Suara.com - Rutinitas skincare perlu dibangun demi mendapatkan kulit yang sehat, cerah, dan terawat. Beragam produk pun bermunculan, mulai dari cleanser, toner, serum, hingga moisturizer dengan klaim dan kandungan aktif yang berbeda-beda.
Tak sedikit pula yang menerapkan teknik layering, yaitu menggunakan beberapa produk skincare secara berurutan agar manfaatnya lebih maksimal.
Namun, di balik tren layering skincare yang terlihat menjanjikan, masih banyak orang yang belum menyadari bahwa tidak semua produk skincare bisa digunakan secara bersamaan.
Alih-alih mendapatkan hasil kulit glowing dan sehat, kesalahan dalam mengombinasikan serum dan moisturizer tertentu justru bisa memicu berbagai masalah kulit. Mulai dari kulit kemerahan, terasa perih, kering berlebihan, muncul jerawat, hingga kondisi kulit yang semakin sensitif.
Supaya hasil perawatan kulit tidak sia-sia, kamu perlu memahami bahan apa saja yang sebaiknya tidak digunakan dalam satu rangkaian skincare, khususnya saat layering serum dan moisturizer.
Kombinasi Serum dan Moisturizer yang "Haram" Dipakai Bersamaan
Berikut beberapa kombinasi bahan serum skincare yang haram dipakai bersamaan, lengkap dengan contoh produknya.
1. Benzoyl Peroxide dan Vitamin C

Kombinasi benzoyl peroxide dan vitamin C termasuk pairing yang kurang ideal dalam rutinitas skincare. Benzoyl peroxide bekerja sebagai antibakteri untuk jerawat, sementara vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu mencerahkan kulit.
Sayangnya, ketika digunakan bersamaan, kedua bahan ini bisa saling menetralkan fungsi masing-masing. Tidak hanya membuat manfaatnya berkurang, kombinasi ini juga berpotensi memicu iritasi, terutama pada kulit sensitif.
Contoh kombinasi yang tidak dianjurkan:
Baca Juga: Apakah Lendir Siput Bagus untuk Muka? Ini 5 Manfaatnya Selain Hilangkan Bopeng
- Serum: The Ordinary Ascorbic Acid 8% + Alpha Arbutin
- Moisturizer: Benzolac Moisturizer (mengandung benzoyl peroxide)
Gunakan vitamin C di pagi hari, lalu benzoyl peroxide di malam hari atau pada hari yang berbeda.
2. Retinol dan AHA (Alpha Hydroxy Acid)

Retinol (turunan vitamin A) dan AHA seperti glycolic acid sama-sama berfungsi untuk mempercepat regenerasi kulit dan membantu proses eksfoliasi. Meski manfaatnya besar, pemakaian keduanya secara bersamaan justru bisa membuat skin barrier terkikis berlebihan.
Dampaknya, kulit bisa mengalami kemerahan, mengelupas, terasa panas, bahkan iritasi parah.
Contoh kombinasi yang sebaiknya dihindari:
- Serum: Avoskin Miraculous Retinol Ampoule
- Moisturizer: Somethinc Glow Maker AHA BHA PHA Moisturizer
Gunakan retinol dan AHA secara bergantian, misalnya retinol di satu malam dan AHA di malam berikutnya.
3. Retinol dan Vitamin C

Vitamin C dikenal sebagai bahan favorit karena kemampuannya mencerahkan kulit, menyamarkan noda hitam, dan melindungi kulit dari radikal bebas. Namun, vitamin C tidak cocok dipadukan langsung dengan retinol.
Hal ini disebabkan perbedaan pH yang cukup jauh. Retinol cenderung bekerja pada pH yang lebih tinggi, sedangkan vitamin C membutuhkan pH asam agar efektif. Jika digunakan bersamaan, keduanya tidak bisa bekerja maksimal dan berisiko membuat kulit lebih sensitif.
Contoh kombinasi yang tidak disarankan:
- Serum: Somethinc 10% Vitamin C + Ferulic Acid Serum
- Moisturizer: Olay Retinol 24 Night Moisturizer
Gunakan vitamin C di pagi hari dan retinol pada malam hari.
4. Retinol dan Asam Salisilat

Asam salisilat (salicylic acid) sering digunakan untuk kulit berminyak dan berjerawat karena mampu membersihkan pori-pori dan mengontrol produksi sebum. Namun, saat digabungkan dengan retinol, kombinasi ini bisa membuat kulit menjadi terlalu kering atau justru memicu produksi minyak berlebih.
Akibatnya, kulit bisa mengalami komedo, iritasi, hingga jerawat semakin meradang.
Contoh kombinasi yang perlu dihindari:
- Serum: The Ordinary Retinol 0.5% in Squalane
- Moisturizer: COSRX Salicylic Acid Daily Gentle Cream
Gunakan salicylic acid di pagi hari dan retinol di malam hari, atau pisahkan penggunaannya di hari yang berbeda.
5. Retinol dan Benzoyl Peroxide

Dua bahan ini memang sering ditemukan dalam produk perawatan jerawat. Namun, ketika dipakai bersamaan, benzoyl peroxide dapat menurunkan efektivitas retinol. Selain itu, keduanya juga bersifat cukup keras di kulit.
Alih-alih membantu mengatasi jerawat, kombinasi ini justru bisa membuat kulit terasa perih, kering, mengelupas, dan breakout.
Contoh kombinasi yang tidak dianjurkan:
- Serum: La Roche-Posay Retinol B3 Serum
- Moisturizer: Benzolac Moisturizer
Gunakan benzoyl peroxide di pagi hari dan retinol di malam hari, atau selang-seling penggunaannya.
Selain kombinasi di atas, sebaiknya hindari juga mencampur produk skincare aktif dengan produk yang mengandung alkohol tinggi atau formaldehida. Kandungan tersebut bisa memperparah risiko iritasi, membuat kulit kering, memerah, dan terasa tidak nyaman.
Jika kulit sudah terlanjur mengalami iritasi, kamu bisa mencoba metode sederhana seperti skin fasting, yaitu menghentikan sementara penggunaan produk aktif untuk memberi waktu kulit beristirahat dan memulihkan diri.
Sekarang kamu sudah lebih paham kombinasi serum dan moisturizer apa saja yang sebaiknya tidak dipakai bersamaan. Kalau ingin menerapkan teknik layering skincare, pastikan selalu cek kandungan produknya agar perawatan kulit tetap aman, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan kulitmu.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama