- Cecilia Meliana dikenal di TikTok melalui konten tenang dan reflektif, menekankan bahwa kepekaannya harus digunakan untuk menolong sesama.
- Perjalanan kontennya bertransformasi dari konten sensasional (ghost hunting) menjadi pembahasan makna hidup setelah jeda panjang refleksi spiritual.
- Ia aktif dalam filantropi lintas iman, memandang popularitas dan kekayaan hanya sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan dan tanggung jawab.
Suara.com - Di tengah riuh algoritma TikTok yang sering kali memuja sensasi, nama Cecilia Meliana justru tumbuh lewat jalur yang tak biasa. Akun @ceciliameliana kerap disebut-sebut warganet sebagai ruang cerita yang “berbeda”: tenang, reflektif, dan sarat makna.
Banyak pengikutnya percaya Cecilia memiliki kepekaan tertentu, label yang sering melekat, tapi tak pernah benar-benar ia klaim sebagai keistimewaan.
Bagi Cecilia, kepekaan bukanlah mahkota yang membuat seseorang lebih tinggi dari manusia lain. Ia melihatnya sebagai kemampuan yang netral—seperti bakat apa pun—yang justru menuntut tanggung jawab besar.
“Kalau tidak dipakai untuk menolong orang, kepekaan itu tidak ada artinya,” ujarnya.
Dari sanalah arah hidup dan kontennya berangkat.
Kepekaan yang Tumbuh Sejak Kecil
Berbeda dari banyak kreator yang baru “menemukan persona” setelah viral, Cecilia justru sudah akrab dengan sisi spiritual sejak kecil. Pengalaman-pengalaman itu ia simpan lama, jauh sebelum publik mengenalnya. Ketika respons warganet mulai bermunculan, ia tidak merasa kaget, justru menjadi berani untuk berbicara terbuka di ruang publik.
Kejujuran itulah yang membuat audiens cepat mengaitkan kontennya dengan hal-hal yang dianggap tidak biasa. Bukan karena ceritanya ekstrem, melainkan karena jarang ada orang yang membahas pengalaman batin secara jujur dan tenang.
“Banyak orang sebenarnya punya pengalaman serupa, tapi memilih diam karena takut dianggap aneh,” kata Cecilia.
Baca Juga: Standar TikTok: Katalog Hidup Mewah yang Bikin Kita Miskin Mental
Ketika seseorang berani bersuara, yang lain merasa terwakili.
Dari Ghost Hunting ke Pencarian Makna
Tak banyak yang tahu, perjalanan Cecilia di TikTok dimulai dari konten ghost hunting. Ia mengejar adrenalin, sensasi, dan pembuktian. Hingga suatu titik, semua itu terasa kosong. Ia berhenti total dari TikTok hampir tiga tahun, menarik diri dari sorotan, mempelajari kehidupan, agama, dan meditasi.
Saat kembali, niatnya berubah total. Cecilia tidak lagi tertarik membangun ketakutan. Ia ingin berbicara tentang makna hidup. Transformasi ini pula yang menggeser cara publik memandangnya, terutama setelah video tentang penemuan makam kehidupan lampau ramai dibicarakan. Bagi Cecilia, video itu bukan soal viralitas, melainkan refleksi panjang tentang konsekuensi perbuatan manusia.
Filantropi Lintas Iman, Bukan Pencitraan
Di luar konten, Cecilia dikenal aktif dalam kegiatan filantropi lintas agama. Namun ia menolak memposisikan diri sebagai “tokoh kebaikan”. Menolong orang lain, baginya, adalah cara memperbaiki sesuatu yang pernah rusak—baik dalam dirinya maupun dalam hidup orang lain. Ia percaya setiap manusia membawa beban masa lalu, disadari atau tidak.