Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati?

Dinda Rachmawati Suara.Com
Sabtu, 29 November 2025 | 20:33 WIB
Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati?
Kompor Kaca Jadi Primadona Dapur Modern, Apa yang Membuatnya Semakin Diminati? (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Kompor kaca jadi tren dapur modern; Niko Elektronik masuk segmen ini dengan konsep “mewah tapi terjangkau”.
  • Niko memproduksi puluhan varian kompor kaca berkualitas global dan memperkuat merek lewat kolaborasi dengan Chef Arnold.
  • Penjualan stabil, Niko jadi merek lokal teratas dan terus memperluas distribusi serta meningkatkan kualitas.

 

Suara.com - Di tengah berkembangnya tren dapur modern, kompor kaca kini menjadi salah satu perangkat yang banyak diburu konsumen Indonesia. 

Tampilan yang elegan, mudah dibersihkan, serta kesan mewah yang ditawarkannya membuat perangkat ini naik kelas bukan sekadar alat memasak, melainkan bagian dari estetika rumah.

Selama beberapa tahun terakhir, permintaan kompor kaca meningkat signifikan, terutama di segmen rumah tangga kelas menengah yang mulai memperhatikan desain interior dapur. 

Namun, pasar ini sebelumnya didominasi merek Jepang dan Eropa dengan harga yang relatif tinggi. Celah inilah yang kemudian mendorong pemain lokal untuk ikut masuk dengan menawarkan kualitas setara, namun lebih terjangkau.

Salah satunya adalah PT Niko Elektronik Indonesia, yang sejak 2019 menempatkan kompor kaca sebagai produk unggulannya. Keputusan tersebut bukan tanpa riset. 

Dari berbagai diskusi kelompok dan survei pasar, perusahaan menemukan fakta bahwa kompor kaca menjadi impian banyak keluarga, tetapi harganya masih menjadi hambatan utama.

“Pasar kompor kaca masih sangat besar dan seksi, karena belum semua rumah tangga di Indonesia beralih ke produk ini. Dan belum semua bisa menjangkau harganya. Ini yang membuat Niko Elektronik semakin optimistis,” ujar Siswo Handoyo, Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia.

Mengusung Konsep Affordable Luxury

Dengan pendekatan “mewah tapi terjangkau”, Niko menyasar konsumen kelas menengah yang ingin mempercantik dapur tanpa biaya berlebih. 

Baca Juga: Tren Kecantikan 2026: Kulit Sehat, Regeneratif, dan Minim Downtime Jadi Standar Baru

Semua kompor kaca Niko diproduksi di pabrik sendiri di Banjardowo, Semarang, yang menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja lokal.

Kompor kaca besutan Niko menggunakan kaca tempered 7–8 mm yang tahan panas hingga 180 derajat dan mampu menahan beban hingga 100 kg, spesifikasi yang lazim ditemukan pada produk global. 

Dengan lebih dari 30 varian, mulai dari kompor atas meja, tanam, hingga seri keamanan dengan fitur safety pin, timer, dan wind shield, konsumen memiliki pilihan yang lebih luas. Harganya pun bervariasi dari sekitar Rp300 ribu hingga di bawah Rp2 juta.

Branding Modern dan Kolaborasi dengan Chef Profesional

Dalam membangun kepercayaan publik, Niko tidak hanya mengandalkan kualitas produk. Perusahaan menjalankan strategi komunikasi yang agresif melalui kampanye 360°, tampil di berbagai kanal dan memperkuat distribusi offline, online, serta modern market.

Kolaborasi dengan Chef Arnold Poernomo sebagai Brand Ambassador dan kehadiran di acara populer seperti MasterChef Indonesia juga memperkuat positioning sebagai produk lokal yang bisa tampil profesional.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI