Saksi mata, Abdul (bukan nama sebenarnya), menggambarkan laju kendaraan yang ugal-ugalan.
"Dia bener-bener nyoba nabrakin para pendemo, kanan kiri ugal-ugalan, siapa saja di depannya dihajar," kata Abdul.
Massa yang melihat Affan terjepit segera berusaha menghentikan mobil. Namun kendaraan taktis itu terus melaju, menyeret tubuh korban hingga beberapa meter.
Video viral di media sosial memperlihatkan detik-detik mengerikan tersebut, di mana mobil taktis berhenti sejenak, lalu kembali melaju, dan akhirnya melindas tubuh Affan dengan ban belakangnya. Ratusan massa yang geram pun mengejar mobil tersebut, berusaha memukuli dan melemparinya.
Saksi lain, Herudin, menyebutkan bahwa kejadian ini berawal dari protes warga yang keberatan karena aparat menembakkan gas air mata hingga ke permukiman.
"Awalnya massa demonstran dan ibu-ibu warga dari Gang Administrasi 1 Penjernihan keluar ke jalan penjernihan protes Brimob ngejar demonstran sampai perkampungan pakai gas air mata," katanya.
Protes inilah yang berujung pada insiden tragis. Setelah kejadian, Affan Kurniawan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan sepeda motor. Namun, nyawanya tidak dapat tertolong setelah beberapa jam menjalani perawatan intensif.
Menanggapi insiden ini, Divisi Propam Polri bertindak cepat. Mereka mengamankan 7 anggota Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang berada di dalam kendaraan tersebut.
Menurut Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, ketujuh orang tersebut sedang dalam proses pemeriksaan untuk mendalami peran masing-masing.
Baca Juga: Pasha Ungu Patah Hati, Datangi Rumah Duka Driver Ojol yang Meninggal Dunia, Publik Cari Uya Kuya!
Pihak-pihak yang diamankan antara lain Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu B, Bripda M, Baraka Y, dan Baraka J.
Kini jenazah Affan Kurniawan sudah berada di rumah duka di Palmerah, Jakarta Barat, untuk disemayamkan.
Kontributor : Trias Rohmadoni