Petal Dreamscapes: Intip Tema Pernikahan Paling Romantis dan 'Dreamy' untuk Tahun 2026

Dinda Rachmawati Suara.Com
Kamis, 22 Januari 2026 | 08:32 WIB
Petal Dreamscapes: Intip Tema Pernikahan Paling Romantis dan 'Dreamy' untuk Tahun 2026
Petal Dreamscapes: Intip Tema Pernikahan Paling Romantis dan 'Dreamy' untuk Tahun 2026 (Dok. Bridestory)
Baca 10 detik
  • Bridestory meluncurkan tema pernikahan 2026 bernama Petal Dreamscapes, mengusung estetika romantis organik dengan warna Charming Champagne.
  • Survei 5.000 calon pengantin menunjukkan mayoritas memilih ballroom hotel dan membutuhkan waktu persiapan lebih dari 12 bulan.
  • Mayoritas responden menggunakan jasa *wedding planner* dan mengandalkan platform digital untuk perencanaan, seperti *website* dan RSVP daring.

Suara.com - Industri pernikahan terus berevolusi mengikuti perubahan gaya hidup, selera visual, dan cara generasi muda merayakan cinta. 

Menyambut tahun 2026, Bridestory resmi memperkenalkan Petal Dreamscapes sebagai tema tren pernikahan terbaru yang dirancang untuk menginspirasi para calon pengantin dalam mewujudkan perayaan yang personal, emosional, dan penuh makna.

Petal Dreamscapes merupakan eksplorasi estetika romantis dan organik dengan sentuhan dreamy yang kuat. Tema ini menghadirkan interpretasi baru dari keindahan bunga, tidak sekadar dekoratif, tetapi artistik, imajinatif, dan sarat emosi.

Hal ini menciptakan suasana pernikahan yang terasa seperti berada di dalam dunia mimpi yang dipenuhi kelopak dan romantisme yang lembut.

Secara visual, Petal Dreamscapes menggabungkan kelembutan elemen floral dengan pendekatan modern. Palet warna muted dan powdery berpadu dengan tekstur metalik serta komposisi dekorasi yang tidak konvensional. 

Petal Dreamscapes: Intip Tema Pernikahan Paling Romantis dan 'Dreamy' untuk Tahun 2026 (Dok. Bridestory)
Petal Dreamscapes: Intip Tema Pernikahan Paling Romantis dan 'Dreamy' untuk Tahun 2026 (Dok. Bridestory)

Setiap detail dirancang untuk menghadirkan pengalaman visual yang atmosferik, seolah seluruh elemen pernikahan mengalir lembut mengikuti gerak kelopak bunga yang tertiup angin.

Untuk melengkapi tema ini, Bridestory juga memperkenalkan warna pernikahan 2026 bertajuk Charming Champagne. Rona keemasan hangat dengan sentuhan putih gading ini memancarkan kesan elegan, hangat, dan timeless, sekaligus tetap modern dan mewah tanpa terasa berlebihan. 

Charming Champagne merepresentasikan kematangan cinta, keintiman, serta kilau kebahagiaan yang halus, selaras dengan karakter dreamy dari Petal Dreamscapes.

Dalam implementasinya, Petal Dreamscapes memberi ruang luas bagi calon pengantin untuk menuangkan inspirasi ke berbagai elemen pernikahan. 

Baca Juga: Terpopuler: Pernikahan Kak Seto Mendadak Disorot, Daftar Shio Paling Hoki 16 Januari 2026

Mulai dari buket pengantin bernuansa transparan dengan kilau perak yang menciptakan refleksi cahaya dinamis, dekorasi dramatis dengan kedalaman visual yang memikat melalui sentuhan old-world romance, hingga gaun pengantin bergaya minimalis modern dengan siluet arsitektural yang tegas namun tetap mempertahankan esensi feminin yang lembut.

Tak hanya itu, konsep ini juga tercermin melalui kue pengantin non-konvensional dengan bentuk geometris dan abstrak yang artistik, serta aksesori dengan gradasi warna puitis yang memperkuat kesan ethereal dan personal.

Data Wedding Survey: Potret Pernikahan Generasi 2026

Tak hanya menghadirkan tren visual, Bridestory juga merilis Wedding Survey Report yang dikumpulkan melalui survei kepada 5.000 calon pengantin di akhir 2025. Responden terdiri dari 58,7% perempuan dan 41,3% laki-laki, dengan mayoritas berusia 25–30 tahun.

Hasil survei menunjukkan bahwa 40,9% responden berencana menikah di kuartal 4 tahun 2026, dengan November sebagai bulan terpopuler. Sementara itu, 21,8% responden memilih kuartal 3 tahun 2026 sebagai waktu pernikahan mereka.

Dalam merancang pernikahan impian, 92,5% responden masih menggunakan jasa wedding planner dan organizer, menandakan tingginya kebutuhan akan bantuan profesional untuk mengelola konsultasi, koordinasi vendor, manajemen anggaran, hingga penyusunan jadwal.

Digitalisasi juga semakin menguat dalam industri pernikahan. Sebanyak 56% responden membuat wedding website, sementara 91% menggunakan undangan dan buku tamu digital untuk mempermudah pengelolaan tamu.

Menjawab kebutuhan tersebut, Bridestory menghadirkan SayYes RSVP, platform komprehensif yang memungkinkan calon pengantin merancang narasi pernikahan secara personal sejak awal.

Mulai dari kurasi template, layanan desain custom, galeri foto dan video terintegrasi, hingga sistem RSVP real-time, seating management, dan QR check-in, semua dapat diakses melalui satu tautan eksklusif.

Preferensi Venue, Tamu, dan Anggaran Pernikahan

Dari sisi venue, ballroom hotel masih menjadi pilihan utama dengan persentase 48,6% karena menawarkan kesan mewah dan kapasitas besar. 

Gedung atau aula serbaguna dipilih oleh 30% responden, sementara area outdoor seperti taman atau pantai dipilih oleh 10% responden, mencerminkan meningkatnya minat terhadap pernikahan yang lebih santai dan intim.

Durasi persiapan pernikahan juga menjadi faktor krusial. Sebanyak 44,1% pasangan membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk mempersiapkan pernikahan, sementara 30,3% mempersiapkannya dalam kurun waktu 9–12 bulan.

Untuk jumlah tamu, mayoritas responden (42%) memilih mengundang 101–300 tamu, disusul 301–500 tamu (31,2%). Sementara itu, 3,5% responden memilih micro wedding dengan jumlah tamu di bawah 50 orang.

Dari sisi anggaran, mayoritas calon pengantin menyiapkan budget Rp250–500 juta (39,9%), disusul Rp500 juta–Rp1 miliar (24,7%), dan maksimal Rp250 juta (22,3%).

Bridestory Dorong Industri Pernikahan Lebih Relevan dan Personal

Dalam memilih vendor, portofolio dan harga menjadi faktor utama. Vendor dengan pricelist yang transparan, konsep yang variatif, serta kehadiran digital yang kuat dinilai lebih menarik bagi calon pengantin.

Tak heran jika sebagian besar responden masih mengandalkan platform Bridestory sebagai sumber utama dalam mencari vendor pernikahan, selain pameran dan media sosial.

“Melalui data-data yang kami rilis dalam Wedding Survey Report ini, Bridestory ingin membantu para vendor dan pelaku industri pernikahan memahami perilaku, preferensi, serta ekspektasi calon pengantin masa kini secara lebih mendalam," ungkap Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory.

Data ini kata dia tidak hanya memetakan arah tren visual seperti tema dan warna, tetapi juga menggambarkan bagaimana pasangan merencanakan pernikahan, mengambil keputusan, hingga apa yang mereka anggap paling penting dalam sebuah perayaan pernikahan.

Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, Bridestory juga kembali menggelar rangkaian event tahunan seperti Bridestory Market dan Bridestory Fair sepanjang 2026. 

Tiga pameran besar akan digelar, yaitu Bridestory Market pada 12–15 Februari 2026 dan 3–6 September 2026 di ICE BSD, serta Bridestory Fair pada 5–7 Juni 2026 di JICC Senayan.

Melalui Petal Dreamscapes, Bridestory menegaskan bahwa pernikahan di tahun 2026 bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan sebuah pengalaman emosional yang dirancang dengan keindahan, keintiman, dan sentuhan mimpi yang personal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI