- BPJS PBI untuk masyarakat kurang mampu dibiayai penuh pemerintah.
- Sedangkan BPJS Mandiri dibayar peserta sesuai kelas layanan.
- Pencabutan BPJS PBI per Februari 2026 berdampak pada pasien kronis.
4. Proses Pendaftaran
Pendaftaran BPJS PBI bersifat otomatis berdasarkan data dari Kementerian Sosial, tanpa perlu inisiatif pribadi.
Untuk BPJS Mandiri, peserta harus mendaftar sendiri melalui aplikasi Mobile JKN, kantor BPJS, atau online, disertai pembayaran iuran pertama.
Hal ini membuat BPJS PBI lebih mudah diakses bagi kelompok rentan, tapi BPJS Mandiri memerlukan langkah proaktif.
5. Manfaat Kesehatan
Kedua jenis memberikan manfaat dasar yang sama, termasuk layanan preventif, kuratif, rehabilitatif, obat-obatan, dan rawat inap.
Namun, akses fasilitas di BPJS Mandiri lebih fleksibel tergantung kelas, sementara BPJS PBI terbatas pada standar minimum untuk efisiensi anggaran pemerintah.
6. Risiko Nonaktif
Status BPJS PBI bisa dicabut jika data peserta berubah atau tidak lagi memenuhi kriteria kemiskinan, seperti yang terjadi baru-baru ini.
Baca Juga: BPJS PBI Dinonaktifkan Tanpa Pemberitahuan, Puluhan Pasien Cuci Darah Jadi Korban Ditolak RS
Sementara pada BPJS Mandiri, nonaktif hanya jika ada tunggakan iuran lebih dari tiga bulan, tapi bisa diaktifkan kembali dengan melunasi tunggakan.
Perbedaan ini menunjukkan ketergantungan BPJS PBI pada kebijakan pemerintah.
7. Fleksibilitas dan Upgrade
BPJS Mandiri memungkinkan upgrade kelas kapan saja dengan penyesuaian iuran, sementara BPJS PBI tidak memiliki opsi ini karena iuran ditanggung pemerintah.
Ini membuat BPJS Mandiri lebih adaptif bagi peserta yang kondisi ekonominya membaik.
Dari daftar di atas, jelas bahwa BPJS Mandiri memberikan lebih banyak pilihan dan fleksibilitas, sementara BPJS PBI fokus pada perlindungan dasar tanpa beban biaya.