Jika hilal tidak kunjung terlihat berhubung cuaca atau posisi di bawah kriteria, maka Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari, sehingga puasa dimulai pada hari Kamis.
Prediksi Awal Ramadan Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan Pemerintah dan NU, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah resmi menetapkan awal Ramadan lebih awal, seiring dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menurut PP Muhammadiyah, 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Metode yang digunakan PP Muhammadiyah adalah Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan prinsip Matlak Global.
Dalam metode ini, itjimak sudah terjadi dan bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam, maka keesokan harinya sudah dianggap bulan baru tanpa perlu menunggu hasil observasi mata telanjang atau rukyat.
Perbedaan metode penetapan awal Ramadan merupakan hal yang lumrah dalam sejarah penanggalan Islam di Indonesia.
Masyarakat yang memilih untuk mengikuti ketetapan pemerintah, disarankan untuk tetap menunggu pengumuman resmi hasil Sidang Isbat yang akan dilakukan pada 17 Februari 2026 mendatang.
Kontributor : Damayanti Kahyangan
Baca Juga: Tips Persiapan Ramadan 2026: 4 Langkah Cerdas Siapkan Stok Makanan Anti Boncos