Kronologi Kak Seto Dituduh Tak Tanggapi Aduan Ibu Aurelie Moeremans

Ruth Meliana | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:47 WIB
Kronologi Kak Seto Dituduh Tak Tanggapi Aduan Ibu Aurelie Moeremans
Kak Seto (Instagram/kaksetosahabatanak)

Suara.com - Nama Kak Seto baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah kisah masa lalu Aurelie Moeremans mencuat ke publik melalui buku memoar Broken Strings.

Buku tersebut menceritakan kasus child grooming dan hubungan manipulatif yang dialami Aurelie saat masih berusia belasan tahun.

Sorotan tajam diarahkan pada kronologi Kak Seto yang tidak menanggapi aduan ibu Aurelie Moeremans, yang terjadi lebih dari satu dekade lalu.

Netizen mempertanyakan mengapa laporan yang disampaikan orang tua korban ke lembaga perlindungan anak kala itu tidak berujung pada tindakan yang jelas.

Untuk memahami duduk perkara sebenarnya, penting menelusuri secara runtut bagaimana kronologi Kak Seto yang diduga tak tanggapi aduan Ibu Aurelie Moeremans. Berikut ulasan lengkapnya.

Kronologi Kak Seto Dituduh Tak Tanggapi Aduan Ibu Aurelie Moeremans

Kak Seto (Instagram/kaksetosahabatanak)
Kak Seto (Instagram/kaksetosahabatanak)

 

1. Aurelie Diduga Mengalami Grooming Saat Masih Remaja

Peristiwa ini bermula sekitar tahun 2009 hingga 2010. Saat itu, Aurelie Moeremans yang masih berusia sekitar 15 tahun menjalin hubungan dengan seorang pria dewasa bernama Bobby, yang belakangan diduga publik sebagai Roby Tremonti.

Hubungan tersebut dinilai tidak sehat karena adanya perbedaan usia yang jauh dan dugaan manipulasi emosional.

2. Orang Tua Aurelie Melapor ke Lembaga Perlindungan Anak

Merasa khawatir dengan kondisi putrinya, ibunda Aurelie, Sri Sumarti, bersama sang ayah, Jean Marc Moeremans, mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

Lembaga tersebut saat itu berada dalam lingkup pembinaan Kak Seto. Keluarga meminta perlindungan karena menduga Aurelie mengalami brainwashing dan berada dalam relasi yang membahayakan secara psikologis.

3. Proses Mediasi Dinilai Tidak Memberikan Kejelasan

Berdasarkan pemberitaan lama, Komnas PA mencoba memfasilitasi pertemuan antara keluarga Aurelie dan pihak pria dewasa tersebut. Namun, proses mediasi berjalan sulit dan tidak menghasilkan keputusan yang jelas.

Salah satu kendala utama adalah kondisi psikologis Aurelie yang masih membela pelaku dan belum menyadari bahwa dirinya berada dalam situasi grooming.

4. Kekecewaan Keluarga karena Aduan Tak Ditindaklanjuti

Ayah Aurelie mengaku telah beberapa kali meminta bantuan, namun tidak mendapatkan langkah konkret yang tegas.

Hal ini menimbulkan kekecewaan mendalam dari pihak keluarga karena dianggap tidak mendapatkan respons maksimal.

5. Kasus Lama Kembali Mencuat Usai Rilis Buku Broken Strings

Situasi berubah ketika Aurelie merilis Broken Strings pada awal 2026.

Dalam buku itu, ia mengungkap bahwa dirinya sempat berbohong kepada petugas karena menerima ancaman serius, mulai dari ancaman kekerasan hingga penyebaran foto pribadi.

Pengakuan ini membuat publik memahami mengapa kasus tersebut dulu terlihat buntu.

6. Klarifikasi Kak Seto

Seiring viralnya buku tersebut, media sosial dipenuhi kritik terhadap Kak Seto. Ia dituding tidak cukup proaktif melindungi Aurelie saat laporan pertama kali masuk.

Menanggapi hal itu, Kak Seto memberikan klarifikasi melalui Instagram Story pada 13 Januari 2026. Ia meminta publik menyikapi kasus lama tersebut dengan kepala dingin dan menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja sesuai kemampuan dan tanggung jawab saat itu.

Mohon kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru,” tulis Kak Seto.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu juga menegaskan bahwa pada masa kejadian, pihaknya telah berupaya sesuai kapasitas dan tanggung jawab yang dimiliki. Ia menyadari bahwa setiap peristiwa menyisakan luka dan proses panjang bagi semua pihak yang terlibat.

Selain itu, Kak Seto mengingatkan agar kisah dalam buku Broken Strings tidak dijadikan ruang untuk saling menyerang atau menuduh secara personal. Ia menekankan bahwa pengangkatan kembali kasus lama seharusnya disikapi dengan bijak dan berempati.

Ia pun menutup klarifikasinya dengan harapan agar semua pihak yang pernah terlibat dapat berdamai dengan masa lalu dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik ke depan.

Meski klarifikasi telah disampaikan, sebagian netizen menilai pernyataan Kak Seto kurang menunjukkan empati terhadap korban.

Kasus ini akhirnya berkembang menjadi evaluasi besar terhadap sistem perlindungan anak di Indonesia. Banyak pihak berharap kasus Aurelie menjadi pelajaran agar laporan kekerasan dan grooming terhadap anak dapat ditangani lebih serius dan berpihak pada korban di masa depan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dituding Lakukan Kekerasan Seksual, Roby Tremonti Tantang Aurelie Moeremans Tunjukkan Bukti

Dituding Lakukan Kekerasan Seksual, Roby Tremonti Tantang Aurelie Moeremans Tunjukkan Bukti

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:59 WIB

Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, 7 Alasan Psikologis Korban Child Gromming Tak Bisa Melawan

Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, 7 Alasan Psikologis Korban Child Gromming Tak Bisa Melawan

Lifestyle | Rabu, 14 Januari 2026 | 12:29 WIB

Syok Baca 'Broken Strings' Aurelie Moeremans, Jessica Iskandar Ungkap Kisah Seram di Masa Lalu

Syok Baca 'Broken Strings' Aurelie Moeremans, Jessica Iskandar Ungkap Kisah Seram di Masa Lalu

Entertainment | Rabu, 14 Januari 2026 | 11:47 WIB

Terkini

6 Rekomendasi Parfum Aroma Apel dari Brand Lokal yang Bikin Mood Naik

6 Rekomendasi Parfum Aroma Apel dari Brand Lokal yang Bikin Mood Naik

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:20 WIB

Berkaca dari Kasus Mahasiswa FH UI: Pahami Arti Consent Sebenarnya Lewat Prinsip FRIES

Berkaca dari Kasus Mahasiswa FH UI: Pahami Arti Consent Sebenarnya Lewat Prinsip FRIES

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:15 WIB

Urutan Skincare Wardah Malam Hari untuk Atasi Flek Hitam Membandel

Urutan Skincare Wardah Malam Hari untuk Atasi Flek Hitam Membandel

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Belanja Online Naik Pesat, Siapa yang Mesti Bertanggung Jawab Beban Sampahnya?

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB

7 Sepeda Lipat 20 Inch, Nyaman dan Ringkas Mulai Rp1 Jutaan

7 Sepeda Lipat 20 Inch, Nyaman dan Ringkas Mulai Rp1 Jutaan

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 13:01 WIB

Urutan Merawat Kulit Wajah Sebelum Tidur: Rahasia Wajah Segar dan Bebas Jerawat

Urutan Merawat Kulit Wajah Sebelum Tidur: Rahasia Wajah Segar dan Bebas Jerawat

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:47 WIB

7 Parfum Pria Aroma Woody, Wangi Maskulin Mewah dan Tahan Lama!

7 Parfum Pria Aroma Woody, Wangi Maskulin Mewah dan Tahan Lama!

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB

5 Bedak Padat Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Simpel Flawless

5 Bedak Padat Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Simpel Flawless

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:13 WIB

7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP

7 Fakta Kunjungan Menhan Sjafrie ke Pentagon: Isu Akses Udara Bebas hingga Kemitraan MDCP

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 12:03 WIB

Awal Mula Terbongkarnya Kasus Pelecehan Seksual Oleh 16 Mahasiswa FH UI di Grup Chat

Awal Mula Terbongkarnya Kasus Pelecehan Seksual Oleh 16 Mahasiswa FH UI di Grup Chat

Lifestyle | Selasa, 14 April 2026 | 11:50 WIB