Apa Itu Segitiga Kematian di Wajah? Viral Kisah Suami Meninggal Usai Istri Iseng Pencet Jerawatnya

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:25 WIB
Apa Itu Segitiga Kematian di Wajah? Viral Kisah Suami Meninggal Usai Istri Iseng Pencet Jerawatnya
Ilustrasi hidung (Freepik)
Baca 10 detik
  • Area dari hidung hingga bibir atas disebut segitiga kematian di wajah.
  • Di sini, pembuluh darah tidak punya katup, sehingga infeksi bisa menuju otak.
  • Jangan memencet jerawat di area ini, risikonya bisa sangat serius.

Suara.com - Baru-baru ini, sebuah unggahan di media sosial viral menceritakan tragedi seorang istri yang kehilangan suaminya akibat jerawat di segitiga kematian wajah.

Dalam postingan Instagram @folkathic, sang istri menuturkan penyesalan mendalam setelah memencet jerawat di hidung suaminya, yang ternyata berujung fatal.

Di awal cerita, sosok istri menceritakan bahwa suaminya adalah pekerja keras yang merantau untuk menafkahi keluarga, terutama saat sang istri sedang hamil muda.

Saat suaminya pulang, keduanya menghabiskan waktu dengan makan dan bercanda. Suaminya pun sempat mengeluhkan jerawat di hidung yang tak kunjung sembuh.

Di momen tersebut, sang istri iseng memencet jerawat yang terlihat matang, tidak menyangka hal tersebut akan menimbulkan konsekuensi serius.

Keesokan harinya, sang suami mulai merasakan pusing dan demam tinggi. Awalnya kondisi ini dianggap sakit ringan dan diberi obat sederhana.

Namun gejala tidak kunjung membaik. Area hidung tampak merah, bengkak, dan nyeri hebat menjalar ke bagian belakang kepala.

Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan pembekuan darah di hidung yang akhirnya menyebabkan pendarahan serius hingga ke pembuluh otak dan harus menjalani operasi.

Sayangnya, sang suami meninggal dunia dua hari setelah menjalani operasi. Sang istri  pun berharap kisahnya ini menjadi pelajaran bagi banyak orang.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Berminyak, Wajah Lembap Bebas Jerawat

Ilustrasi hidung (Freepik/serhii_bobyk)
Ilustrasi hidung (Freepik/serhii_bobyk)

Apa Itu Segitiga Kematian di Wajah?

Melansir Cleveland Clinic, area dari jembatan hidung hingga kedua sudut mulut dikenal sebagai danger triangle of the face atau segitiga kematian wajah.

Dermatolog Dr. Alok Vij menjelaskan, area tersebut berisiko tinggi terkena infeksi dari jerawat atau luka kecil karena adanya cavernous sinus.

Itu merupakan jaringan pembuluh darah besar di belakang mata yang langsung terhubung ke otak. Infeksi di sini bisa menyebar ke otak meski jaraknya pendek.

Sementara itu, melansir dari kolom komentar postingan Instagram @folkathic, Dokter THT Al Hafiz menambahkan bahwa normalnya pembuluh darah memiliki katup.

Namun, di sekitar hidung dan mata, pembuluh darah tidak memiliki katup, sehingga aliran darah bisa bergerak bolak-balik.

Artinya, infeksi di hidung atau jerawat bernanah di bibir atas dapat terbawa ke otak melalui pembuluh darah ini.

Oleh karena itu, jerawat di area yang disebut segitiga kematian tidak boleh dipencet sembarangan.

Infeksi di area tersebut berisiko menimbulkan kondisi serius, seperti radang selaput otak atau pembekuan pembuluh darah di kepala.

Risiko Infeksi yang Mengancam Nyawa

Masih melansir dari laman yang sama, tidak semua jerawat yang dipencet akan menyebabkan kematian, namun risiko tetap ada.

Dr. Vij menjelaskan bahwa setiap luka kulit yang terkontaminasi bakteri berpotensi menimbulkan infeksi.

Dalam kasus yang jarang, infeksi di wajah bisa berkembang menjadi septic cavernous sinus thrombosis, yaitu pembekuan darah di sinus kavernosus.

Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah serius seperti abses otak, infeksi otak,  kerusakan saraf wajah, termasuk kelumpuhan otot mata, meningitis, pneumonia, emboli septik, dan stroke.

Sebelum adanya antibiotik, kondisi ini hampir selalu fatal. Saat ini, penyakit ini biasanya bisa diobati jika terdeteksi lebih awal.

Tips Mengatasi Jerawat di Segitiga Kematian

Jika sulit menahan diri, ada beberapa cara aman untuk membantu jerawat sembuh.

1. Kompres Hangat

Rendam kain bersih di air hangat (tidak terlalu panas), tempelkan di area jerawat selama 10–15 menit.

Cara ini membantu mengeluarkan nanah ke permukaan dan mempercepat proses penyembuhan.

2. Gunakan Pimple Patch

Jika jerawat sudah terbuka, tempelkan zit sticker semalaman untuk menyerap nanah.

3. Konsultasi ke Dokter Kulit

Dokter bisa membantu mempercepat penyembuhan dengan suntikan kortison atau antibiotik aman untuk area sensitif.

Pantau kondisi wajah jika terjadi infeksi, terutama 5–10 hari pertama setelah jerawat muncul atau luka kecil.

Jika infeksi meluas, atau muncul gejala sistemik seperti demam, menggigil, atau nyeri hebat, segera periksa ke dokter.

Infeksi yang tidak ditangani bisa menyebar dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI