan pestisida nabati seperti ekstrak daun nimba atau cengkeh jika diperlukan.
- Pengajiran: Pasang ajir (penyangga) saat tanaman mencapai tinggi 20 cm untuk mencegah batang patah.
- Perompesan: Lakukan pemangkasan tunas-tunas liar yang tumbuh di ketiak daun untuk merangsang pertumbuhan buah.
6. Panen
Cabai dapat dipanen setelah 2–3 bulan penanaman, tergantung varietasnya. Panen dilakukan saat buah telah mencapai warna optimal, biasanya merah cerah. Gunakan gunting tajam untuk memotong tangkai buah agar tidak merusak tanaman.
Tantangan Menanam Cabai di Pot dan Solusinya
1. Serangan Hama dan Penyakit
Cabai rentan terhadap serangan hama seperti kutu daun, ulat, dan trips, serta penyakit layu bakteri.
Solusi:
- Gunakan benih yang tahan terhadap penyakit.
- Jaga kebersihan lingkungan sekitar tanaman
- Gunakan pestisida nabati secara rutin.
2. Kondisi Media Tanam
Baca Juga: Manfaat Makanan Pedas buat Kesehatan, Prabowo Saran Kurangi Makan Saat Harga Cabai Naik
Media tanam yang tidak sesuai dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat.