Kalahkan 24 Negara! Ini Deretan Inovasi Pelajar Indonesia yang Borong Medali Emas di Ajang Bergengsi

Dinda Rachmawati Suara.Com
Rabu, 14 Januari 2026 | 11:04 WIB
Kalahkan 24 Negara! Ini Deretan Inovasi Pelajar Indonesia yang Borong Medali Emas di Ajang Bergengsi
Kalahkan 24 Negara! Ini Deretan Inovasi Pelajar Indonesia yang Borong Medali Emas di Ajang Bergengsi (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Pelajar Indonesia dari Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) raih banyak prestasi di ajang IPITEx 2026 Bangkok.
  • Tim Traffigo meraih emas dan penghargaan tertinggi kategori youth dengan sistem manajemen lalu lintas berbasis aplikasi GPS.
  • Total sepuluh tim MISJ memenangkan medali emas, perak, serta berbagai penghargaan khusus dari kompetisi internasional tersebut.

Suara.com - Di saat banyak remaja seusianya masih sibuk dengan media sosial, sekelompok pelajar Indonesia justru sibuk memecahkan persoalan nyata, kemacetan, kesehatan, hingga keberlanjutan lingkungan. 

Mereka datang dari Mentari Intercultural School Jakarta (MISJ) dan berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026, salah satu kompetisi inovasi terbesar di Asia.

Ajang yang digelar pada 5–9 Januari 2026 di BITEC, Bangkok ini diikuti oleh 883 tim dari 24 negara. Di tengah ketatnya persaingan para inovator muda dunia, para siswa Indonesia justru tampil mencolok. 

Sebanyak 10 tim MISJ berhasil mendapatkan sederet prestasi membanggakan, mulai dari medali emas, perak, hingga special award internasional dan penghargaan tertinggi kategori youth.

Salah satu sorotan utama datang dari Tim Traffigo yang terdiri dari Zihny, Arga, Tala, Erlangga, Jason, Affan, dan Fathir. Mereka tidak hanya berhasil meraih medali emas, tetapi juga memperoleh Special Award dari Nizhny Novgorod State Technical University serta dianugerahi International Young Inventor Award, penghargaan tertinggi kategori youth pada IPITEx 2026. 

Inovasi yang mereka kembangkan berupa sistem manajemen lalu lintas dan koordinasi penjemputan siswa berbasis aplikasi mobile yang memanfaatkan pelacakan GPS dan notifikasi real-time untuk mengurangi kemacetan di sekitar sekolah. 

Solusi tersebut telah diuji coba di tiga sekolah swasta dan negeri di Jakarta Selatan yang dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas tinggi pada jam penjemputan, dengan hasil nyata berupa berkurangnya antrean kendaraan, waktu tunggu yang lebih singkat, serta alur lalu lintas yang lebih tertata dan aman.

Pengalaman tampil di forum internasional itu meninggalkan kesan mendalam bagi para anggotanya. Zihny Amartya Equinarru mengungkapkan, sangat menyenangkan bisa mempresentasikan proyeknya dan tim dan melihat berbagai inovasi dari booth-booth lain. 

"Dengan bimbingan para mentor, kami belajar bagaimana menjawab pertanyaan dengan percaya diri dan mengajak orang berdiskusi. Tanpa mereka, kami tidak mungkin bisa meraih pencapaian ini,” kata dia.

Baca Juga: Kaleidoskop Prestasi Bulutangkis Indonesia: 21 Gelar di BWF World Tour 2025

Keberhasilan MISJ tidak berhenti pada Traffigo. Sekolah ini juga meraih medali emas melalui berbagai tim dengan inovasi berbasis teknologi dan dampak nyata. 

Salah satunya Dermatect, sebuah sistem skrining kanker kulit (melanoma) non-invasif berbasis automated machine learning melalui aplikasi mobile yang telah diuji di RS Kanker Dharmais Jakarta dan meraih Special Award dari Hongkong Dream Technology. 

Ada pula CritterCoach, aplikasi self-care berbasis AI untuk membangun disiplin dan konsistensi pada atlet remaja, TempGo sebagai sistem pengantaran makanan pintar berbasis IoT dengan mekanisme pemanas dan pendingin terintegrasi, serta SoilPin yang berfokus pada peningkatan efisiensi dan kesehatan tanah. 

Selain itu, sejumlah tim MISJ juga berhasil membawa pulang medali perak dan special award internasional dari institusi di Malaysia, menegaskan kualitas inovasi yang dihasilkan para pelajar Indonesia.

Kepala Sekolah MISJ, Aloysius Songky Widya Ananta, menyampaikan kebanggaannya atas capaian tersebut. Prestasi ini menurutnya membuktikan bahwa siswa MISJ mampu bersaing di panggung internasional melalui inovasi yang berdampak nyata. 

"Kami sangat bangga melihat keberanian, kreativitas, dan kerja keras mereka. Ini bukan semata tentang medali, tetapi tentang membangun karakter pembelajar global yang mampu berpikir kritis dan solutif,” ujarnya.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI