Kapan Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadan 2025, Simak Jadwalnya untuk Umat Muslim!

Senin, 12 Januari 2026 | 20:55 WIB
Kapan Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadan 2025, Simak Jadwalnya untuk Umat Muslim!
Ilustrasi puasa (pixabay)
Baca 10 detik
  • Utang puasa Ramadan 2025 wajib dilunasi sebelum pertengahan Februari 2026.

  • Puasa qadha dilakukan oleh orang sehat dengan niat pada malam hari.

  • Lansia atau orang sakit menahun dapat mengganti utang puasa dengan fidyah.

Suara.com - Puasa Ramadan memang wajib untuk umat Muslim, tapi Islam keringan untuk umatnya yang sedang haid, sakit, perjalanan atau musafir, hamil dan menyusui untuk tidak menjalankan kewajibannya.

Namun, puasa tersebut statusnya adalah utang yang wajib dibayar atau qadha.

Banyak orang lantas bertanya-tanya kapan batas waktu terakhir seseorang bisa membayar utang puasa sebelum Ramadan berikutnya tiba.

Berdasarkan ketentuan agama, utang puasa harus dilunasi sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya.

Kapan Batas Akhir Bayar Utang Puasa Ramadan 2025?

Mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kemenag RI, awal Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada tanggal 18 atau 19 Februari 2026.

Ilustrasi puasa (freepik)
Ilustrasi puasa (freepik)

Artinya, Anda yang memiliki utang puasa Ramadan 2025 memiliki waktu dari sekarang hingga pertengahan Februari 2026 untuk mengqadha puasa.

Namun, para ulama menyarankan agar utang tersebut diselesaikan paling lambat pada bulan Sya'ban atau bulan sebelum Ramadan.

Sebagai informasi, 1 Sya'ban 1447 H akan jatuh pada 20 Januari 2026.

Jadi, awal tahun depan adalah momentum terakhir yang sangat krusial bagi Anda untuk melunasi kewajiban tersebut.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Sampo Non SLS di Alfamart agar Rambut Halus Berkilau

Bagaimana Cara Membayar Utang Puasa?

Ada dua cara utama untuk melunasi utang puasa, tergantung pada kondisi fisik seseorang:

1. Puasa Qadha

Ini ditujukan bagi mereka yang sehat dan mampu secara fisik.

Caranya sama dengan puasa Ramadan biasa, tetapi ada beberapa poin penting:

  • Niat di Malam Hari: Niat puasa harus dilakukan sebelum waktu subuh.
  • Pilih Hari yang Tepat: Bisa dilakukan kapan saja kecuali pada hari-hari yang diharamkan, seperti hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.
  • Amalan Sunnah: Tetap disarankan sahur, menjaga akhlak, dan menyegerakan berbuka dengan doa sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

2. Membayar Fidyah

Cara ini khusus untuk mereka yang sudah tidak mampu berpuasa lagi secara permanen, seperti lansia renta atau orang yang sakit parah menahun.

  • Besaran Fidyah: Memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
  • Ukuran: satu mud bahan makanan pokok atau sekitar 543 gram hingga 815 gram beras.

Risikonya Jika Menunda Hingga Ramadan Berikutnya

Jangan dianggap remeh, menunda utang puasa hingga melewati batas waktu sampai masuk Ramadan berikutnya memiliki konsekuensi tambahan.

Menurut penjelasan dalam NU Online, orang yang lalai membayar utang puasa hingga Ramadan baru tiba, maka ia terkena beban ganda:

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI