Merawat Kehidupan Nelayan, Dari Keselamatan di Laut hingga Kesejahteraan Keluarga

Vania Rossa

Selasa, 30 Desember 2025 | 17:03 WIB
Merawat Kehidupan Nelayan, Dari Keselamatan di Laut hingga Kesejahteraan Keluarga
Program keselamatan pelayaran, edukasi, serta penguatan peran keluarga nelayan. (dok. Worcas)
baca 10 detik
  • Persepsi kehidupan nelayan kompleks mencakup keselamatan berlayar, ekonomi keluarga, dan keberlanjutan masyarakat pesisir.
  • Kesadaran akan kompleksitas tersebut mendorong semakin banyak pihak untuk melihat kehidupan nelayan secara lebih utuh.
  • Bukan hanya sebagai pekerja sektor maritim, melainkan sebagai komunitas yang membutuhkan dukungan berkelanjutan agar bisa hidup lebih aman, mandiri, dan sejahtera.

Suara.com - Kehidupan nelayan kerap dipersepsikan hanya tentang laut dan hasil tangkapan. Padahal, di balik aktivitas melaut yang nyaris tak pernah berhenti, tersimpan isu yang jauh lebih kompleks: keselamatan berlayar, ketahanan ekonomi keluarga, hingga keberlanjutan hidup masyarakat pesisir yang sering luput dari perhatian.

Bagi banyak keluarga nelayan, laut adalah sumber penghidupan sekaligus ruang penuh risiko. Cuaca yang kian tak menentu, keterbatasan alat keselamatan, hingga minimnya akses edukasi membuat aktivitas melaut bukan sekadar pekerjaan, melainkan perjuangan sehari-hari. Ketika keselamatan di laut terancam, dampaknya tak hanya dirasakan oleh para nelayan, tetapi juga oleh keluarga yang menunggu di darat.

Di sinilah isu kesejahteraan nelayan menjadi soal yang lebih luas dari sekadar penghasilan. Keselamatan, kesehatan, dan peran keluarga—terutama perempuan—menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem kehidupan pesisir. Tanpa perlindungan dan pemberdayaan yang memadai, siklus kerentanan ini terus berulang dari generasi ke generasi.

Kesadaran akan kompleksitas tersebut mendorong semakin banyak pihak untuk melihat kehidupan nelayan secara lebih utuh. Bukan hanya sebagai pekerja sektor maritim, melainkan sebagai komunitas yang membutuhkan dukungan berkelanjutan agar bisa hidup lebih aman, mandiri, dan sejahtera.

Pendekatan inilah yang kemudian tercermin dalam berbagai inisiatif kolaboratif yang menggabungkan aspek keselamatan berlayar dengan pemberdayaan ekonomi keluarga nelayan. Upaya semacam ini menempatkan masyarakat pesisir sebagai subjek pembangunan, bukan sekadar penerima bantuan.

Salah satu langkah konkret ke arah tersebut diwujudkan melalui kerja sama antara PT Worcas Nusantara Abadi (Worcas Group) dan Gerakan Ingat Selamat Layar Indonesia (GISLI). Kolaborasi ini menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui program keselamatan pelayaran, edukasi, serta penguatan peran keluarga nelayan dalam menopang ekonomi rumah tangga.

Direktur Worcas Group, Roysevelt, menilai bahwa keberhasilan usaha seharusnya berjalan seiring dengan kontribusi sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. Menurutnya, kehidupan nelayan membutuhkan pendekatan jangka panjang yang tidak hanya fokus pada hasil, tetapi juga pada proses dan keselamatan.

“Keberhasilan bisnis harus berjalan seiring dengan kontribusi sosial. Kami ingin berperan aktif membantu masyarakat nelayan agar lebih berdaya, sejahtera, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan, sejalan dengan program pemerintah di sektor maritim,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, GISLI melihat keterlibatan sektor swasta sebagai elemen penting dalam memperkuat upaya perlindungan nelayan. Ketua Umum GISLI, Irjen Pol (Purn.) Drs. Mudji Waluyo, S.H., M.M., menekankan bahwa keselamatan di laut bukan hanya tanggung jawab individu nelayan, tetapi juga ekosistem yang mengelilinginya.

baca juga

“Kepedulian terhadap keselamatan dan kesejahteraan nelayan harus menjadi agenda bersama. Sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar masyarakat pesisir bisa terlindungi dan diberdayakan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Kolaborasi ini juga menaruh perhatian pada peran keluarga nelayan, khususnya perempuan, yang selama ini menjadi penopang ekonomi sekaligus penjaga stabilitas rumah tangga. Dengan memperkuat kapasitas keluarga, kesejahteraan nelayan diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil laut yang fluktuatif.

Lebih dari sekadar program sosial, inisiatif semacam ini mencerminkan perubahan cara pandang terhadap masyarakat pesisir. Bahwa kehidupan nelayan bukan hanya soal bertahan hidup hari ini, tetapi tentang menciptakan masa depan yang lebih aman, layak, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, merawat kehidupan nelayan berarti merawat seluruh ekosistem kemanusiaan di sekitarnya—dari keselamatan di laut, ketahanan keluarga, hingga harapan akan hidup yang lebih sejahtera. Sebab laut bukan hanya ruang mencari nafkah, melainkan ruang hidup yang layak dijaga bersama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Antara Keriput dan Gelombang: Nelayan Tua yang Tak Berhenti Membaca Laut

Di Antara Keriput dan Gelombang: Nelayan Tua yang Tak Berhenti Membaca Laut

Your Say | Jum'at, 26 Desember 2025 | 06:11 WIB

Pesisir: Hidup di Ujung Negeri, Bertahan Tanpa Tepuk Tangan

Pesisir: Hidup di Ujung Negeri, Bertahan Tanpa Tepuk Tangan

Your Say | Kamis, 25 Desember 2025 | 11:25 WIB

Kegigihan Nelayan Pati di Balik Rasa dan Mutu Laut Terbaik

Kegigihan Nelayan Pati di Balik Rasa dan Mutu Laut Terbaik

Your Say | Kamis, 25 Desember 2025 | 18:00 WIB

Terkini

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Rayakan 10 Tahun di Indonesia, Big Bad Wolf Kembali Hadir 24 Jam di ICE BSD

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 00:03 WIB

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Spill Lagunya di SNADA Indonesia 2026, Anggun Dukung Inisiatif Sosial 3T: Mereka Tidak Sendiri

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Rumah Perwira TNI di Cijantung Diduga Jadi Markas Judi Online

Video | Kamis, 08 Oktober 2026 | 23:05 WIB

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

RUU Pemilu 2029 Mulai Dibahas, DPR Buka Pintu Masukan Publik

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Imigrasi Sumut Petakan Risiko Hukum Penanganan Pengungsi

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

Reses Bukan Hambatan DPR Tindaklanjuti Putusan MK soal Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:53 WIB

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

2.399 Unit Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang Ditargetkan Rampung 2026

Sumut | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

Kebakaran di Kawasan Pemukiman Padat Penduduk Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

Tak Perlu Angket, DPR Bisa Gunakan Putusan MK sebagai Dasar Pemakzulan Gibran

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:34 WIB

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Essential Oil Indonesia Dibawa ke Pasar Beauty Timur Tengah

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 22:24 WIB

×