Ribka Tjiptaning Anak Siapa? Berani Melawan Stigma, Kini Dipolisikan karena Kritik Rezim Orba

Yasinta Rahmawati

Kamis, 13 November 2025 | 13:16 WIB
Ribka Tjiptaning Anak Siapa? Berani Melawan Stigma, Kini Dipolisikan karena Kritik Rezim Orba
Potret Ribka Tjiptaning. (instagram @dr.ribka.tjiptaning)

Suara.com - Nama Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., tentu tidak asing di dunia politik Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai politisi yang tegas, berani, dan tak jarang menimbulkan kontroversi. Namun, di balik ketegasan dan keberaniannya, mungkin banyak orang bertanya-tanya, Ribka Tjiptaning anak siapa?

Pertanyaan itu membawa kita menelusuri jejak sejarah keluarga Ribka yang sarat dengan nuansa ideologis dan tragedi politik. Berikut ulasannya.

Silsilah Keluarga Ribka Tjiptaning

Lahir di Yogyakarta pada 1 Juli 1959, Ribka adalah anak ketiga dari lima bersaudara. Ia merupakan putri pasangan Raden Mas Soeripto Tjondro Saputro dan Bandoro Raden Ayu Lastri Suyati. 

Sang ayah merupakan bangsawan Kasunanan Solo sekaligus pengusaha kaya yang juga dikenal sebagai aktivis Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia memiliki pabrik paku di Solo dan dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap ketidakadilan sosial. 

Sementara ibunya, Bandoro Raden Ayu Lastri Suyati, berasal dari lingkungan Kraton Kasultanan Yogyakarta, menjadikan Ribka lahir dari garis darah bangsawan Jawa yang berpadu dengan semangat perjuangan rakyat kecil.

Namun, kehidupan keluarga Tjondro Saputro berubah drastis setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S). 

PKI dibubarkan dan anggotanya diburu. Ayah Ribka menghilang tanpa kabar, sementara ibunya ditangkap militer.

Kala itu Ribka masih sangat kecil, namun luka sejarah itu meninggalkan jejak dalam hidupnya, membentuk pandangan dunia yang keras, teguh, dan penuh empati terhadap rakyat kecil.

baca juga

Meski lahir dari keluarga yang dicap “berdosa politik”, Ribka berhasil bangkit dan membuktikan bahwa masa lalu bukan penghalang untuk berkontribusi bagi bangsa.

Pendidikan dan Karier

Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Kristen Indonesia (UKI) sejak 1978 dan meraih gelar dokter pada 2002. Kemudian, ia melanjutkan studi di Universitas Indonesia (UI) dan mendapatkan gelar Ahli Asuransi Kesehatan pada 2012.

Sebelum menapaki karier politik, Ribka aktif berpraktik sebagai dokter, antara lain di Klinik Partuha Ciledug, Klinik Waluya Sejati Abadi, dan RS Tugu Ibu Cimanggis.

Ia juga sempat bekerja sebagai dokter perusahaan di lingkungan keluarga Puan Maharani selama periode 1992–2009. Pengalaman panjang di dunia medis inilah yang menjadi modal utamanya ketika kelak membidangi isu kesehatan di parlemen.

Ribka mulai menapaki jalur politik dengan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pada 1996. Dari situlah kariernya menanjak pesat. 

Ia terpilih menjadi Ketua Komisi IX DPR RI periode 2009–2014, lembaga yang membidangi isu kesehatan, ketenagakerjaan, transmigrasi, dan kependudukan. Dalam posisinya ini, Ribka dikenal sebagai politisi vokal yang sering mengkritisi kebijakan pemerintah, terutama yang dianggap tak berpihak pada rakyat kecil.

Ia kemudian terpilih kembali sebagai anggota DPR RI untuk periode 2014–2019 dan 2019–2024, mewakili daerah pemilihan Jawa Barat IV (Kabupaten dan Kota Sukabumi). Dalam partainya, Ribka juga dipercaya sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPP PDI-P.

Namun, nama Ribka tak pernah lepas dari sorotan publik. Ia pernah mendapat sanksi dari Badan Kehormatan DPR RI karena dugaan pelanggaran etika dalam pembahasan RUU Kesehatan, tepatnya terkait hilangnya Ayat (2) Pasal 113 yang mengatur zat adiktif seperti tembakau.

Ia juga menuai kontroversi saat menyatakan penolakannya terhadap vaksinasi Covid-19 di awal masa pandemi, dengan alasan kehati-hatian dan kurangnya transparansi pemerintah.

Meski sering menjadi pusat perdebatan, Ribka tidak gentar untuk menunjukkan sikapnya sebagai politisi yang membela kepentingan rakyat kecil, sesuatu yang ia anggap sebagai warisan nilai dari ayahnya yang seorang aktivis.

Pada 2002, Ribka menulis buku berjudul Aku Bangga Jadi Anak PKI, yang menceritakan bagaimana ia tumbuh dengan stigma sosial sebagai keturunan "orang terlarang".

Buku itu memicu polemik luas, namun sekaligus memperlihatkan keberaniannya untuk berdamai dengan masa lalu dan berbicara terbuka tentang sejarah yang selama ini dianggap tabu.

Dilaporkan ke Polisi

Kontroversi terbaru datang pada November 2025, ketika Ribka dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Aliansi Rakyat Anti Hoaks.

Ia dituduh melakukan pencemaran nama baik terhadap almarhum Presiden Soeharto setelah menyebut dalam wawancara bahwa Soeharto adalah "pembunuh jutaan rakyat."

Ucapannya dianggap sebagai ujaran kebencian dan penyebaran berita bohong. Ribka sendiri menanggapi laporan itu dengan tenang dan menyatakan tak gentar menghadapi proses hukum apa pun.

Secara keseluruhan, kisah Ribka Tjiptaning memberi kesan ia memang bukan sosok yang mudah dipahami. Ia bisa keras dan kontroversial, namun juga menunjukkan keberpihakan terhadap rakyat kecil. 

Di balik semua itu, darah bangsawan dan jejak perjuangan ayahnya yang hilang karena sejarah membentuk dirinya menjadi pribadi yang berani berdiri di garis depan, bahkan saat banyak orang memilih diam.

Demikian itu informasi soal Ribka Tjiptaning anak siapa. Ia bukan sekadar "anak dari Soeripto Tjondro Saputro dan Lastri Suyati." Ia adalah anak dari sejarah, dari masa lalu yang penuh luka, namun melahirkan seorang perempuan yang berani menantang stigma.

Kontributor : Mutaya Saroh

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribka Tjiptaning dari Partai Apa? Dipolisikan Buntut Ucapannya Soal Soeharto

Ribka Tjiptaning dari Partai Apa? Dipolisikan Buntut Ucapannya Soal Soeharto

Lifestyle | Kamis, 13 November 2025 | 13:06 WIB

ARAH Laporkan Ribka Tjiptaning ke Bareskrim Terkait Soeharto, Golkar: Monggo Saja

ARAH Laporkan Ribka Tjiptaning ke Bareskrim Terkait Soeharto, Golkar: Monggo Saja

News | Kamis, 13 November 2025 | 12:28 WIB

Profil Ribka Tjiptaning: Dokter Penulis 'Anak PKI', Kini Dipolisikan Usai Sebut Soeharto Pembunuh

Profil Ribka Tjiptaning: Dokter Penulis 'Anak PKI', Kini Dipolisikan Usai Sebut Soeharto Pembunuh

News | Kamis, 13 November 2025 | 11:18 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

4 Shio Paling Beruntung pada 14 Agustus 2026, Akhirnya Gak Kesepian Lagi

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:25 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

×