Dari Meksiko ke Peru: Festival Film Amerika Latin Ini Satukan Budaya Lewat Sinema

Dinda Rachmawati Suara.Com
Minggu, 29 Juni 2025 | 20:55 WIB
Dari Meksiko ke Peru: Festival Film Amerika Latin Ini Satukan Budaya Lewat Sinema
Dari Meksiko ke Peru: Festival Film di Cinepolis yang Satukan Budaya Lewat Sinema (Dok. Cinepolis)

Suara.com - Musim liburan sekolah tahun ini terasa berbeda dan penuh warna di Jakarta. Selama sepuluh hari, dari tanggal 16 hingga 25 Juni 2025, Cinépolis Cinemas Indonesia menggelar sebuah acara istimewa yang menggugah rasa ingin tahu dan memperluas cakrawala budaya, Festival Film Amerika Latin

Bertempat di Cinépolis Senayan Park, festival ini menampilkan film-film pilihan dari sepuluh negara di kawasan Amerika Latin, dan menjadi salah satu sajian hiburan edukatif paling menarik bagi keluarga dan generasi muda selama liburan.

Festival ini diselenggarakan berkat kerja sama antara Cinépolis dengan sepuluh Kedutaan Besar negara Amerika Latin di Indonesia. Setiap negara menampilkan satu film yang mewakili kekayaan budaya, sejarah, dan imajinasi rakyatnya, mulai dari Meksiko, Kuba, Brasil, Chili, Kolombia, Ekuador, Uruguay, Guatemala, Panama, hingga Peru. 

Seluruh penayangan film bersifat gratis dan terbuka untuk umum, sebuah langkah nyata untuk menjadikan sinema sebagai ruang inklusif bagi siapa saja, tanpa batasan sosial dan ekonomi.

“Festival ini bukan sekadar tentang film,” ujar Alejandro Aguilera Garibay, CEO Cinépolis Cinemas Indonesia. “Kami ingin membawa kekayaan sinema Amerika Latin ke Indonesia, satu penayangan demi penayangan. Sepuluh cerita, satu budaya bersama, yang mampu melintasi batas dan bahasa.”

Festival ini dibuka secara megah dengan film Pedro Páramo, adaptasi sinematik dari novel legendaris karya Juan Rulfo asal Meksiko. Film ini menjadi sorotan utama karena hanya diputar secara global untuk kedua kalinya dan menandai peringatan 70 tahun terbitnya novel tersebut. 

Bagi penonton Indonesia, pengalaman ini menjadi lebih spesial karena novel Pedro Páramo kini telah tersedia dalam versi Bahasa Indonesia melalui penerbit Gramedia, membuka ruang dialog antara sastra klasik Latin dan pembaca Nusantara.

Salah satu tokoh penting di balik terselenggaranya acara ini, Alonso Martín Gómez-Favila, Wakil Kedutaan Besar Meksiko di Indonesia, menyatakan bahwa festival ini lahir dari semangat kolaboratif antara negara-negara Amerika Latin. 

“Festival ini mencerminkan semangat persatuan regional yang baru, dan keinginan kami untuk menjalin hubungan yang lebih bermakna dengan Asia Tenggara,” jelas Alonso. “Film memungkinkan kami menyampaikan sejarah, perjuangan, dan impian kami dalam bahasa yang melampaui kata-kata.”

Baca Juga: Laut, Luka, Cinta, dan Iman dalam Catatan Film Silent Roar

Tidak hanya sekadar merayakan keberagaman sinema, kolaborasi ini juga memperlihatkan kekuatan diplomasi budaya dan sektor swasta. Cinépolis, sebagai jaringan bioskop global yang berasal dari Meksiko dan kini beroperasi di Indonesia, menjadi mitra strategis yang membantu menjangkau audiens luas. 

“Cinépolis adalah mitra penting,” tambah Alonso. “Partisipasi mereka menunjukkan bahwa diplomasi budaya dapat diperkuat melalui keterlibatan sektor swasta.”

Momentum festival ini sangat pas dengan jadwal libur sekolah di Indonesia. Para orang tua yang mencari alternatif kegiatan edukatif dan inspiratif untuk anak-anak mereka dapat menjadikan acara ini sebagai destinasi pilihan. 

Bagi pelajar dan mahasiswa, festival ini menjadi kesempatan langka untuk mengenal budaya baru, menambah wawasan global, serta memupuk empati lintas bangsa melalui bahasa universal: film.

Dengan atmosfer nyaman dan fasilitas premium yang ditawarkan Cinépolis, termasuk layanan pesan makanan ke dalam studio, layar berkualitas tinggi, serta pemesanan tiket yang mudah melalui aplikasi dan WhatsApp, menonton film di masa liburan menjadi pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan.

Bagi yang tertarik, jadwal lengkap dan daftar film tersedia di akun Instagram resmi Kedutaan Meksiko: @embamexindonesia. Namun perlu diingat, tempat duduk tersedia berdasarkan kedatangan (first come, first served), sehingga disarankan datang lebih awal.

Lewat Festival Film Amerika Latin ini, sinema membuktikan dirinya bukan hanya media hiburan, tapi juga jembatan lintas budaya yang menghubungkan dunia. Dan untuk penonton Indonesia, festival ini menjadi jendela terbuka menuju kisah-kisah penuh makna dari belahan dunia yang jauh, namun kini terasa begitu dekat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI