Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 02 Februari 2026 | 07:22 WIB
Dua Hari, Lima Bencana Beruntun: BNPB Catat Longsor hingga Karhutla di Sejumlah Daerah
LOngsor di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (30/1) dini hari. (dok. BPBD)
baca 10 detik
  • BNPB mencatat serangkaian bencana, seperti longsor Bogor, cuaca ekstrem Klaten, dan banjir Halmahera Timur, terjadi 31 Januari hingga 1 Februari 2026.
  • Berbagai dampak kerusakan meliputi rumah rusak di Jawa Barat dan Jateng, fasilitas umum terdampak banjir Maluku Utara, serta karhutla di Sulawesi Tengah.
  • Penanganan darurat dilakukan BNPB bersama pemda, masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rentetan bencana terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hanya dalam kurun waktu dua hari. Longsor, cuaca ekstrem, banjir, abrasi pantai hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan muncul silih berganti di berbagai daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan data tersebut dihimpun berdasarkan pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB pada periode 31 Januari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 1 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

“BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, pendataan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Di Jawa Barat, pergeseran tanah terjadi di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (30/1) dini hari. Hujan dengan durasi cukup lama dan kondisi tanah yang labil memicu longsor yang menyebabkan 11 rumah warga mengalami kerusakan ringan dan berdampak pada 57 jiwa.

Hasil kaji cepat BPBD Kabupaten Bogor menemukan retakan di sejumlah bagian rumah warga. Kondisi ini dikhawatirkan memburuk jika hujan kembali turun. Aparat desa dan petugas setempat terus memantau situasi dan mengimbau warga melakukan evakuasi mandiri bila diperlukan.

Sementara itu, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (31/1). Tujuh desa di tiga kecamatan, yakni Prambanan, Manisrenggo, dan Tulung, terdampak angin kencang.

BPBD Kabupaten Klaten melaporkan 23 rumah rusak ringan, satu fasilitas umum rusak ringan, dua tempat usaha rusak sedang, serta delapan akses jalan terganggu akibat pohon tumbang. Penanganan dilakukan pada hari yang sama dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat, perangkat desa, TNI/Polri, dan relawan.

Bencana juga melanda wilayah timur Indonesia. Di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, banjir merendam Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Sabtu (31/1) sore, setelah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah tersebut.

Sebanyak 35 rumah, dua kios, satu fasilitas ibadah, dan satu tempat pemakaman umum terdampak banjir. Hingga Sabtu malam, genangan air dilaporkan masih bertahan.

baca juga

Di hari yang sama, abrasi pantai terjadi di Desa Puao, Kecamatan Wasile Tengah. Hujan disertai angin kencang menyebabkan talud penahan ombak sepanjang 200 meter rusak. Sebanyak 16 rumah warga terdampak dan empat perahu nelayan dilaporkan terbawa ombak. Kondisi abrasi dan angin kencang masih berlangsung hingga malam hari.

Dari Sulawesi Tengah, BPBD Kabupaten Parigi Moutong melaporkan kebakaran hutan dan lahan di Desa Baliara dan Desa Jonokalora, Kecamatan Parigi Barat, Sabtu (31/1) siang. Luas lahan terbakar diperkirakan mencapai satu hektare.

Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama berkat kerja sama petugas, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI/Polri, dan masyarakat setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian.

Menanggapi rangkaian kejadian tersebut, Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah maupun kering.

"Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai diimbau untuk secara berkala memantau ketinggian muka air," pesan Abdul.

Jika hujan deras berlangsung lama, masyarakat disarankan segera melakukan evakuasi mandiri, memahami jalur evakuasi, dan terus memperbarui informasi cuaca dari sumber resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Ungkap Penyebab Longsor Cisarua, Faktor Alam Jadi Pemicu Utama

Pakar Ungkap Penyebab Longsor Cisarua, Faktor Alam Jadi Pemicu Utama

Video | Minggu, 01 Februari 2026 | 18:00 WIB

Rumah Kebanjiran, Umay Shahab Terpaksa Ngungsi ke Hotel 5 Hari: Sekarang Tiap Hujan Deg-degan

Rumah Kebanjiran, Umay Shahab Terpaksa Ngungsi ke Hotel 5 Hari: Sekarang Tiap Hujan Deg-degan

Entertainment | Minggu, 01 Februari 2026 | 15:00 WIB

Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang

Waspada! Pos Angke Hulu Siaga 3 Gegara Hujan Deras, Jakarta Sempat Tergenang

News | Minggu, 01 Februari 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×