Dari Storytelling ke Storyliving: Evolusi Profesi Public Relation di Masa Kini

Dinda Rachmawati Suara.Com
Senin, 01 September 2025 | 17:22 WIB
Dari Storytelling ke Storyliving: Evolusi Profesi Public Relation di Masa Kini
Ilustrasi Profesi Public Relation

Suara.com - Tak semua pahlawan bekerja di depan kamera. Dalam dunia public relations (PR), sering kali para penggeraknya justru memilih berada di balik layar. 

Mereka meramu cerita, menjaga reputasi, dan memastikan suara perusahaan sampai ke publik dengan cara yang tepat. Pekerjaan yang sunyi, tapi dampaknya terasa luas.

Di era digital sekarang, PR bukan lagi sekadar soal press release dan publikasi berita. Mereka sudah menjadi mitra strategis perusahaan yang ikut memandu arah bisnis. 

Itulah yang dilakukan tim PR PT Global Digital Niaga Tbk (Blibli). Dengan pendekatan berbasis messaging architecture, mereka memastikan semua pesan perusahaan selaras, tapi tetap memberi ruang bagi setiap brand untuk bersuara dengan caranya sendiri.

“Kolaborasi dan dukungan antar-stakeholder di dalam organisasi menjadi kunci bagi PR untuk menghadirkan komunikasi yang solid, kaya data, dan bermakna,” ungkap Nazrya Octora, Head of PR Blibli.

Dari Storytelling ke Storyliving: Evolusi Profesi PR (Dok. BliBli)
Dari Storytelling ke Storyliving: Evolusi Profesi PR (Dok. BliBli)

Pendekatan ini terasa nyata lewat berbagai inisiatif, seperti Blibli Media Soirée yang jadi ajang berbagi cerita dengan media secara hangat, atau kampanye Kenal Lebih Dekat Ekosistem Blibli Tiket yang berhasil menyederhanakan konsep multichannel dan omnichannel ke bahasa sehari-hari. 

Di tangan tim PR, konsep yang rumit bisa berubah menjadi pengalaman yang akrab dan relevan. Dari storytelling menjadi storyliving. Kerja senyap itu tak jarang berbuah manis. 

Tahun ini, Blibli meraih penghargaan di ajang Indonesia PR of the Year 2025, termasuk kategori PR Program of the Year (ESG Campaign) lewat Langkah Membumi Festival 2024. 

Nazrya Octora juga dinobatkan sebagai Indonesia PR Practitioner of the Year 2025, sebuah pengakuan atas perannya menjaga relevansi komunikasi Blibli di tengah derasnya arus informasi.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Hapus PR untuk Siswa: Strategi Pendidikan atau Sekadar Dorongan Populis Semata?

Namun, bagi mereka, penghargaan bukan tujuan akhir. Setiap cerita yang berhasil disampaikan dengan tepat sasaran adalah kemenangan kecil tersendiri. 

PR adalah tentang menghadirkan pesan yang hidup, membangun koneksi, dan membuat orang merasa dekat dengan sebuah brand tanpa merasa “dijualin.”

Karena pada akhirnya, PR bukan hanya soal bicara, tapi soal mendengar, meramu, dan membuat cerita menjadi berarti. Di balik layar, mereka bekerja tanpa sorak-sorai besar. Tapi langkah sunyi itu justru membuat banyak cerita sampai ke hati publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI