Tak Lagi Musiman, Banjir Mulai Hantam Wilayah yang Dulu Dianggap Aman

Vania Rossa

Senin, 02 Februari 2026 | 11:22 WIB
Tak Lagi Musiman, Banjir Mulai Hantam Wilayah yang Dulu Dianggap Aman
Petugas mengevakuasi wisatawan mancanegara yang terjebak banjir di kawasan Kuta, Badung, Bali, Rabu (10/9/2025). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym]
baca 10 detik
  • Cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah yang sebelumnya tidak dikenal sebagai daerah rawan.
  • Perubahan pola hujan membuat risiko banjir menjadi semakin sulit diprediksi dan berdampak langsung pada rumah serta kendaraan warga.
  • Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mulai melihat perlindungan aset sebagai bagian penting dari kesiapan menghadapi risiko yang kian meluas.

Suara.com - Bali selama ini lebih sering dikaitkan dengan pantai cerah, sawah hijau, dan deretan hotel yang menghadap laut. Gambaran tentang banjir besar jarang sekali muncul ketika orang membicarakan pulau wisata ini. Namun cuaca ekstrem yang terjadi sepanjang akhir 2025 mengubah banyak hal, termasuk peta risiko bencana di Indonesia.

Hujan berintensitas tinggi yang turun dalam waktu singkat memicu banjir dan longsor di sejumlah titik di Bali. Dampaknya bukan hanya mengganggu aktivitas warga dan pariwisata, tetapi juga meninggalkan kerusakan pada rumah tinggal dan kendaraan pribadi.

Data Allianz Utama Indonesia mencatat, klaim asuransi properti dan kendaraan di wilayah Bali hingga Desember 2025 diperkirakan mencapai Rp22 miliar.

Badung, Denpasar, dan Gianyar menjadi wilayah dengan kontribusi klaim terbesar, yang sebagian besar disebabkan oleh banjir dan kerusakan akibat air.

Fenomena ini menjadi sinyal bahwa banjir tidak lagi identik dengan wilayah-wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan.

Pola yang sama juga terlihat di daerah lain. Pada kuartal akhir 2025, hujan ekstrem menyebabkan banjir di sejumlah wilayah seperti Bima di Nusa Tenggara Timur hingga Kalimantan Selatan, daerah yang sebelumnya tidak selalu masuk daftar utama risiko banjir.

Risiko yang Makin Sulit Diprediksi

Perubahan ini menunjukkan bahwa risiko banjir di Indonesia kini semakin meluas dan tidak lagi terlokalisasi. Intensitas hujan yang meningkat, perubahan pola cuaca, serta faktor lingkungan membuat potensi banjir bisa muncul di tempat yang sebelumnya dianggap relatif aman.

Direktur dan Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan perubahan yang terjadi bukan hanya pada cuaca, tetapi juga pada cara risiko bekerja.

baca juga

“Yang berubah bukan hanya intensitas hujan, tapi juga pola risikonya. Ketika bencana seperti banjir bisa terjadi di area yang sebelumnya dianggap aman, masyarakat perlu melihat asuransi properti dan kendaraan sebagai bagian penting dari manajemen risiko, bukan sekadar perlindungan tambahan,” ujarnya dalam keterangan.

Ketika Kerugian Datang Tanpa Peringatan

Banjir sering kali datang tiba-tiba. Dalam hitungan jam, air bisa merendam rumah, merusak perabot, hingga membuat kendaraan tak lagi bisa digunakan. Biaya perbaikan akibat kerusakan air pun tidak sedikit, terutama jika menyangkut struktur bangunan atau sistem kelistrikan kendaraan modern.

Di tengah kondisi ini, perlindungan aset menjadi semakin relevan. Ada beberapa alasan mengapa pendekatan terhadap risiko kini perlu berubah:

  • Banjir makin sulit diprediksi lokasinya, sehingga aset di luar wilayah langganan banjir pun berpotensi terdampak
  • Rumah dan kendaraan adalah aset bernilai tinggi, dengan biaya perbaikan yang bisa sangat besar
  • Kerugian sering terjadi mendadak, tanpa kesiapan dana darurat yang memadai
  • Asuransi membantu mengalihkan beban finansial, sehingga dampak kerugian tidak sepenuhnya ditanggung sendiri

Dengan pola cuaca yang semakin tidak menentu, banjir tidak lagi bisa dipandang sebagai risiko musiman di wilayah tertentu saja. Ia berubah menjadi risiko yang bisa datang kapan saja dan berdampak langsung pada stabilitas keuangan keluarga.

“Perlindungan bukan tentang seberapa mungkin risiko terjadi pada diri kita, tetapi tentang bagaimana kesiapan kita ketika risiko itu datang. Perubahan kesadaran ini yang terus kami dorong sebagai bagian dari komitmen Allianz Utama dalam memberikan rasa tenang bagi nasabah dan masyarakat,” tutup Ignatius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7 Mobil Bekas City Car Bekas Paling Bandel Rp70 Jutaan, Ground Clearance Tinggi Anti Banjir

7 Mobil Bekas City Car Bekas Paling Bandel Rp70 Jutaan, Ground Clearance Tinggi Anti Banjir

Otomotif | Senin, 02 Februari 2026 | 10:23 WIB

Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah

Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah

News | Senin, 02 Februari 2026 | 07:22 WIB

Rumah Kebanjiran, Umay Shahab Terpaksa Ngungsi ke Hotel 5 Hari: Sekarang Tiap Hujan Deg-degan

Rumah Kebanjiran, Umay Shahab Terpaksa Ngungsi ke Hotel 5 Hari: Sekarang Tiap Hujan Deg-degan

Entertainment | Minggu, 01 Februari 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:02 WIB

MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?

MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Susul BTS, Stray Kids Tak Kirim Karya Musik ke dalam Nominasi Grammy 2027

Susul BTS, Stray Kids Tak Kirim Karya Musik ke dalam Nominasi Grammy 2027

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Jabat Kabaharkam Polri, Eks Kapolda Riau Resmi Sandang Jenderal Bintang Tiga

Jabat Kabaharkam Polri, Eks Kapolda Riau Resmi Sandang Jenderal Bintang Tiga

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Jorge Jesus Buka Pintu Cristiano Ronaldo Kembali ke Timnas Portugal

Jorge Jesus Buka Pintu Cristiano Ronaldo Kembali ke Timnas Portugal

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:56 WIB

Andi Sudirman Lantik Andi Winarno Eka Putra Sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel

Andi Sudirman Lantik Andi Winarno Eka Putra Sebagai Pj Sekda Provinsi Sulsel

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:50 WIB

Satu Mobil, Beda Titik Jemput: Grab Group Ride Diklaim Bisa Hemat 54,6 Persen

Satu Mobil, Beda Titik Jemput: Grab Group Ride Diklaim Bisa Hemat 54,6 Persen

Tekno | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:43 WIB

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

BEM SI Demo di DPR! Polisi Siagakan 3.983 Personel dan Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo

Jatim | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:34 WIB

×